Jumat, 28 September 2012

Cerita Kita dipagi Hari

Diposting oleh Unknown di 13.02 1 komentar
Pagi ini aku terlalu enggan untuk membuka kedua mataku, tapi aku tahu, aku harus mengejar mimpiku tadi malam tentang kita. Aku terbangun dan melihat ada sebaris pesan darimu, sepertinya malam tadi membuatku berpikir bahwasannya kita memang satu, iya..aku dan kamu. Aku tidak peduli dengan realita, karena yang ada didalam thalamus ku hanya kita. Ahh... lagi-lagi aku membual dan mencoba lari dari realita yang sesungguhnya, biar sajalah. Sedikit bermimpi tidak apa.

"Hey.. Bangun tampan! tidakkah sinar matahari sudah membangunkan mu dari sela-sela jendela kamarmu?. Tangan ku tak kuasa untuk membangunkan mu dengan mengusap rambutmu yang tidak beraturan disana, apalagi suaraku..suaraku terlalu lemah untuk membangunkan mu lewat bisikan disalah satu telingamu"

"Pagi cantik.. Sinar matahari sudah membangunkan ku pagi ini,  kamu tahu?sinar matahari membisikkan apa yang tidak dapat kamu ucapkan. Dia memberitahuku apa yang diucapkan bulan kepadanya tentang mimpi mu semalam, tentang kita"

"Tentang kita? lalu kamu percaya begitu saja?." 

"Yaa.. Begitulah.. "

"Hahaha.. Bagaimana kamu bisa percaya dengan matahari? Matahari dan bulan, kapan mereka bisa saling bertemu? hanya saat gerhana saja. Hanya Tuhan yang tahu tentang mimpi ku, karena itu aku malu dengan Tuhan. Tuhan belum memberikan jawaban, Tuhan hanya tersenyum ketika mengetahui mimpi ku."

"Tuhan tersenyum karena Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita, bersabarlah.. Semua akan berjalan dengan apa yang membuat Tuhan tersenyum, aku yakin Tuhan juga pasti akan tersenyum melihat kita pada akhirnya nanti.."

"Yaa.. Tugas ku memang menunggu jawaban dari Tuhan. Tapi jika nanti suatu saat Tuhan membisikkan jawabanNya kepadaku, aku akan melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadaku"

"Hey cantik.. Aku hanya berharap apapun  yang Tuhan bisikkan memang yang terbaik untuk kita. Aku hanya tidak mau menyeka air yang keluar dari matamu yang selalu membuatku mematung setiap kali ku tatap.."

"Ahh.. Jika kamu menyeka air yang keluar dari mataku nanti, itu membuatku terlihat bodoh dihadapanmu. Aku sudah belajar dari sekarang untuk tidak memerintah mataku berulah.."

"Kamu lucu.. Tudak ada yang memerintah mata mu untuk berulah! . Jadi, akan pergi kemana kamu hari ini?"

"Tidak.. Bukankah berjalan-jalan dihati dan pikiranmu saja sudah cukup? :)"

"Hahaha.. Bualan  kah ini?"

"Setidaknya melihatmu tersenyum disana sudah membuatku bahagia pagi ini. Bahkan mengetahui kamu masih menyayangiku sampai pagi ini, itu sudah membuatku menjadi wanita paling bahagia pagi ini.."

"Hahahahaaha.. Lagi-lagi kamu berhasil membuat simpul senyuman dibibirku.."

"Aku tidak pernah memaksamu untuk mempercayaiku, tapi yang perlu kamu tahu, ucapanku berkata karena kamu. kamu lupa ya? aku penulis.. Menulis tentang kamu menjadi bagian favoritku.
Aku sudah menitipkanmu pada Tuhan untuk selalu menjagamu dengan cinta yang aku punya..Bolehkah aku menitipkan sedikit kecupan bibirku dibibirmu pagi ini?"

" Aku akan simpan baik-baik titipan kecupanmu.. Jika suatu saat  nanti kamu mengambilnya masih tetap dalam keadaan yang sama, disini.. dibibirku.."

"Tidakkah pagi ini terlalu membuatku sangat bahagia? berbagi aksara denganmu ternyata menyenangkan juga.."

"Kamu cantik yang membuat aku mengerti indahnya aksara jika dirangkai dengan menggunakan cinta.. Terima kasih pagi yang masih menjagamu tetap tersenyum.."

"Terima kasih matahari yang masih membangunkan mu dengan titipan ku.."

"Titipan? hey..lagi-lagi kamu menyembunyikan sesuatu dari ku, cantik!. Apa yang kamu titipkan pada matahari untuk selalu membangunkan ku setiap pagi?"

"Hanya sebuah cinta..."


Kamis, 27 September 2012

Cinta...?

Diposting oleh Unknown di 23.49 0 komentar
Hey... Malam ini aku mencoba untuk memahami apa arti cinta itu, setidaknya aku memahami sedikit apa yang kalian tahu tentang cinta. Ini hanya sekedar pemahaman ku, maaf jika tenyata pemahaman ku berbeda dengan kalian..


Menurut ku, cinta tak memberikan apa-apa kecuali keseluruhan dirinya...
penuh utuh pun tak mengambil apa-apa kecuali dari dirinya sendiri.

Menurut ku, cinta tak memiliki atau pun dimiliki...
karena cinta telah cukup untuk cinta.

Menurut ku, cinta tak mengenal sakit menyakiti, luka melukai, bohong membohongi...
karena yang diperlukan adalah kejujuran, kesetiaan, dan kepercayaan.

Maka cintailah cinta agar ia mencintainya..

Just Dream

Diposting oleh Unknown di 00.46 0 komentar
You kissed me by surprise in my dream, I knew it was just me dreaming you kissing me. But when I woke up, reality left me confused because I thought it wasn’t real and I was still dreaming.
I can hear your heart beat and breath, distant. Yet so close I can feel your warmth engulfed me with peace.
we were there together, hands tangled each other. I touched your skin, as if I touch the silent surface of a lake, deep beyond anything.
Spider threads its web above us, and beyond that sea of stars sparkling for eternity. And I am here, right beside you for a brief moment, not even my soul knows how long it is already I sleep with my wide eyes open.

Selasa, 25 September 2012

Do Not Stand At My Grave And Weep

Diposting oleh Unknown di 20.08 0 komentar
Do not stand at my grave and weep;
I am not there. I do not sleep.
I am a thousand winds that blow.
I am the diamond glines on snow.
I am the sunlight on ripened grain.
I am the gentle autumn rain.
When you awaken in the morning's hush.
I am the swift uplifthing rush
of quite birds in circled flight.
I am the soft stars that shine as night.
Do not stand my grave and cry;
I am not there. I did not die.


Kamis, 20 September 2012

Kedua

Diposting oleh Unknown di 20.54 0 komentar
Ketika kamu menaruh perasaan terlalu dalam, ketika kamu mengerti perasaan dihati ini, ketika kita sering menghabiskan waktu bersama, ketika kamu selalu memeluk ku disaat aku terjatuh, ketika kamu selalu mencoba mengukir senyuman di bibirku, ketika kamu selalu mengajariku bahwa cinta tidak selalu memiliki. Siapa yang harus disalahkan dari semua ini? aku? kamu? Tuhan? atau bahkan keadaan yang tidak tahu menahu tentang takdir, tentang pertemuan kamu..dan aku. 

Siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya kita seperti ini, bodoh rasanya aku yang selalu berpura-pura tidak mengetahui tentang keadaan sebenarnya. Atau karena aku sekuat hati untuk bersikap acuh dan tidak pernah memikirkan yang lain. Dengan kerendahan hati ini, yang aku pikirkan, yang aku rasakan, dan yang aku lihat hanya kamu dan aku, itu saja. 

Aku tahu ada wanita lain yang tetap menjaga hatimu, entah sampai kapan. Aku tahu ada cinta lain yang tetap mengisi hati mu, entah seberapa banyak. Aku tahu kamu tidak akan mungkin bisa memilih, karena kata mu, hati itu bukan untuk memilih tetapi untuk merasakan. Jika memang itu, aku siap mengisi celah yang kosong dihati mu walaupun sedikit, aku siap selalu ada disaat kamu merasa tidak diperdulikan oleh nya, aku siap menemanimu kemana pun kamu pergi saat dia sibuk dengan urusannya, aku siap memberimu pelukan setiap kali kamu merasa kesepian, aku siap menjadi lilin yang memberimu cahaya dalam kegelapan walaupun hanya seberkas, aku siap menjadi sandaran ketika kamu terjatuh. Walau pada akhirnya.. akupun harus siap jika suatu saat nanti kamu pasti akan melupakan ku dan meninggalkan ku.

Tidak kah kamu terlalu sibuk untuk mencintai aku dan dirinya? tidak kah hati mu terlalu penuh mengisi dua cinta sekaligus? tidak kah kamu menyadari ada sesorang yang terluka? tidak kah kamu berfikir bahwasannya aku berpura-pura tidak tahu tentang kamu dengan dia, sedangkan dia tidak pernah tahu menahu tentang kita. Jika suatu saat nanti dia tahu, apa yang akan kamu lakukan? melupakan ku? meninggalkan aku begitu saja?. Jika datang hari itu, aku sudah siapkan berbagai obat yang mungkin akan membungkus luka ini, luka yang sedikit demi sedikit akan mengiris dan melubang kan hati ku.

Hati kita hanya satu. Perasaan kita sama. Cinta sejati lah yang akan memilihnya. Tetapi dengan mencintaimu, separuh kebahagiaan telah ku genapkan. Separuhnya lagi, engkau lebih tahu daripada aku. Hidup itu terlalu ironis. Saat aku mengetahui bahwa kamu mengirimkan ucapan selamat pagi dan panggilan "cantik.." itu bukan hanya untuk ku saja. Cintai aku sebaik engkau mampu, sebab segala kebaikanmu telah lebih dari cukup bagi hidupku. Bahagia ku cukup karena keajaiban, keajaiban mengetahui bahwa pagi telah datang dan kau masih mencintaiku. Terlalu naif rasanya aku harus menuruti semua ego ku dan memaksamu untuk memilih.tidak sayang.. aku tidak akan sanggup melakukan itu, karena apalah arti kehadiran ku yang singkat ini bisa memberi mu kebahagiaan jika dibandingkan dengan dia yang sudah lebih dulu menemanimu.

Kesabaran ku adalah tempat dimana duka berbaring lelah, sedangkan menunggu adalah tempat dimana suka kehilangan kebahagiaannya. Aku tidak butuh kata terucap, kadang jawaban bisa terbaca melalui sikap mu. Cinta, tidak mengajariku sesuatu. Ia hanya memaafkan kebodohanku. Aku bahagia dengan caraku sendiri, sayang.. Tetapi, cepat atau lambat kamu tidak akan bisa menyimpan rahasia, yang telah dijatuhkan air mata. 

Rabu, 19 September 2012

Life Would be Perfect If..

Diposting oleh Unknown di 21.48 0 komentar

  • Sweatpants were always sexy
  • Junkfood was healthy
  • Nothing was regrettable
  • Monday were FUN
  • Guy's weren't confusing
  • Drama didn't exsist
  • Goodbyes were only meant until tomorrow
  • Wishes come true

Selasa, 18 September 2012

Random Thought I

Diposting oleh Unknown di 22.27 0 komentar
I act like such a happy person. But deep down, I am not... I know people  have it worse than me, but I still have troubles of my own..

And when night gives you that pressure on your chest, the same with the one hits you when you dive, you know you need to sleep. badly!

Minggu, 16 September 2012

You Are..

Diposting oleh Unknown di 20.37 0 komentar
You are the books you read, the films you watch, the music you listen to, the people you meet, the dreams you have, the conversation you engage in. You are what you take from these. 

You are the sound of the ocean, the breath of fresh air, the brightest light and the darkest corner. 

You are a collective of every experience you had have in your life. 

You are every single second of every single day. 

So drawn yourself in a sea of knowledge and existence. 

Let the words run through your veins  and let the colours fill your mind. 

Behind the scene videoklip “Sarasvati – Story of Peter”

Diposting oleh Unknown di 18.50 0 komentar

02 Maret 2012, Oleh Nasrul Akbar.
Pada tanggal 1 Maret 2012 yang lalu, Band Sarasvati melalui sarasvatimusic.com akhirnya mengeluarkan video klip untuk salah satu lagu mereka yaitu “Story of Peter”. Bagi yang belum melihat video tersebut bisa mengaksesnya melalui link berikut ini:Video Sarasvati – Story of Peter. Apakah saya akan mengulas video tersebut? Tentu saja tidak, karena rekan saya Frnss sudah melakukannya di link berikut ini: Review Video Saravati – Story of Peter.  Untuk kali ini saya akan mengulas apa saja yang terjadi saat proses pembuatan video tersebut. Tanpa banyak berbicara lagi mari kita mulai.
Konsep simple dan minimalis yang di buat oleh sang sutradara Nanda Febriansyah, membuat proses pengambilan gambar untuk video tersebut tidak memerlukan banyak waktu. Kurang lebih 1 hari penuh yaitu pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2012, Febian Nurrahman saktinegara selaku Director of photography (DOP) merangkap editor video, berhasil mengambil stok gambar untuk video tersebut dengan bermodalkan satu buah kamera DSLR saja. Sedangkan untuk lokasi pengambilan gambar dipilih 4 lokasi utama yaitu: Jalanan komplek, Halaman depan dan Ruang tamu rumah No.16 di jalan Ermawar,Bandung., serta Taman Kemuning.
Timeline pengambilan gambar untuk video
10.00     Make up talent video (risa dan steven)
11.00     Pengambilan gambar pertama di lokasi luar rumah
11.30     Pengambilan gambar di jalan
12.00     Pengambilan gambar terhenti karena hujan
13.00     Pengambilan gambar dilanjutkan
13.30     Istirahat dan talent video, alison datang di lokasi
14.30     Pengambilan gambar di taman
15.30     Pengambilan gambar di dalam rumah
17.30     Make up talent video (alison)
18.30     Pengambilan gambar terakhir di dalam rumah no.16
Team video
Talent: Risa sarasvati, Steven, dan Alison Victoria Thackray;
Director: Nanda Febriansyah;
Director of photography (DOP) dan editor video: Febian Nurrahman saktinegara;
Make up artist: meygador sukmana;
Lighting dan  kru video: Abimanyu, Andri hartawan, Nasrul akbar, dan Ricky Arnold.
Foto-foto dokumentasi

Sekian Laporan dari saya, nantikan liputan-liputan Spacecrocodile berikutnya….
Terimakasih

Sumber : Spacecrocodile

Sabtu, 15 September 2012

If

Diposting oleh Unknown di 11.17 0 komentar
I'm probably going to fall in love with you a little if :

  • You don't realize how good looking you are
  • You employ old fashioned terms of endearment
  • You don't bat an eye when I spontaneously launch into in different voice or accent in the middle of a sentence
  • You smell like something incredible from my childhood
  • You have enermous dreams

  • You distract me from my "real" life
  • You know how to listen
  • You are self deprecating, but it come across as funny, not uncomfortable

  • We can't stop laughing around each other
  • You fall in love with me a little

Jumat, 14 September 2012

Waves

Diposting oleh Unknown di 22.59 0 komentar
They come like waves, these feelings. 
With no regular pattern yet they are destined to come wheter I like it or not. 
At times that can't be guessed.
I am a step away from what I feared, yet surpringsly longed for; madness.

In silence I find my peace...

Kamis, 13 September 2012

Past Tense

Diposting oleh Unknown di 22.27 0 komentar
Far back to the past, when things have just about to end and the rest haven’t yet begun. When decisions haven’t made, and pieces were still scaterred.
When stars were still the compass, and snow haven’t melt. 
far back to the past, where an innocence still was an innocence.

Far back to the past, where I could touch the words with my very fingers, felt them in my chest, locked them before my lips, wrote them in the air.
when nothingness was so much appreciated, and sounds were so little around I could hear my lungs breathing.
Far back to the past far back to the past, when eyes were closed, and dreams were so believable, as if I could chant spell on night and made it my servant.
That’s when things have just about to end, the rest haven’t begun. to rewind nor forward are not within my reach to ask, far back to the past..

Kata

Diposting oleh Unknown di 19.54 0 komentar
Mungkin dunia pernah masih sedemikian sepinya. Adam belum ada. Sunyi mengisi kosong dalam hampa; huruf-huruf masih menjadi milik Tuhan.
Lalu, dihembuskan ruh pada sang ayah manusia-manusia. Aksara per aksara dibisikkan padanya, menjadi untai kata, mengurai apa maknanya, menarik berbaris-baris kalimat purba, mengisi hati dan akalnya dengan pengetahuan tentang semesta yang terbentang menjadi ujung-ujung dunia. Apa yang mengisi di antaranya. Tentang surga dan neraka. Tentang kaum-kaum yang tidak kasat mata. Tentang atom dan molekul. Tentang Ia yang mencipta semua. Tentang ia yang diciptakan-Nya dari tanah dan bangga.
Setelah langit dibuka lebar, dan Ayah serta Ibu tinggal di bumi, lebih banyak aksara ditumpahkan dari singgasana ia sang Maha Kata. Seperti hujan, namun bukan air yang tumpah ruah, tapi huruf-huruf tiada habis. Berjatuhan dengan gemuruh riuh rendah. Bersemayam dalam benda-benda, menjadi nama-nama. Mengakar urat dari rumput hingga pepohonan di empat penjuru. Menjadi gunung dan tanah, menjadi cahaya dan api, menjadi sungai dan air, menjadi badai dan angin. Menjadi singa, rusa, dan elang. Menjadi terang dan gelap. Menjadi warna. Menjadi rasa. Menjadi hari. Menjadi semua yang ada pada Ayah dan Ibu, menjadi cinta mereka, menjadi hasrat mereka, menjadi sedih dan gembira mereka. Menjadi manifestasi keberadaan mereka yang pertama kali melisankan dunia.
Hingga kini kata penuh menyeruak di sana sini. Penuh sesaki dunia dengan suara membeludak membahana kemana telinga mendengar. Tidak berhenti turun sebagai hujan, melainkan menderu badai, menenggelamkan dunia dalam gelimang makna yang bahkan beberapa tidak sempat terdefinisi dan lahir sempurna.
Sedemikian ramainya. Hingga lama setelah Ayah dan Ibu tiada, manusia tidak lagi membaca. Mereka lupa, menghambarkan segala. Mereka menerka rasa-rasa yang dulu pernah diucapkan sangat kental dan penuh, namun seperti oase yang mengalah pada teriknya matahari sahara, mengering hingga tidak bersisa.

Sabtu, 01 September 2012

So?

Diposting oleh Unknown di 21.50 0 komentar

(Pura-pura) Utuh

Diposting oleh Unknown di 21.45 0 komentar

Masih terasa, sebenarnya masih ada. Di sini. Masih di tempat yang sama.
Sebenarnya di sini masih menangis.
Sebenarnya di sini masih sakit.
Sebenarnya di sini masih ada, tempat yang sama, hanya kali ini terasa berbeda.
Bukan, bukan karena dia.
Sebenarnya aku pura-pura.
Pura-pura tidak mencintaimu…

4 Words I Never Want to Hear

Diposting oleh Unknown di 21.37 0 komentar

  • I don't love you
  • You're diagnosed with cancer
  • I found someone else
  • It was never real
  • We need to talk
  • You're going to die
  • Your ______ is dead
  • You can't have kids
  • I don't remember you
  • Let's just be friends
  • We can't be together
  • I never loved you
 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos