Aku benci hari ini.
Maaf Tuhan.. aku tidak mengerti apa yang
terjadi, tapi aku benci hari ini. Semua sepertinya tidak ada yang bisa
membuatku tenang, setidaknya nyaman. Aku sendiri diantara kalian, aku diam
diantara setumpuk kalimat-kalimat yang keluar dari mulut kalian yang tidak
ingin aku dengar. Sungguh, aku benci kalian. Dalam beberapa hari ini aku memang
tidak terlalu nyaman diantara kalian. Kalian membawa hari-hari ku semakin
buruk, nampaknya. Dan hari inilah semuanya memuncak. Aku bukan malaikat yang
tidak punya nafsu dan amarah sedikitpun, aku adalah aku. Aku egois,
memang..lalu kenapa? Aku lelah harus mengerti posisi kalian, pernah kalian
tersadar bahwa aku muak berbicara dengan kalian?. Karena pada kenyataannya
semua orang memang lebih egois dari ku.
Tidak setiap hari perasaan ku baik untuk
selalu mengerti kalian, mengerti ucapan kalian dan tidak setiap saat aku bisa
mengangguk dan tersenyum ikhlas. Ada saat dimana aku ingin menutup mulut kalian
dan saat itulah waktu ku berbicara didapan wajah kalian. Aku butuh nasihat,
bukan komentar. Aku butuh perkataan dengan nada yang baik, bukan nada tinggi.
Aku butuh kalian yang membuatku tertawa, bukan sesak. Aku butuh orang yang
menyayangiku memelukku dengan erat disaat aku butuh, bukan justru menghilang.
Kalian.. iya kalian semua, tidak ubahnya seperti angin. Tapi terlalu sering
seperti petir.
Kenapa kalian sibuk mencari tahu siapa
aku? Bukankah hidup kalian sudah terlalu rumit?. Ini dunia ku, hidupku. Tidak
semua kalian harus tahu. Aku muak dengan kenyataan bahwasannya aku harus berada
disamping atau bahkan dikelilingi orang-orang seperti kalian. Semua kata-kata
yang terucap melalui mulut-mulut kalian terdengar sama ditelingaku, omong
kosong. Ingin rasanya pergi dan tidak akan pernah kembali lagi ditempat aku bertemu kalian semua.Karena ketiadaaanku pasti tidak akan berarti apa-apa untuk kalian.