Selasa, 16 Oktober 2012

Tentang (kita)

Diposting oleh Unknown di 22.27
Kamu ingat dulu kamu pernah berhasil mencuri hatiku? iyaa.. kamu berhasil mencurinya dari ku, meskipun pada awalnya aku ragu, tapi kamu berhasil meyakinkan ku dengan pengorbanan mu. Hahahaa.. bunga lily itu? cukup merepotkan yah.. maaf.. tapi aku memang suka sekali dengan bunga lily. Hari dimana aku menginginkan bunga lily dari mu dan kamu berjuang untuk mendapatkannya meskipun hasilnya kosong. Aku kecewa, tapi kamu menawarkan mawar merah untuk ku. Sekali lagi, aku minta maaf.. aku bukan seperti wanita lainnya yang menyukai bunga itu, oleh karena itu, jika aku memilih bunga mawar merah, aku menginginkan 99 tangkai bunga mawar merah. Tapi lagi-lagi kamu tidak bisa menyanggupinya, jadi aku putuskan untuk memilih bunga mawar putih berjumlah 3 tangkai, sesuai dengan angka kelahiranku. Dan akhirnya kamu memberikannya tepat ditanggal 18, yaa.. tanggal kita, aku dan kamu. Sssstt.. bunga mawar putih itu masih aku simpan sampai sekarang meskipun kering, yaa seperti luka ku, mengering sudah.

Berhari-hari kita habiskan bersama, sampai akhirnya kita lupa bahwa tahun telah membawa kita sampai ujung. Kita itu lucu.. saat diantara kita tidak mau terpisahkan, justru kesetiaan lah yang menjadi pelindungnya. Meskipun terkadang (atau justru sering) kita masih saja tergoda. Pernah terlintas di thalamus ku untuk meninggalkanmu, tapi pada akhirnya kita kembali dan bersama, mencoba tetap bertahan walau hati ini mungkin sudah tidak terbentuk, mencoba kembali mengukir senyuman dan menghapus tangisan. Aku yang selalu pandai menyimpan luka, dan kamu yang selalu berusaha untuk menyembuhkannya.  

Kita pernah bermimpi untuk selalu bersama hingga rambut menjadi putih, hingga kulit tidak lagi kencang, hingga aku atau kamu tidak lagi ada untuk menemani. Kamu ingat saat kamu dibawah hujan malam hari hanya untuk meminta maaf kepada ku, kamu ingat hampir tiap malam kamu rela menungguku pulang?. Tapi kamu melupakan satu hal, janji yang selalu kamu katakan dihadapanku, kamu tahu?suara mu saat mengeluarkan janji itu masih terngiang di kedua telingaku. 

Karena mimpi kita berpisah, yaa.. ternyata mimpi kita untuk masa depan kita berbeda. Kita sempat berhenti dipersimpangan jalan, dan pada akhirmya kita memutuskan untuk berlawanan arah. Sakit memang, tapi perjalanan ku masih panjang, sangat panjang. Jangan tanya bagaimana aku mencintaimu, Kamu.. cukup menjadi rahasia ku dengan Tuhan bagimana hati ini tetap bersembunyi dibalik luka..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos