Selasa, 20 Desember 2016

Hi.. Aku kembali

Diposting oleh Unknown di 17.25 0 komentar

And yeahh.. I'll try to write something.

Entah sudah berapa lama ngga buka blog ya, menomorduakan hobi mengetik ku ini. Ku simpan semua nya dikepala dan ngga tau kapan bisa dituangkan didalam tulisan. Kadang hanya sekelebat kata-kata yang mampir dikepala, tapi lagi-lagi harus repot dengan urusan pribadi.

Kayanya ngga mungkin sekarang bisa bebas menulis apapun yang aku mau, susah rasanya dengan keadaan seperti ini. Punya anak hahahahaa.. Ide-ide juga jarang muncul karena udah lelah duluan. Sampai akhirnya minggu lalu aku mampir ke blog ku dan membaca postingan yang aku tulis. Iyakah? Ini tulisan ku? Bukan karena bagus isinya, cuma sekarang yang aku pikirkan "kok bisa yaa dulu mikir begini waktu nulis blog?kenapa sekarang susah buat nulis kaya gitu.." aaaaahhh lagi-lagi karena waktu. Aku butuh santai, kopi, hening, dan hujan, lalu duduk di pojok kafe dekat jendela.

Tapi hari ini, detik ini, percayalah.. Aku sedang santai merebahkan badan ku diatas kasur.

Aku akan mencoba untuk menuliskan apapun yang ada dikepala ku, bukan janji. Tapi akan mencoba menulis kembali disela-sela kesibukan seorang ibu rumah tangga.

Salam sayang,

Selasa, 16 Desember 2014

Anugerah Terindah ku

Diposting oleh Unknown di 11.36 0 komentar
Dari awal pernikahanku, aku sama sekali tidak menunda kehadiran bayi mungil, justru aku ingin cepat-cepat ada si mungil. Aku yang terlalu bersemangat menguji di tespack padahal hasil masih negatif. Aku kecewa. Berminggu-minggu aku tunggu belum juga hadir. Sampai akhirnya aku merasa takut akan sesuatu, karena sejak aku menikah, siklus menstruasiku kacau. Pikiran ku tiba-tiba sudah jauh kemana-mana soal rahim ku, Tapi alhamdulillah suamiku selalu menguatkan aku. Dan akhirnya suami ku mengajak periksa di RSIA Hermina. Melihat banyak para ibu yang sedang hamil, aku hanya terdiam dan berbisik kepada diriku sendiri "kapan aku bisa seperti mereka, Ya Allah?". Tapi semua ketakutan ku akhirnya hilang saat nama ku dipanggil perawat dan aku kunsultasikan semuanya ke dokter. 


Alhamdulillah rahim ku tidak ada masalah sama sekali, bahkan dokter bilang rahim ku sedang masa subur (bisa dilihat sel telur ku sedang berada diluar). Akhirnya aku bisa bernafas lega. 

Aku dan suami tidak henti-hentinya untuk selalu berikhtiar. Sebulan aku telat menstruasi, ketika aku cek hasilnya masih negatif. Hmmm yaudah aku tetap bersabar menunggu waktunya. Pertengahan bulan oktober, aku kembali cek dengan testpack. Karena perkiraan ku sudah telat hampir 2 bulan. 


Alhamdulillah wasyukurillah... Aku sudah positif dan diberikan kepercayaan oleh Allah untuk menjadi ibu :')) bahagianya tidak bisa digambarkan.. Aku akan menjadi seorang ibu!! Subhanallah... :')) 
Langsung aja aku kirim gambar itu ke suamiku, dan bukan main dia bahagianya.. Merasa tidak percaya bahwa akan menjadi seorang ayah :'))


Ini hasil USG anakku yang masih berusia 8 minggu.. Masih kecil banget ya :))

Banyak yang bilang, lebih baik di test nya ketika usia kandungan 4 bulanan.. Karena biasanya ketika sudah tau akan hamil, mulailah si ibu merasa mual dan pusing. Dan benar saja! Aku mengalaminya.. Mungkin karena sugesti atau memang benar. Trisemester pertamaku benar-benar membuat aku pusing. Aku selalu mual tiap pagi, asupan makanan tiba-tiba berkurang (aku malas makan), pusing, lemas, dan untungnya aku tidak merasakan mabok yang parah seperti muntah-muntah, hanya mual yang parah aja. Tapi mual yang parah biasanya aku makan jeruk atau mangga muda. Simple. Alhamdulillah suami ku mau menuruti makan ku yang terkadang suka aneh. Tapi kalo aku makan ngga sesuai yang ngga aku mau, ya ngga aku makan. Makanya suamiku bela-belain banget tengah malem beliin sate padang atau kwitiaw goreng untuk ku :p 

Dan lucunya tiap kali aku lewat warung pecel ayam/lele bawaannya mau muntah karena ngga sanggup mencium bau minyak gorengnya. Yaa karena penciuman ku saat hamil jauh lebih sensitif lagi.. 
Masalah ngidam?? Hmm kalo ngidam sih macem-macem.. Dari awal hamil aku pengen banget makan jeruk mandarin yang kecil itu loh.. Duh jelas-jelas belom musim ya. Belom lagi aku tiba-tiba pengen naik pesawat, kemana aja yang penting naik pesawat (dan yang 1 ini yg buat suamiku geleng-geleng). Dan masih banyak lagi.. Tapi masih sewajarnya sih ngidam aku.. 

Saat memasuki trisemester ke 2 rasanya agak sedikit lega. Napsu makan ku agak naik, dan ngga merasa mual lagi. 

Saat di USG, anakku sudah gerak-gerakan badannya. Aku yang melihat masih tidak percaya ada makhluk mungil didalam perutku :')) subhanallah... Air mata ku hampir jatuh saat melihat anakku bergerak :''))) suamiku pun merasakan yang sama, tapi tiba-tiba suamiku bilang "anaknya gerak-gerakin tanggannya kaya mau wallclimbing gitu.. Ntar abang ajarin anaknya wallclimbing, kan ayahnya udh jd pendaki gunung.." .  -___________-"

Sudah kurang lebih 4 bulan aku mengandung anakku. Kemarin, 13 desember 2014 aku dan suami mengadakan acara syukuran 4 bulanan. Karena pada saat 4 bulan itulah ruh anakku ditiupkan :')) 
Semua berkumpul untuk mendoakan anakku, nenekku, mamaku, ibu mertua dan kakak-kakakku.. Alhamdulillah.. 

Selama masa kehamilan ku, anakku benar-benar pintar. Aku sama sekali tidak merasakan mabok parah seperti orang-orang. Bahkan awal kehamilan aku minum coca-cola (karena belum tau kalo udah hamil :p). Hanya beberapa makanan tertentu saja yang aku ngga mau makan jika aku sedang tidak mood makan makanan tersebut. Lagi-lagi suami ku mau membelikan apa saja makanan yang aku minta asalkan aku makan. 

Saat ini aku hanya tinggal menunggu USG berikutnya untuk mengetahui anakku laki-laki atau perempuan hehehee... 


"Ya Allah periharalah anakku ini selama ia berada didalam perutku, Engkau yang menyembuhkan, tidak ada penyembuhan selain penyembuhanMU. Ya Allah rupakanlah atau bentukanlah ia yang ada diperutku dengan rupa yang baik dan tetapkanlah didalam hatinya iman kepada Engkau dan kepada RasulMu."

Minggu, 09 November 2014

Suara hati

Diposting oleh Unknown di 15.19 0 komentar
Hidup itu aneh..
Kadang kita hampir lupa menangis saat kita tertawa. Kadang kita hampir lupa tersakiti saat sedang jatuh cinta. Kita tidak pernah tahu kapan air mata ini keluar dan jatuh menetes. Saat waktu itu datang, yang bisa kita lakukan adalah meratapi kesedihan yang tidak pernah berujung. Kesedihan yang membuat dada ini sesak. Kesedihan yang membuat kita hilang akal. Kesedihan yang membuat kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah membuat kita bahagia. Tapi kita lupa akan satu hal, disaat kita bahagia, pernah kah kau mengingat Tuhan mu? Lalu dengan mudahnya disaat kau menderita, seakan bahagia tidak pernah memihakmu, kamu menyalahkan Tuhan? 
Yang membuat semua terasa sulit adalah cara pandang kita. Andai saja tidak pernah terciptanya luka. Andai saja saya lupa pernah terluka. Andai setiap kenangan pahit bisa terhapus dalam memori kita. Bahagia bukan?

Selasa, 14 Oktober 2014

Lalu apalagi?

Diposting oleh Unknown di 12.00 0 komentar
Dear blog.. 
Rasanya udah lama banget aku ngga ngeposting ya? Banyak cerita yang ingin aku bagi soal beberapa sisi hidup ku kali ini. 

Keputusan ku untuk resign dari kantor sudah bulat. Dengan beberapa hal yang kurang menyenangkan terjadi ditempat ku bekerja dan terlebih keadaan seperti itu membuat aku udah ngga nyaman sama sekali untuk bekerja. Setiap hari maleess banget buat ke kantor! Hheuuhh.. Untung lah aku selalu diskusi ke suami soal permasalahan ku ini, dan suami ku memberikan solusi yang baik. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk keluar. 

Suami ku selalu berfikir "Rejeki itu dari mana aja dateng nya, dek". Jadi dengan perasaan yakin aku langsung mengurus surat resign ku. Tapi ya gitu, ada aja yang buat aku kesel sama orang kantor ku. Rasanya mau ngamuk aja Rrrrrghhh untung udah mau keluar dan ga ketemu mereka lagi. Ogah juga sih kalo suatu saat ketemu mereka. And finnaly aku resmi keluar akhir september kemarin ffiuuhh.. Keluar dari perusahaan yang isinya orang-orang berfikiran kerdil semua, ngga akan aku merasakan kemajuan jika aku tetap di zona aman. 

Rencana ku kedepan adalah ibu mertua ku ingin mengajarkan aku dunia bidan. Yaa sedikit-sedikit aku belajar di klinik nya supaya nanti aku bisa buka praktek sendiri jadi bisa kerja dirumah. Setelah aku pikir-pikir iya juga sih, melihat begitu mengerikannya dunia kerja lebih baik aku bekerja sendiri dirumah jadi bisa mengurus anak dan suami juga. Tinggal menunggu tahun ajaran baru jadi aku bisa kuliah lagi ambil kebidanan. Suami ku 100% mendukung keputusan ibu mertua ku, lalu apalagi yang aku harapkan? Hehehee... Akhirnya kuliah lagi!!. Setelah keluar dari kantor, sedikitpun aku tidak merasa menyesal. Bahkan aku merasa lega bisa keluar dari tempat itu. Tapi untuk sekarang, aku masih santai-santai aja dirumah hhehehee... (--,)
 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos