Selamat pagi tampan..
Beberapa hari ini kamu terlihat murung, ada apa sebenarnya?
Masih boleh kah aku menyuruh sang mentari menyinari sinarnya ke
kamarmu agar membangunkan mu yang masih terlelap dan terjebak di mimpi?
Aku disini memikirkanmu, selalu. Aku tidak peduli kamu harus
percaya atau tidak. Jujur saja, melupakan mu membuat aku mati secara perlahan.
Karena dengan mencintaimu aku merasa ada sedikit nafas yang kamu berikan,
tetapi ada kalanya kamu mengambil nafas ku, sesak, dan sakit. Beberapa hari ini
aku merindukan aroma tubuhmu, pelukan mu, senyummu, dan kecupan dikening setiap
bersama mu. Jika saja kamu tidak bersikap untuk memenangkan ego mu, tidak akan
terjadi hal yang membuat kita sakit seperti ini. Aahhh.. sudahlah. Enggan
rasanya membuka semua luka, aku hanya ingin menatap ke depan. Sudah cukup
rasanya bagiku untuk selalu patuh dengan apa yang kamu inginkan. Menjadi wanita
seutuhnya dan meninggalkan semua kebiasaan-kebiasaan ku sebelum bersama mu
rasanya tidak mudah untuk ku. Karena aku butuh seseorang yang memang bisa
menerima aku dengan apa adanya. Aku rasa mungkin ini yang harus kita rasakan,
agar aku dan kamu saling mengerti bahwa pada kenyataannya cinta itu seperti
apa.
Berada didekapan pelukanmu memang hal paling nyaman yang aku
rasakan, tapi aku yakin akan ada masanya dimana pelukanmu akan dimiliki oleh
seorang wanita yang bisa memahami mu. Akan ada masanya dimana aku lelah dan
keluar dari permainan yang kita buat. Dan inilah akhir dari semuanya.
Maafkan aku, aku memang tidak bisa dan tidak akan pernah bisa
memahami mu. Aku sudah lakukan apapun yang kamu inginkan, tapi rasanya itu
belum cukup untukmu. Aku pernah merasa bahwa memang kamu yang terbaik, tapi
pada akhirnya aku menyerah pada kenyataan yang pahit. Menjadi seseorang yang kamu
inginkan ternyata sulit juga ya?. Sekarang kamu bisa bernafas lega karena tidak
ada lagi wanita yang selalu berulah dan membuatmu kesal. Kamu bisa memilih
wanita seperti apa yang akan mendampingi hidup mu, tentu saja bukan wanita yang
seperti ku. Aku hanya bisa memberikan masalah, aku hanya wanita yang mudah
menyerah dan terlalu lelah untuk berjuang sendiri.
Terima Kasih semesta yang tidak sengaja mempertemukan aku dengan
mu. Terima kasih Tuhan, karena Engkau pernah menitipkan hatiku dihatimu..
