Minggu, 28 Oktober 2012

Random Thought I

Diposting oleh Unknown di 20.56 0 komentar

And when night gives you that pressure on your chest, the same with the one hits you when you dive, you know you need to sleep, badly!!

i am invincible as long as i'm alive

Diposting oleh Unknown di 20.53 0 komentar
Look at you.
You're young, and you're scared.
Why you so scared?
Stop being paralyzed.
Stop swallowing your words.
Stop caring about what other people think.
Wear what you want.
Listen to the music you want to listen to.
Play it loud and dance to it.
Stop waiting for saturday.
live now, do it now.
Take risks.
Tell secrets.
This life is yours.
When you going to realize that you can do whatever you want?


Look at you!

Rabu, 24 Oktober 2012

Ini Tentang Cinta

Diposting oleh Unknown di 20.08 0 komentar
Ini (masih) tentang cinta..
Sesuatu yang bisa mengangkat ku lebih tinggi atau bahkan menjatuhkan ku kedalam lubang yang sangat dalam. Entah ada apa dengan cinta, memahaminya pun sangat sulit. Tapi yang pasti, selalu ada harapan dibalik nama cinta. Seperti aku yang berharap pada angin, supaya angin bisa membawa rasa sedihku jauh, jauh dan aku berharap itu tidak akan pernah kembali. Aku berharap pada deburan ombak agar menyeret semua kebimbanganku ketengah lautan yang dalam, aku yang berharap pada sinar matahari agar menguapkan semua kegelisahanku hingga kering tak bersisa dan aku berharap bahwa cinta tak datang pada saat aku tidak mengharapkannya.

Ini (masih) tentang cinta..
Sesuatu yang bisa membuatku tersenyum lebar atau bahkan mengeluarkan air mata. Bodoh memang.. sampai suatu waktu aku berfikir tentang filosofi cinta. Ketika hati bertanya "Lalu cinta itu seperti apa?" dan logika ku menjawab "Bahwa terkadang cinta itu benar-benar seperti angin, tidak terlihat namun bisa dirasakan. Atau kadang cinta itu seperti kopi yang panas, saat secangkir kopi itu dingin, wangi dan rasanyan pun berubah. Tetapi, terkadang cinta itu seperti lemon, asam.. Tapi ada manis samar-samar dari dalamnya. Tetapi bisa saja cinta itu seperti cokelat, manis dimulut tapi kemudian pahit dilidah. Coba kau pahami hati, apa yang selama ini membuatmu selalu menggunakan hati mu?. Cinta itu tidak rasional..". Lalu hati pun menjawab "Ya.. Membuat ku merasa cinta itu bisa membuatku Gila dan Menderita!!"

Selasa, 16 Oktober 2012

Tentang (kita)

Diposting oleh Unknown di 22.27 0 komentar
Kamu ingat dulu kamu pernah berhasil mencuri hatiku? iyaa.. kamu berhasil mencurinya dari ku, meskipun pada awalnya aku ragu, tapi kamu berhasil meyakinkan ku dengan pengorbanan mu. Hahahaa.. bunga lily itu? cukup merepotkan yah.. maaf.. tapi aku memang suka sekali dengan bunga lily. Hari dimana aku menginginkan bunga lily dari mu dan kamu berjuang untuk mendapatkannya meskipun hasilnya kosong. Aku kecewa, tapi kamu menawarkan mawar merah untuk ku. Sekali lagi, aku minta maaf.. aku bukan seperti wanita lainnya yang menyukai bunga itu, oleh karena itu, jika aku memilih bunga mawar merah, aku menginginkan 99 tangkai bunga mawar merah. Tapi lagi-lagi kamu tidak bisa menyanggupinya, jadi aku putuskan untuk memilih bunga mawar putih berjumlah 3 tangkai, sesuai dengan angka kelahiranku. Dan akhirnya kamu memberikannya tepat ditanggal 18, yaa.. tanggal kita, aku dan kamu. Sssstt.. bunga mawar putih itu masih aku simpan sampai sekarang meskipun kering, yaa seperti luka ku, mengering sudah.

Berhari-hari kita habiskan bersama, sampai akhirnya kita lupa bahwa tahun telah membawa kita sampai ujung. Kita itu lucu.. saat diantara kita tidak mau terpisahkan, justru kesetiaan lah yang menjadi pelindungnya. Meskipun terkadang (atau justru sering) kita masih saja tergoda. Pernah terlintas di thalamus ku untuk meninggalkanmu, tapi pada akhirnya kita kembali dan bersama, mencoba tetap bertahan walau hati ini mungkin sudah tidak terbentuk, mencoba kembali mengukir senyuman dan menghapus tangisan. Aku yang selalu pandai menyimpan luka, dan kamu yang selalu berusaha untuk menyembuhkannya.  

Kita pernah bermimpi untuk selalu bersama hingga rambut menjadi putih, hingga kulit tidak lagi kencang, hingga aku atau kamu tidak lagi ada untuk menemani. Kamu ingat saat kamu dibawah hujan malam hari hanya untuk meminta maaf kepada ku, kamu ingat hampir tiap malam kamu rela menungguku pulang?. Tapi kamu melupakan satu hal, janji yang selalu kamu katakan dihadapanku, kamu tahu?suara mu saat mengeluarkan janji itu masih terngiang di kedua telingaku. 

Karena mimpi kita berpisah, yaa.. ternyata mimpi kita untuk masa depan kita berbeda. Kita sempat berhenti dipersimpangan jalan, dan pada akhirmya kita memutuskan untuk berlawanan arah. Sakit memang, tapi perjalanan ku masih panjang, sangat panjang. Jangan tanya bagaimana aku mencintaimu, Kamu.. cukup menjadi rahasia ku dengan Tuhan bagimana hati ini tetap bersembunyi dibalik luka..

Minggu, 14 Oktober 2012

Lembaran Usang

Diposting oleh Unknown di 23.02 0 komentar

Malam ini, ku kumpulkan segenap kekuatan ku untuk membuka kembali lembaran-lembaran yang sudah ku tutup rapat dari hidupku. Bukan untuk mengingat kembali, tapi ada sedikit perasaan yang selalu ku tutupi dari dalam hati, rindu. Apa kabarmu disana? Bahagiakah hidupmu sekarang? Aku harap kamu berubah, berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari yang dulu ku kenal. Ku buang rasa sakitku yang telah ku kubur dalam dihati, ku buang rasa ego ku jauh sebelum kamu pergi, hanya untuk membuka lembaran kita. Yaa..lembaran usang tentang kita, tentang rasa yang pernah ada diantara kita,tentang rindu yang sekarang hinggap dipikiranku. Bisa kamu bayangkan betapa bodohnya aku tetap membuka lembaran-lembaran ini, menatap satu per satu tentang kita tentang semua yang kita lalui bersama. Begitu bahagianya kita dulu, sampai lupa bahwa ada sakit yang tetap setia didalam hati. Ada  rasa saling memiliki yang terlalu, hingga suatu hari kita lupa bahwa kita saling memiliki.

Tidak.. aku tidak pernah menyalahkan kamu, bahkan aku tidak pernah menyalahkan takdir yang mempertemukan kita. Luka ku, luka mu.. aku yakin pasti suatu saat akan mengering dan sembuh. Dan saat malam ini pun, aku yakin kamu sudah bisa tersenyum disamping wanita yang kamu sayangi. Jika cinta dan benci itu memang tipis, mungkin benar. Selama aku disamping mu, aku tidak bisa membedakan cinta dan benci, ketika aku ingin membenci, ada cinta disana yang menunggu didalam hati. Aku, kamu, itu sama tidak ada beda. Kita mempunyai perasaan terlalu satu sama lain, tapi perasaan takut akan kehilangan itu jauh lebih besar. Kita lebih mementingkan ego dari pada perasaan yang ada didalam hati kita selama bertahun-tahun kita bersama.

Entah mengapa malam ini aku memang merindukanmu, bodoh memang.. tapi hanya sosok bodoh mu yang selalu aku inginkan. Melakukan hal-hal lucu bersama, tertawa bersama, bahkan kecupan dikening itu yang masih aku rindukan, dan panggilan yang hanya kamu berikan untukku. Berjuta tawa kita lakukan bersama, tapi seribu air mata yang keluar itu justru yang selalu kita ingat. Bagaimana mungkin satu bibir ini pernah melemparkan kecupan, mengeluarkan janji kita, tetapi satu bibir ini juga saling melemparkan cacian dan makian yang lebih menyakitkan..

Kamu yang mengajariku bahwa tidak ada yang lebih kuat selain cinta yang memahami, kamu yang mengajariku bahwa cinta itu memang selalu memaafkan, kamu yang mengajariku bahwa kesetiaan itu memang banyak pengorbanan. Kita saling berkorban untuk kita. Hingga suatu saat kita menyerah pada keadaan, keadaan dimana kita harus melepaskan ego dan perasaan masing-masing. Untukmu yang pernah dihatiku, terima kasih.. cinta mu dulu pernah menjadi lentera yang menerangkan jalanku, membangkitkan jiwaku ketika langit kelabu…

Sabtu, 13 Oktober 2012

Kanvas dan Pelangi

Diposting oleh Unknown di 19.24 0 komentar
Tuhan telah memberikan ku sebuah kanvas kehidupan, belum tergores apapun tentang hidupku. Masih putih, polos, dan tidak ada goresan tinta. Berhari-hari aku mencoba untuk mencari sesuatu yang bisa mengukir lembar-lembar dikanvas hidupku, tapi tidak ku temukan apa-apa selain sesuatu yang tidak dapat aku gambarkan. Aku masih terdiam, melihat kanvas yang tidak berubah, tanpa warna. Sore itu Tuhan membisikkan ku sesuatu. Sesuatu yang tidak ku mengerti, Tuhan menyuruhku bersabar untuk memberikan warna dalam hidupku. Tuhan berbisik bahwa aku jangan sampai mengulang kesalahan memberi warna, warna yang sudah tergores rapih lalu hancur begitu saja hanya akan menjadi kanvas yang tidak berguna dikemudian hari, hanya memberi luka, kataNYA. Aku tertunduk malu, malu akan kesalahan-kesalahan ku.

Sore itu aku memikirkan seseorang yang mungkin bisa sedikit memberi warna dikanvas ku atau memang dia sudah mulai memberi warna tanpa sepengetahuan ku?. Ah.. aku lupa memberitahu bagaimana caranya memberi warna dikanvasku! kanvas ku cukup rapuh untuk diberi warna oleh orang lain. Lalu aku harus bagaimana? membiarkan dia tetap mewarnai kanvas ku dengan warna yang dia punya? atau aku harus segera bertindak agar aku tidak mengecewakan Tuhan lagi?. Tuhan.. saat ini aku mulai bisa mengukir senyum ku kembali, aku masih tetap bisa berusaha untuk tidak membuat kanvasku rapuh kembali. Saat ini, aku percaya itu. Walaupun aku tidak tahu esok kanvasku akan seperti apa.

Sedikit demi sedikit sepertinya kanvasku mulai berwarna, hey.. coba kamu lihat! kamu memberi warna yang beragam, susunan warna yang kamu pilih cukup unik, seperti.. pelangi. Aku tersenyum setidaknya untuk saat ini, karena warna mu. Warna mu yang ada didalam kanvasku membuat ku berpikir apakah memang kamu? aku ragu. Aku ingin kanvasku ada sedikit warna tetapi disisi lain aku juga tidak ingin kanvasku rapuh kembali, atau bahkan rusak. Bagaimanapun, aku akan tetap menjaganya semampu ku.

Hari-hari yang ku lalui dengan kanvasku dan kamu memang cukup unik, ada bahagia yang sedang mengumpat dibalik kebohongan disana. Mengapa harus warna pelangi yang kamu berikan dikanvasku? aku tidak menginginkannya, satu warna saja sudah cukup untuk ku. Aku takut jika kamu memberikan begitu banyak warna, kamu lupa bagaimana cara menghapusnya dan mengembalikkan kanvasku seperti semula, putih. Dan benar saja, ketakutan ku selama ini akhirnya nyata. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, tanpa kamu sadari kamu telah memberi warna yang tidak aku suka.

Ku biarkan kanvasku terjatuh dan tergeletak begitu saja disana, biar hujan yang menghapusnya. Menghapus warna-warna yang kamu berikan diatas kanvasku, yang dulu ku sebut pelangi. Yaa.. Pelangi, dia selalu datang setelah hujan, membuatku mengerti tentang kebahagiaanku. Tapi bukankah pelangi itu susah dicari? dan berlalu sangat cepat sekali, membuatku mengerti bahwa tidak ada yang abadi. Maaf Tuhan.. ternyata aku tak kuasa untuk tetap menjaga kanvasku, aku tidak mampu. Bahkan aku terlalu lemah karena warna-warna itu. Tetapi Tuhan tetap memelukku dengan erat, membisikkan bahwa akan selalu ada hujan yang turun untuk mengapus warna-warna yang ada didalam kanvasku, biar hujan yang menghapusnya, bukan airmata ku, kataNYA. Dan aku menyadari bahwa kita sepaham dalam satu hal; Cinta itu seperti pelangi.
 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos