Rabu, 22 Mei 2013

Hi You

Diposting oleh Unknown di 08.59 0 komentar
"Saat Pertautan dua hati belum menemui nyata dalam alurnya, Haruskah perpisahan menyudahi segalanya?"

Selamat pagi tampan..
Beberapa hari ini kamu terlihat murung, ada apa sebenarnya?
Masih boleh kah aku menyuruh sang mentari menyinari sinarnya ke kamarmu agar membangunkan mu yang masih terlelap dan terjebak di mimpi?

Aku disini memikirkanmu, selalu. Aku tidak peduli kamu harus percaya atau tidak. Jujur saja, melupakan mu membuat aku mati secara perlahan. Karena dengan mencintaimu aku merasa ada sedikit nafas yang kamu berikan, tetapi ada kalanya kamu mengambil nafas ku, sesak, dan sakit. Beberapa hari ini aku merindukan aroma tubuhmu, pelukan mu, senyummu, dan kecupan dikening setiap bersama mu. Jika saja kamu tidak bersikap untuk memenangkan ego mu, tidak akan terjadi hal yang membuat kita sakit seperti ini. Aahhh.. sudahlah. Enggan rasanya membuka semua luka, aku hanya ingin menatap ke depan. Sudah cukup rasanya bagiku untuk selalu patuh dengan apa yang kamu inginkan. Menjadi wanita seutuhnya dan meninggalkan semua kebiasaan-kebiasaan ku sebelum bersama mu rasanya tidak mudah untuk ku. Karena aku butuh seseorang yang memang bisa menerima aku dengan apa adanya. Aku rasa mungkin ini yang harus kita rasakan, agar aku dan kamu saling mengerti bahwa pada kenyataannya cinta itu seperti apa. 

Berada didekapan pelukanmu memang hal paling nyaman yang aku rasakan, tapi aku yakin akan ada masanya dimana pelukanmu akan dimiliki oleh seorang wanita yang bisa memahami mu. Akan ada masanya dimana aku lelah dan keluar dari permainan yang kita buat. Dan inilah akhir dari semuanya. 

Maafkan aku, aku memang tidak bisa dan tidak akan pernah bisa memahami mu. Aku sudah lakukan apapun yang kamu inginkan, tapi rasanya itu belum cukup untukmu. Aku pernah merasa bahwa memang kamu yang terbaik, tapi pada akhirnya aku menyerah pada kenyataan yang pahit. Menjadi seseorang yang kamu inginkan ternyata sulit juga ya?. Sekarang kamu bisa bernafas lega karena tidak ada lagi wanita yang selalu berulah dan membuatmu kesal. Kamu bisa memilih wanita seperti apa yang akan mendampingi hidup mu, tentu saja bukan wanita yang seperti ku. Aku hanya bisa memberikan masalah, aku hanya wanita yang mudah menyerah dan terlalu lelah untuk berjuang sendiri.


Terima Kasih semesta yang tidak sengaja mempertemukan aku dengan mu. Terima kasih Tuhan, karena Engkau pernah menitipkan hatiku dihatimu.. 

Senin, 20 Mei 2013

I Say Thanks :)

Diposting oleh Unknown di 15.06 0 komentar

What we do less in life might be saying thanks; thanks for everything we have. It knocked my head, like 15 minutes ago: how less I am saying thanks; thanks for everything I have. So then I said the word, and it felt good :)

Selasa, 07 Mei 2013

Entah

Diposting oleh Unknown di 08.31 0 komentar

Seperti berjalan ditengah tumpukan batu kerikil, sakit. Tertatih aku menyusuri jalanan yang aku tidak tahu sampai kapan aku berjuang dan bertahan. ketika aku lelah, aku bisa bernafas dengan lega. Saat itu juga aku menemukan kebahagiaan ku. Tapi perjalanan ku masih jauh atau mungkin masih sangat jauh. Dan untuk memulai lagi perjalananku, aku merasakan hal yang sama, sakit. Hanya sebuah harapan yang membuat aku bisa sampai keujung jalan. Tapi bodohnya aku, aku baru menyadari bahwa aku menyusuri jalan ini seorang diri. Aku berjuang sendiri, menahan sakit. Aku bodoh. Terlalu berharap pada harapan yang sangat besar. Harapan yang membuat aku selalu bermimpi jika diujung jalan nanti aku menemukan jalan yang tidak berkerikil. Aku terjatuh, tersungkur diantara batu-batu kerikil. Aku lelah, aku menyerah,dan aku ingin ada seseorang yang menjemputku, disini. Harusnya aku tahu bahwa tidak akan ada ujung jalan yang tidak berkerikil. Jalan ini akan seperti ini, berkerikil entah dimana ujungnya. Aku menunggu, memberi waktu siapa tahu akan ada yang menjemputku disini. Ketika jam berubah menjadi hari akhirnya ada yang mengulurkan tangannya untuk membantuku tegap berdiri, membersihkan luka disekujur tubuh ku, dan mengantarku pulang ketempat yang seharusnya aku berada. Aku masih tidak percaya pada diriku sendiri, aku terlalu bodoh berharap pada kenyataan yang tidak pernah ada. Menggantungkan semuanya ditumpukan harapan-harapan indah tapi  ternyata tidak pernah ada.

Jumat, 03 Mei 2013

Selamat Ulang Tahun, Aku

Diposting oleh Unknown di 13.36 0 komentar

Aku terbangun dari mimpi yang panjang, kuhirup udara pagi di hari jumat. Aahh.. ini hari yang aku tunggu jika akhir pekan datang menghampiri. Ku kumpulkan semua nyawa ku sisa semalam, dan ku raih telepon genggam ku. Rupanya ada panggilan tidak terjawab semalam dari kamu. Bodohnya aku, harusnya ku angkat telepon mu agar aku bisa mendengarkan suaramu dan terlelap hingga bermimpi. Tapi sudahlah, sepertinya kamu mengetahui bahwa aku sudah terlelap pulas dan kamu pun mengirim pesan singkat mengucapkan selamat ulang tahun untuk ku. Aku terperanjat kaget, ini hari ulang tahun ku? Aku lupa. Terlalu sibuk dan diikat dengan setumpuk tugas dari tempat ku bekerja, aku lupa hari kelahiran ku. Pesan singkat dari mu sangat singkat dan penuh banyak arti, terutama janji untuk disampingku, selamanya. Aku membalas pesan singkatmu dengan mengatakan bahwa aku tidak ingin kamu pergi lagi untuk kesekian kalinya dari hidupku. Pagi hari pun kita sudah bersumpah dan matahari menjadi saksinya. Satu per satu pesan singkat atau pemberitahuan dari media social pun datang menghampiri. Semua sahabat-sahabat ku mengucapkan selamat ulang tahun. Sampai akhirnya kedua orang tua ku mengucapkan melalui pesan singkat, tanpa sadar air mata keluar begitu saja, jatuh. Aku menangis bahagia.

Sepertinya hari ini memang keberuntunganku, bagaimana tidak,biasanya aku terjebak kemacetan lalu lintas ibu kota tapi hari ini tidak. Aku bahagia dengan hari ini, bahagia dengan orang-orang disekelilingku, bahagia akhirnya aku dan kamu bersama kembali. Tepat seminggu setelah kamu berulang tahun, sekarang giliran ku bertambah umur. Semesta itu rumit tapi menurut ku indah.Tidak perlu kita terlalu dalam memahami, cukup diam dan lihat apa yang akan terjadi. Dua hari sebelum hari ulang tahun ku, kita habiskan bersama. Dan malam itu aku benar-benar bahagia.

Umur kita akan terus bertambah, kehidupan kita lambat laun akan berubah. Tidak ada salahnya kita merecanakan untuk segera bersama, selamanya. Tepat dihari kelahiranku, aku merasa bahwa aku sedang bermetamorfosa menjadi diriku yang sebenarnya. Seperti layaknya kupu-kupu yang secara perlahan keluar dari kepompong dan siap untuk terbang mengudara dan menemui kehidupan yang baru. Semua terjadi begitu saja, tanpa aku rencanakan, tapi inilah rencana Tuhan. Mungkin hari ulang tahunku tahun ini ketika aku membuka mata dipagi hari hanya tulisan pesan singkatmu yang aku baca, semoga saja hari ulang tahunku tahun depan ketika aku membuka mata dipagi hari ada kamu tepat didepan wajahku. Kedua orang tua ku, keluarga ku, sahabat-sahabatku, dan kamu menjadi hadiah yang sempurna diumur ku yang sekarang. Tanpa kalian aku tidak akan pernah bisa perlahan keluar dari kepompongku sendiri dan siap berpijak didunia ku yang sesungguhnya, tanpa masa lalu.

Terima kasih luka, kalian mengajariku bagaimana aku tetap tegak berdiri..

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos