Selasa, 16 Desember 2014

Anugerah Terindah ku

Diposting oleh Unknown di 11.36 0 komentar
Dari awal pernikahanku, aku sama sekali tidak menunda kehadiran bayi mungil, justru aku ingin cepat-cepat ada si mungil. Aku yang terlalu bersemangat menguji di tespack padahal hasil masih negatif. Aku kecewa. Berminggu-minggu aku tunggu belum juga hadir. Sampai akhirnya aku merasa takut akan sesuatu, karena sejak aku menikah, siklus menstruasiku kacau. Pikiran ku tiba-tiba sudah jauh kemana-mana soal rahim ku, Tapi alhamdulillah suamiku selalu menguatkan aku. Dan akhirnya suami ku mengajak periksa di RSIA Hermina. Melihat banyak para ibu yang sedang hamil, aku hanya terdiam dan berbisik kepada diriku sendiri "kapan aku bisa seperti mereka, Ya Allah?". Tapi semua ketakutan ku akhirnya hilang saat nama ku dipanggil perawat dan aku kunsultasikan semuanya ke dokter. 


Alhamdulillah rahim ku tidak ada masalah sama sekali, bahkan dokter bilang rahim ku sedang masa subur (bisa dilihat sel telur ku sedang berada diluar). Akhirnya aku bisa bernafas lega. 

Aku dan suami tidak henti-hentinya untuk selalu berikhtiar. Sebulan aku telat menstruasi, ketika aku cek hasilnya masih negatif. Hmmm yaudah aku tetap bersabar menunggu waktunya. Pertengahan bulan oktober, aku kembali cek dengan testpack. Karena perkiraan ku sudah telat hampir 2 bulan. 


Alhamdulillah wasyukurillah... Aku sudah positif dan diberikan kepercayaan oleh Allah untuk menjadi ibu :')) bahagianya tidak bisa digambarkan.. Aku akan menjadi seorang ibu!! Subhanallah... :')) 
Langsung aja aku kirim gambar itu ke suamiku, dan bukan main dia bahagianya.. Merasa tidak percaya bahwa akan menjadi seorang ayah :'))


Ini hasil USG anakku yang masih berusia 8 minggu.. Masih kecil banget ya :))

Banyak yang bilang, lebih baik di test nya ketika usia kandungan 4 bulanan.. Karena biasanya ketika sudah tau akan hamil, mulailah si ibu merasa mual dan pusing. Dan benar saja! Aku mengalaminya.. Mungkin karena sugesti atau memang benar. Trisemester pertamaku benar-benar membuat aku pusing. Aku selalu mual tiap pagi, asupan makanan tiba-tiba berkurang (aku malas makan), pusing, lemas, dan untungnya aku tidak merasakan mabok yang parah seperti muntah-muntah, hanya mual yang parah aja. Tapi mual yang parah biasanya aku makan jeruk atau mangga muda. Simple. Alhamdulillah suami ku mau menuruti makan ku yang terkadang suka aneh. Tapi kalo aku makan ngga sesuai yang ngga aku mau, ya ngga aku makan. Makanya suamiku bela-belain banget tengah malem beliin sate padang atau kwitiaw goreng untuk ku :p 

Dan lucunya tiap kali aku lewat warung pecel ayam/lele bawaannya mau muntah karena ngga sanggup mencium bau minyak gorengnya. Yaa karena penciuman ku saat hamil jauh lebih sensitif lagi.. 
Masalah ngidam?? Hmm kalo ngidam sih macem-macem.. Dari awal hamil aku pengen banget makan jeruk mandarin yang kecil itu loh.. Duh jelas-jelas belom musim ya. Belom lagi aku tiba-tiba pengen naik pesawat, kemana aja yang penting naik pesawat (dan yang 1 ini yg buat suamiku geleng-geleng). Dan masih banyak lagi.. Tapi masih sewajarnya sih ngidam aku.. 

Saat memasuki trisemester ke 2 rasanya agak sedikit lega. Napsu makan ku agak naik, dan ngga merasa mual lagi. 

Saat di USG, anakku sudah gerak-gerakan badannya. Aku yang melihat masih tidak percaya ada makhluk mungil didalam perutku :')) subhanallah... Air mata ku hampir jatuh saat melihat anakku bergerak :''))) suamiku pun merasakan yang sama, tapi tiba-tiba suamiku bilang "anaknya gerak-gerakin tanggannya kaya mau wallclimbing gitu.. Ntar abang ajarin anaknya wallclimbing, kan ayahnya udh jd pendaki gunung.." .  -___________-"

Sudah kurang lebih 4 bulan aku mengandung anakku. Kemarin, 13 desember 2014 aku dan suami mengadakan acara syukuran 4 bulanan. Karena pada saat 4 bulan itulah ruh anakku ditiupkan :')) 
Semua berkumpul untuk mendoakan anakku, nenekku, mamaku, ibu mertua dan kakak-kakakku.. Alhamdulillah.. 

Selama masa kehamilan ku, anakku benar-benar pintar. Aku sama sekali tidak merasakan mabok parah seperti orang-orang. Bahkan awal kehamilan aku minum coca-cola (karena belum tau kalo udah hamil :p). Hanya beberapa makanan tertentu saja yang aku ngga mau makan jika aku sedang tidak mood makan makanan tersebut. Lagi-lagi suami ku mau membelikan apa saja makanan yang aku minta asalkan aku makan. 

Saat ini aku hanya tinggal menunggu USG berikutnya untuk mengetahui anakku laki-laki atau perempuan hehehee... 


"Ya Allah periharalah anakku ini selama ia berada didalam perutku, Engkau yang menyembuhkan, tidak ada penyembuhan selain penyembuhanMU. Ya Allah rupakanlah atau bentukanlah ia yang ada diperutku dengan rupa yang baik dan tetapkanlah didalam hatinya iman kepada Engkau dan kepada RasulMu."

Minggu, 09 November 2014

Suara hati

Diposting oleh Unknown di 15.19 0 komentar
Hidup itu aneh..
Kadang kita hampir lupa menangis saat kita tertawa. Kadang kita hampir lupa tersakiti saat sedang jatuh cinta. Kita tidak pernah tahu kapan air mata ini keluar dan jatuh menetes. Saat waktu itu datang, yang bisa kita lakukan adalah meratapi kesedihan yang tidak pernah berujung. Kesedihan yang membuat dada ini sesak. Kesedihan yang membuat kita hilang akal. Kesedihan yang membuat kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah membuat kita bahagia. Tapi kita lupa akan satu hal, disaat kita bahagia, pernah kah kau mengingat Tuhan mu? Lalu dengan mudahnya disaat kau menderita, seakan bahagia tidak pernah memihakmu, kamu menyalahkan Tuhan? 
Yang membuat semua terasa sulit adalah cara pandang kita. Andai saja tidak pernah terciptanya luka. Andai saja saya lupa pernah terluka. Andai setiap kenangan pahit bisa terhapus dalam memori kita. Bahagia bukan?

Selasa, 14 Oktober 2014

Lalu apalagi?

Diposting oleh Unknown di 12.00 0 komentar
Dear blog.. 
Rasanya udah lama banget aku ngga ngeposting ya? Banyak cerita yang ingin aku bagi soal beberapa sisi hidup ku kali ini. 

Keputusan ku untuk resign dari kantor sudah bulat. Dengan beberapa hal yang kurang menyenangkan terjadi ditempat ku bekerja dan terlebih keadaan seperti itu membuat aku udah ngga nyaman sama sekali untuk bekerja. Setiap hari maleess banget buat ke kantor! Hheuuhh.. Untung lah aku selalu diskusi ke suami soal permasalahan ku ini, dan suami ku memberikan solusi yang baik. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk keluar. 

Suami ku selalu berfikir "Rejeki itu dari mana aja dateng nya, dek". Jadi dengan perasaan yakin aku langsung mengurus surat resign ku. Tapi ya gitu, ada aja yang buat aku kesel sama orang kantor ku. Rasanya mau ngamuk aja Rrrrrghhh untung udah mau keluar dan ga ketemu mereka lagi. Ogah juga sih kalo suatu saat ketemu mereka. And finnaly aku resmi keluar akhir september kemarin ffiuuhh.. Keluar dari perusahaan yang isinya orang-orang berfikiran kerdil semua, ngga akan aku merasakan kemajuan jika aku tetap di zona aman. 

Rencana ku kedepan adalah ibu mertua ku ingin mengajarkan aku dunia bidan. Yaa sedikit-sedikit aku belajar di klinik nya supaya nanti aku bisa buka praktek sendiri jadi bisa kerja dirumah. Setelah aku pikir-pikir iya juga sih, melihat begitu mengerikannya dunia kerja lebih baik aku bekerja sendiri dirumah jadi bisa mengurus anak dan suami juga. Tinggal menunggu tahun ajaran baru jadi aku bisa kuliah lagi ambil kebidanan. Suami ku 100% mendukung keputusan ibu mertua ku, lalu apalagi yang aku harapkan? Hehehee... Akhirnya kuliah lagi!!. Setelah keluar dari kantor, sedikitpun aku tidak merasa menyesal. Bahkan aku merasa lega bisa keluar dari tempat itu. Tapi untuk sekarang, aku masih santai-santai aja dirumah hhehehee... (--,)

Selasa, 15 Juli 2014

Satu Bulan Sudah

Diposting oleh Unknown di 10.22 0 komentar
15 Juli 2014,

Mejadi isteri itu ternyata menyenangkan yaa.. kalo kata mamas “pernikahan adalah ladang pahala untuk isteri”. Karena apapun yang kita lakukan untuk suami, sekecil apapun, mendapat pahala. Jadi ingat waktu pacaran kemarin, yang namanya jalan bareng ke mall, aku ngga pernah dirangkul, Cuma digandeng aja. Katanya “malu, ngga enak di depan umum mesra-mesraan”.. emang sih suami ku waktu pacaran kaku banget, ngga santai, aku nya jadi kebawa-bawa. Apalagi kalo aku mau manja-manjaan, susah kayanya. Sekarang? Wuhuuuu…. Bahagia nya bisa mesra-mesraan didepan umum tanpa rasa ngga enak lagi karena kita udah halal hahahaaa… yaa contohnya aja, aku suka ngeledek minta cium didepan orang, dan dia menciumku beneran. Atau ketika aku di mobil minta cium, dia pun menciumku tanpa malu meskipun kanan-kiri mobil banyak, atau ketika aku minta rangkul sekalipun dia mengiyakan bahkan lebih mesra. Indah yaa.. jujur aja, mesra-mesraan dengan suami jauh lebih bahagia.

Suami ku.. menjadi pemimpin kemana rumah tangga ku ini. Soal momongan, aku ngga menunda-nunda sama sekali, setidaknya aku dan suami sudah berusaha, dan sisanya kami tawakal. Suami ku sedikit keras jika aku melakukan kesalahan, dan akupun menyadari bahwa aku melakukan kesalahan, tapi aku menerima, karena aku menurut semua perkataan/perintah suamiku selama masih dikoridor agama. Karena surga ku kini di suami ku. Bahagia nya bisa melakukan puasa bersama.. sahur bareng, shalat tarawih bareng, buka puasa bareng.. padahal setahun yang lalu masih masing-masing karena status pacar.

Satu hal yang aku pahami, bahwa menjadi isteri tidak lah mudah. Belum lagi ada kehadiran si dedek bayi nanti, akan sangat banyak tugas yang harus dijalani seorang isteri sekaligus ibu. Mulai dari hari pertama aku masuk kerja kembali, aku sudah mulai mengerjakan tugas menjadi seorang isteri. Menyiapkan pakaian suamiku, memasak sarapan untuk nya, menyiapkan bekal untuk nya. Dan setelah aku pulang kantor, aku harus menyiapkan masakan untuk makan malam, membuatkan kopi, menyiapkan makan malamnya dan jika semua sudah selesai, barulah aku bisa tidur. Saat suamiku melihat aku kelelahan, dia tidak sungkan untuk membuatku tersenyum kembali. Dan  semua terasa ringan.

Jadi ya gini, ditempat tidur aja ngga bisa jauh x)

Tidur di pelukan suami ku adalah hobby ku sekarang, ternyata enak hihihiiii… dan suamiku pun jika aku tidak tidur dipelukannya, dia dekatkan bantalnya dengan kepala ku, tidur pun ngga mau jauh yaa.. hmmm…aku paling takut banget kalo dengar lolongan anjing tengah malam, atau suara petir tengah malam ditengah hujan besar. Dan sekarang kalo aku terbangun karena mendengar lolongan anjing, suamiku langsung mendekap ku suapaya aku bisa tidur kembali. Bahkan kita bisa saja mengobrol diatas tempat tidur sampai pagi, apapun kita bicarakan. Satu hal kecil itu saja bisa memberikan ketenangan.. sampai aku lupa bahwa aku sudah menjadi isterinya, karena yang kita lakukan masih kebiasaan waktu pacaran dulu :D


Yaa.. begitulah awal pernikahan ku.. satu bulan menjadi seorang isteri dari Wahyu Sulistio. Lelaki yang dengan sabar mendidik ku menjadi isteri yang sholehah.. lelaki yang selalu dan selalu mengerti kelemahan ku. Apapun yang terjadi nanti, aku percaya semua terjadi karena kehendak Allah.. apapun yang terjadi nanti semoga menjadikan ku menjadi lebih dewasa, aku percaya, setiap hari adalah fase kehidupan kita. 

Jumat, 11 Juli 2014

The Day

Diposting oleh Unknown di 11.42 0 komentar


15 Juni 2014,

Speechless banget rasanya mau cerita soal hari pernikahan kemarin. Baru ada waktu untuk ngetik blog dan bingung juga mau cerita dari mana hahahaa…

Hmmm mulai dari pagi ketika aku buka mata di hari pernikahan ku. Tidurnya Cuma sebentar banget, dan benar apa kata teman-teman ku “yakin deh ga bakalan bisa tidur! Gue aja cm bisa merem 1 jam doang, tau-tau udah subuh” aku? Cuma tidur 2 jam! Huaaaahh kebayangkan gimana mata panda mau jadi pengantin? Semakin mendekati hari H emang semakin ngga bisa tidur, entah bantu beres-beres rumah, entah ngeliatin orang-orang yang pada ngedekor rumah, atau sekedar tiduran diatas kasur tapi ngga ngantuk-ngantuk juga. Waktu bangun pagi itu juga dibangunin sama mama hahhaaa.. langsung aja ambil air wudhu buat sholat subuh karena udah jam 5 pagi, sedangkan akad aku jam 9 mwehehehee…

Perias nya dateng pas banget jam 6, kebetulan yang merias aku masih keluarga dari pihak si mamas. Emang rada susah buat nyari adat aceh, katanya ngga semua orang bisa ngerias adat aceh, kalo kaya adat jawa, sunda dan lain-lainnya itukan udah biasa disetiap salon. Karena mamas orang aceh, maka jadilah aku nanti pake adat aceh dengan riasan kepala yang berat (katanya kaya sunting padang gitu). Selama dikamar saat dirias wajahku, aku Cuma bisa terus istighfar dan berdoa semoga dilancarkan semuanya, daaaaaaaaaaann mulai deg-degan yang ngga karuan, aduh! Padahal dari kemarin-kemarin aku ngga ada deg-degannya sama sekali. Mau hubungin mamas, tapi pasti dia juga lagi sibuk. Dari kemarin kita ngga ada konrak-kontakan sama sekali.

Aku Cuma diem mematung saat muka aku di corat-coret uci yus (panggilan periasnya), dan jam 8 rombongan keluarga lelaki sudah mulai jalan dari rumah, meskipun rumah kami hanya beda blok aja, tetep aja kan ga boleh telat.. dan ya.. keluarga lelaki di arak dengan marawis hihihiiii… bakal jadi tontonan se-RW kan. Aku dikamar ngga ada henti-hentinya buat terus berdoa dan menahan tangis. Aku merindukan ayah ku.. andai ayah ada disini, disampingku, dan bisa menikahiku. Walaupun sebenarnya aku yakin ayah ku ada disini hari ini menyaksikan aku menikah :’)) Untunglah ada kakak ku yang menemani ngobrol didalam kamar sambil menunggu keluarga mamas datang, dan dia juga yang nanti mengantarkan aku keluar kamar menuju meja akad.

foto sebelum akad dimulai,
keliatan bgt gimana nervous nya muka aku
Setelah semua sudah siap, aku diantarkan keluar kamar bersama kakak, ngga nyangka banget hari ini aku ijab Kabul. Hari ini semua tanggung jawab ibu ku sudah berpindah menjadi tanggung jawab suami ku. Aku yang duduk disebelah si mamas, hanya bisa tertunduk menahan deg-degan yang semakin kencang, tapi lucunya si mamas malah menggoda aku dengan candaan kecil yang membuat aku menahan tawa. Sampai akhirnya mamas membacakan ijab Kabul dihadapan semua orang, tanpa terbata-bata dan dengan suara yang lantang. Alhamdulliah… aku sudah sah menjadi isteri dari Wahyu Sulistio. Pria yang menjadi cinta pertama ku, dan aku wanita yang menjadi cinta pertamanya. Prosesi akad nikah berjalan lancar walaupun sebelumnya hujan turun deras tapi akhirnya berhenti juga.

Dan yaa… setelah prosesi ijab Kabul, waktunya untuk foto-foto bersama seluruh keluarga..


Ini si mamas, foto sebelum akad

Alhamdulillah SAH... :)

Aku nya ngga kuat berdiri karena kesemutan hhahaha x))





mamas pasang cincin ke jari  manis 




Yuhuuu.. udah punya buku nikah!

Pemberian mahar seperangkat alat sholat

Keluargaku

Keluarga baru ku :')

Setelah itu, aku dan mamas..ehm.. suami ku, ke kamar untuk berganti busana adat aceh.

Semua teman-teman terdekatku datang memberikan doa dan restu dihari pernihakanku. Mulai dari teman SD, SMP, SMA, Kuliah, Kantor dan bahkan beberapa lelaki yang pernah ada di masa laluku. Hmmfhhh baru segini aja yang bisa aku tulis, foto-fotonya juga masih yang ada dihape soalnya foto-foto resminya belum jadi huhuhuuu….

Senin, 02 Juni 2014

Our Engaged Day

Diposting oleh Unknown di 16.33 0 komentar
11 Mei 2014

Pagi hari ketika aku membuka mata rasanya rumah ku sudah sibuk dengan keluarga ku yang sedang mempersiapkan untuk hari ini. Hari lamaran ku. Siang hari nya dia dan keluarga nya datang ke rumah ku bermaksut menyampaikan niat baik untuk meminang ku. Aku yang sedari tadi hanya duduk di dalam kamar, mata ku menerawang isi kamar, dan tiba-tiba meneteskan air mata. Andai ada papah hari ini.. papah pasti ikut bahagia melihat ku.. bisik ku didalam hati. Air mata yang ku tahan akhirnya jatuh juga. Aku menangis rindu akan ayah ku. Ingin rasanya memeluk ayah ku di hari pertunangan ku. Yaa Allah.. titipkan rinduku untuk papah.. kuatkan aku. Bisik ku lirih sambil menghapus air mata.

Tidak lama kakak ku mengetuk pintu kamar ku untuk menjemputku agar segera keluar dari kamar karena acara akan segera di mulai. Akhirnya di mulai lah acara lamaran ku yang diawali perwakilan dari keluarga nya menyampaikan niat baik untuk meminang ku. Setelah beberapa menit berlangsung, aku hanya bisa tertunduk malu mengatakan “iya” untuk menandakan bahwa aku menerima lamarannya. Dan yaa… ibu nya menyematkan cincin di jari manis ku. Begitu juga sebaliknya, mama ku menyematkan cincin di jari manisnya.

Hari itu kebetulan mama ku memasak soto betawi makanan khas keluarga mama, hmmffhh… justru aku tidak nafsu untuk makan. Terlalu banyak yang dipikirkan untuk acara ini. Sampai akhirnya dia mengambil nasi dan lauk pauk lalu menyuruhku untuk makan berdua. Setelah ramah tamah, keluarga ku dan keluarga nya berdiskusi soal tanggal pernikahan kami.


Overall.. aku bahagia dengan hari ini. Semakin dekat rasanya aku akan menjadi isteri. Semoga selalu di permudah jalan kami.. amin.

Senin, 12 Mei 2014

The Biggest decision of your life

Diposting oleh Unknown di 11.14 0 komentar
Iyyap! keputusan terbesar dalam hidup mu adalah menikah dan tentunya memutuskan dengan siapa kita akan menitipkan sisa hidup. Sulit memang. Cinta atau perasaan saja tidak cukup, harus ada persiapan, persiapan saja tidak cukup harus ada pemantapan, dan pemantapan itu baik dari materi maupun non materi, kalau materi kadang absurd karena wacana “menikah jika sudah mapan” itu absurd, mending kalau iya mapan, kalau sampe tua tapi ga mapan-mapan?? Hehe bukan menyepelekan tapi itu true story dan terjadi pada beberapa beberapa orang disekeliling ku, yang mereka akhirnya harus menikah di usia tua tanpa kemapanan apapun. Konsep kemapanan sendiri di tiap orang memang berbeda, sampai mana orang dikatakan sudah mapan? Apakah ketika sudah punya pekerjaan dengan gaji 10 juta? Ketika sudah punya rumah? Ketika sudah punya kendaraan banyak??, jujur aku pun saat ini memutuskan menikah jauh dari mapan, tapi aku ingat janji Allah :
“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” (QS. An Nahl (16):72)
“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka.” (Al Hadits)
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡”. (HR. Hakim dan Abu Dawud)
“Carilah rezeki dengan menikah”. (HR. Ad-Dailami)

Bagi aku itu sudah cukup menjadi landasan teoritis dan landasan hukum untuk aku menikah. Menikah itu kadang harus memakai otak kanan (coba baca buku 7 Keajaiban Rejekinya Ippho Santosa). Menikah itu bukan perkara materi tapi lebih ke perkara mental. Jujur tidak ada yang siap 100% untuk menikah, tapi jika aku tidak melakoninya kapan aku mau siap??
Jika niat sudah ada, azzam sudah terucap, persiapan sudah dimulai, tidak ada kata untuk mundur, percayalah ini adalah semata-mata godaan Setan untuk melemahkan niat ibadah dan penyempurnaan agamamu. Cobaan dan godaan suka tiba-tiba datang, dari pinggir, depan, belakang, atas, bawah. Tiba-tiba mantan yang datang lagi entah dari mana padahal dia selama bertahun-tahun tidak berkomunikasi, ataukah tiba-tiba banyak yang naksir, halangan dari keluarganya apakah saudara ataupun orang tuanya (yang padahal asalnya sudah memberi lampu hijau ke kita), tiba-tiba hubungan kita dan pasangan semakin menyebalkan ketika mendekati hari-H dan beribu lagi tipu muslihat Setan yang membisiki kita dan orang sekitar kita agar pernikahan kita gagal. Siapa yang tidak ingin menikah? siapa yang tidak ingin memiliki keturunan? siapa yang tidak ingin melakukan sesuatu yang halal?. 

Dulu aku ingin menikah muda, menikah pada saat umurku 22-23 tahun. Tapi itu hanya keinginan saja, toh buktinya aku akan melangsungkan pernikahan ku pada saat umurku 24 tahun. Dulu sebelum aku bertemu dia kembali, aku enggan rasanya ingin menikah. Aku merasa bebas dengan hidupku yang sekarang. Tanpa mengurus rumah atau mengurus suami. Hidup menjadi wanita yang mandiri. Dan aku merasa hidup jauh lebih indah jika aku sendiri dan hanya mengurus orang tuaku. Tapi setelah aku bertemu dengannya, semua pandangan pernikahan yang menakutkan menjadi sesuatu yang indah. Bayangkan saja, jika seorang isteri menyediakan air minum, adalah lebih baik dari isteri itu berpuasa setahun. Makanan yang disediakan oleh isteri kepada suaminya lebih baik dari isteri itu mengerjakan haji dan umroh. Dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat kita tertegun dan menyadari bahwa apapun yang kita lakukan untuk suami adalah sebuah ibadah, ibadah kepada Allah. Selagi kita ikhlas mengerjakan itu semua karena memang sudah kewajiban isteri, semua akan terasa mudah, Insya Allah..

Menikah adalah sebuah keyakinan. Entah memang sudah rencana Allah, aku dan dia sama-sama cinta pertama, lambat laun kami meyakini bahwa kita adalah jodoh. Seperti halnya aku, entah kenapa aku yakin dengannya dari dulu. Sifatnya yang dewasa, bisa mengerti aku, dan yang terpenting menerima kekuranganku. Perjuangan kami sampai akhirnya mendapatkan restu untuk menikah bisa dibilang susah, Bersama selama 15 tahun bukan berarti tidak sedikit halangan yang datang. Tapi lagi-lagi hanya keyakinan dan kemauan untuk memperjuangan itu semua. Percayalah.. sesuatu yang terbaik itu akan datang, jika bukan sekarang, pasti nanti. Yakin saja, yang terbaik itu yang terakhir. Dan sampai detik ini pun, aku masih tidak menyangka bahwa keyakinanku selama ini akhirnya terwujud. Bahwa lelaki menyebalkan yang selalu membuatku marah pada waktu 15 tahun yang lalu adalah calon suami ku. 

"Tak ada yang lebih baik selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan, sama-sama berhenti karena telah selesai mencari. Tak akan ada yang pergi, sebab tahu bagaimana sulitnya mencari."

"Maka orang yang beruntung adalah orang yang berpegang teguh pada tali agama, ia yang berani mengambil keputusan untuk menyempurnakan agamanya."






Selamat Bertambah Umur, Aku..

Diposting oleh Unknown di 10.36 0 komentar
3 Mei 2014

Sehari sebelum aku bertambah umur, dia pulang malem karena meeting, Sebel banget! Harusnya tuh aku bisa pulang kerja bareng kan. Tapi dari sorenya dia udah ngasih tau bakal pulang telat, bahkan sampai aku udah dirumah pun dia masih dikantor. Sedih aja ngebayangin entar gimana kalo udah serumah.
“aku ngga kebayang ntar gimana kalo udah serumah, besok ulang tahun aku tapi kamunya masih sibuk belom pulang juga..”
“sabar yaa sayang.. abis aku makan malem, aku langsung pulang kok. Kamu tidur aja, ngga usah nungguin aku”
Cuma itu bbm malam itu, sampai akhirnya aku ngantuk dan tidur juga. Tengah malem handphone aku bunyi telepon, aku terbangun dan aku lihat dia yang menelepon. Karena aku masih bête, jadi ngga aku angkat teleponnya. Bête banget tiap taun pasti ngucapinnya lewat telepon terus, pikirku.

Buka mata di umur aku yang ke 24 tahun..huuaaahh kebangun karena dicium jidatnya sama mama sambil ngucapin ulang tahun :’)) pas aku ngecek handphone ada 2 misscall dari dia dan beberapa bbm dari teman-teman dan terutama ada dia juga. Aku buka bbm dari dia.
“bidadari surganya aku, happy birthday yah. Semoga dikabulkan semua keinginannya sama Allah. Semoga kamu makin sayang sama aku. Aku ngga bisa kasih apa-apa, aku Cuma mau ngirim bunga buat kamu. Tapi kamunya capek banget, diteleponin ngga bangun-bangun. Bangun tidur langsung cek ke depan ya, diatas bangku. Mudah-mudahan bunganya ngga ilang yah.. cinta kamu banget..”
Aku langsung kaget dan loncat dari kasur cepet-cepet ke teras depan. Daaaann.. ada bucket lily dari dia!!! Aaaakkk seneng banget rasanya.. iya. Seneng banget meskipun dia sibuk sama kerjaannya tapi masih disempetin beli bunga. Kabayang ngga sih dia udah capek banget tapi masih sempetin beli bunga kesukaan aku?mwihihihiiii… aku langsung ambil handphone buat telepon dia bilang makasih udah dibawain bunga.

Sebelumnya..
Ternyata setelah aku kepo banget gimana bisa dia ngasih bunga, jadi gini.. dia awalnya bingung mau beli kue ulang tahun aku dimana karena udah tengah malem gitu mana ada toko kue yang buka. Akhirnya dia Cuma beli bunga lily kesukaan aku. Begitu dia sampai dirumah jam 11 malem, dia bersih-bersih terus ganti baju pake kemeja warna hitam kesukaan aku. Dia berdadan rapi, jalan kaki dari rumah dia kerumah aku (karena motornya udah pada dirantai) dan kebetulan rumah kita Cuma beda beberapa blok aja. Pas didepan rumah aku, dia mencoba untuk telepon aku berkali-kali, mulai dari handphone blackberry, sampai handphone yang iphone tapi ngga aku angkat-angkat. Dia menunggu lama berharap aku keluar dan dia memberikan bunga lily nya lalu mencium keningku tepat tengah malam. Tapi karena aku ngga bangun juga, alhasil dia memanjat pagar rumah ku dan menaruh bunga lily nya di bangku teras rumahku hahahahhaaaa…. Seandainya yaa.. seandainya aja aku bangun, mungkin akan terjadi episode yang kayak di ftv x))

On the way to Holicow Steak

yaa namanya juga lagi ulang taun, jadi ibu peri sehari di Holicow steak (--,)
Agak menyesal sih.. tapi yaudahlah ya mau gimana lagi. Siang harinya aku bersiap-siap pergi ke undangan temennya pacar yang nikah didaerah cipinang, ngga lama sih aku disana. Makan disana juga Cuma sepiring berdua, karena rencananya mau dinner di Holicow steak mwehehee.. tanpa berlama-lama disana aku dan pacar langsung aja meluncur ke kelapa gading. And yes, kita sampai di holicow steak, yuhuuuu… ingin rasanya minta hadiah sesuatu, tapi semua keinginanku untuk acara pernihakan sudah terpenuhi sama dia. Bahagia sekali hari ini dari pagi sampai malam aku bisa menghabiskan waktu bersamanya. Dan.. hari ini dia benar-benar memanjakan aku! Ahh thanks God!

Senin, 05 Mei 2014

Selamat Bertambah Umur, Kamu..

Diposting oleh Unknown di 13.37 0 komentar
26 April 2014,
Dua hari sebelum akhirnya kamu bertambah umur, sering banget namanya kita berdebat. Makin deket sama hari H, justru semakin banyak cobaan yang bikin suasana hati tuh jadi sensi, emosi dan ngotot. Ahhh.. entahlah karena factor kita sama-sama stress atau memang jd ‘kebiasaan’ para calon pengantin. Selama dua hari itu kita ngga sama sekali kontak-kontakan, sekedar bbm, sms, atau telepon sekalipun, ngga. Kesel banget sih emang digituin, tapi mau gimana lagi.. emang kita masih emosi juga kan. Meskipun ujung-ujung nya aku luluh juga karena bbm dari ibu nanya kenapa dia ngga bangun-bangun juga, terus yaa aku juju kalo kita emang lagi berantem. Hmmfhh… ibu malah bingung udah mau nikah masih aja berantem, yaudah akhirnya ibu menyuruh aku untuk mengalah juga. Tapi sebelum aku menghubungi dia, tiba-tiba handphone ku bunyi tanda whatsapp masuk. Dan ternyata dia mengirimkan pesan “Minggu depan unyil nikah, minggu depannya lagi aku dan keluarga kerumah kamu untuk ngelamar, terus sebulan kemudian ku pinang kau dengan Bismillah.. please follow up”. Aku yang saat itu langsung membaca, langsung makin marah dan kesel. Gimana ngga, dia lebih inget merit temen nya dari pada ulang tahun aku. Shit. Dan mulai lagi dengan debat lewat whatsapp. Sampai sore pun dia yang masih mengirim pesan dengan baik-baik, tetap saja aku balas dengan ketus.

Yah.. biar bagaimanapun besok adalah hari lahir dia. Aku ingin buat sedikit kejutan. Jadi aku putuskan setelah keluar kantor aku membeli kue ulang tahun, meskipun gerimis yang lumayan deras tapi yasudahlah.. aku akhirnya membawa kue ulang tahun dengan motor ku. Begitu sampai dirumah, kue nya agak sedikit rusak L wajar aja sih aku bawanya naik motor kan huhuhuu… tapi tenang, langsung aku benerin lagi letak coklat-coklatnya itu. Setalah lumayan ketiduran sejam untuk nunggu jam 12 malem, akhirnya aku dijemput sama adiknya. Takut banget ketauan dia, ngga lucu banget kalo sampe ketauan kan. Begitu sampai dirumahnya yang ngga jauh dari rumah aku, aku sembunyi dikamar ibu.

Jam 12 kurang aku langsung menyiapkan lilin dan naik kelantai 2. Aku tahu kayanya dia udah tidur karena lampu kamar sudah mati. Tanpa aba-aba aku langsung membuka kamarnya yang gelap dan bilang “Happy birthday honey” walau[un muka msih bête sih hahahaa… dia yang lagi tidur lama banget buat ngumpulin nyawanya. Dengan muka datar dan Cuma bilang “makasi ya sayang..” and that’s him. Senyum-senyum ngga jelas ngeliat aku bawa kue. Fiuuuhhh… akhirnya yaa hati kita baikan lagi. Jujur aja, aku baru kali pertama bawa kue ulang tahun kerumah cowok. Kalo ngga karena calon suami, aku sih ngga mau banget! Hahahaaa…  
and here we are..

tengah malem jadinya ngga sempet pake jilbab :|
Setelah make a wish, tiup lilin dan dia mencium kening aku sambil berbisik “makasi ya sayang” dan aku hanya menjawab “iyaa sayang” dengan wajah memerah karena malu. Setelah memotong kue yang akhirnya aku dipaksa makan karena disuapin sama dia, lama-lama ngantuk juga. Yaa..namanya juga tengah malem. Jadilah aku tidur dikamar dia karena aku jadi malas pulan kerumah lagi hahahaa… tapi dia jadi tidur diruangan pasien (kebetulan rumahnya ada klinik). Sebelum tidur ngga lupa pacar nyuruh aku supaya ingetin besok bangunin pagi karena kita udah janji mau ketempat undangan. Dan hari ini, 26 april 2014 kita habiskan ke tempat undangan.. ngga ada dinner, ngga ada nonton. Lagi-lagi masih ngurus soal hari H. Tapi, aku cukup bahagia dengan membuat si mamas seneng dihari ulang tahunnya.


"Hari ini umur kamu 28 dan proporsi badan kamu masih sama, muka juga sama. ajaib. Forever young mamass.. Selamat ulang tahun!!"



Rabu, 23 April 2014

The Wedding; Souvenir

Diposting oleh Unknown di 17.12 0 komentar
Setelah undangan dan cincin nikah sudah, sekarang waktunya memburu souvenir nya.. tadinya tuh jauh-jauh hari pengen ke pasar pagi asemka atau ngga di jatinegara. Tapi karena aku masih nyari jadwal yang pas buat hunting, jadi kadang kalo dikantor ngga ada kerjaan aku iseng nyari di internet tempat souvenir yang murah dijakarta. Dan hampir beberapa cerita yang aku baca dari blog orang-orang, kalo beli souvenir didaerah cipinang. Tempatnya dibelakang LP Cipinang, disitu gudangnya souvenir. Semua pedagang asemka atau jatinegara ngambil dari situ barangnya. Dan yang aku baca juga, disitu murah-murah (lumayankan memangkas budget souvenir hehehe). Langsung aja setelah pulang kantor aku cerita ke pacar. Dan ternyata sepupu pacar yang kebetulan mau nikah juga rekomendasiin souvenir disitu. Hari sabtu datang, dan kita langsung ke TKP nya toko itu, namanya “Alfiandra”. Agak susah sih nyarinya karena didalem gang gitu, tapi akhirnya kita ketemu juga deh.


Alfiandra

Begitu masuk.. oh my.. tumpukan souvenir banyak banget! Semua souvenir ada! Sampe souvenir sendok sayur juga ada hahahaa… baru liat. Aku masuk kedalem buat nyari souvenir yang aku mau, kebetulan souvenir yang aku mau tempatnya eksklusif, ngga ditumpuk gitu hahahaa… masuk kedalam ruangan dan mata aku langsung kepojok ruangan itu. Untunglah ngga terlalu banyak orang didalem sini. Jadi aku bisa leluasa liat-liat. Disini ngga cuma jual souvenir aja, tapi juga buku tamu sama hantaran. tempat hantarannya juga banyak macemnya. Begitu aku liat souvenir yang banyak banget, aku cari-cari yang sreg sama hati aku, aku pilih-pilih, nanya-nanya harga, dan.. dapet! Ngga bingung kok, soalnya yang aku mau langsung ketemu. Untuk harga ngga usah khawatir, disini benar-benar murah. Soalnya langsung diambil dari pengrajinnya. Pada awalnya aku naksir banget sama gelas kaki itu, tapi setelah nanya harga nya Rp 7.000. Ngga mahal memang, tapi coba dikalikan dengan jumlah undangan? banyak kan? :D jadi aku urungkan niatku untuk memlilih gelas kaki yang tinggi itu :(

Which one??

Ini namanya surga souvenir banget. Kalo dari awal pengennya souvenir apa, tentuin dulu dan jangan sampe jadi galau pas udah sampe sini. Banyak banget macem-macem souvenir. Tadinya pacar ngasih saran souvenirnya tempat garam & merica, tapi aku ngga mau ah. Soalnya dari awal aku udah tau souvenir buat acara ini kaya gimana, egois?emang. hahahahaa… tapi setelah diskusi panjang sama pacar, dia cocok juga sama harganya (karena akhirnya bisa kurang dari harga awal), pilih motif buat souvenirnya dan nge-DP-in deh. Diskusi sana-sini sama mbak nya soal packaging akhirnya aku pilih paper bag dengan warna hitam, yeaay!! Tapi mbak nya kaget “waduh item?baru kali ini ada yang pesen warna itu, bentar ya mbak aku Tanya bos dulu ada apa ngga”. Ngga lama mbak nya bilang “ada mbak warna item, jadi ya..” dan jadilah aku pesen 600 buah souvenirnya (untuk sementara).  Mbak nya nawarin nama aku dan pacar pake warna atau ngga, aku bilang aja ngga karena kalo disablon jadi jelek. 

Alfiandra
Alfiandra
Beberapa minggu kemudian aku balik lagi buat nambah souvenir sama mama dan pacar. Mama sibuk nyari souvenir buat aku karena rencana nya souvenir tambahan ini beda. Mama kasih masukan ini-itu dan akhirnya dapet juga souvenirnya. Untuk souvenir yang ini packaging nya pake mika dan pita warna merah marun. Ngga lupa sekalian beli tempat hantaran nya juga warna coklat dan warna putih buat bedcover aku. Yihaaaa… dapet lah semuanya. Fiuuhhh… untuk acara seperti ini harus pintar buat memangkas budget karena kan bisa aja kita sisihin buat budget yang lain. Satu-satu udah lengkap, tinggal melanjutkan pencarian yang belum dapet.

Thanks Alfiandra!!
For address : Jl. Cipinang Pulo RT15/11 No.11 Cipinang Besar Utara 
                             Jaktim 13410 (021-85912177)

Selasa, 22 April 2014

Hectic Friday

Diposting oleh Unknown di 16.35 0 komentar
Sore itu terasa membosankan berada dikantor dengan menatap layar komputer setiap harinya. Tiba-tiba suara handphone ku berdering dan ternyata dia yang menelepon.

“Masih dikantor?”
“iya, bete banget” aku menjawab.
“aku jemput kekantor kamu ya entar, kita makan malem"
"dimana tapinya?" tanya ku
"aku lagi pengen makan paper lunch nih! kita ke Plaza Senayan ya”

Fiuhh.. akhirnya ada teman melepas penat. Beruntunglah kantor ku ditengah pusat kota, jadi kemana-mana yaa deket. Kebetulan juga hari ini hari jumat hehehee.. Dan tepat jam 5.30 aku merapihkan barang-barang yang ada diatas meja kerjaku. Aku terburu-buru kelua ruangan menuju lift karena dia sudah menunggu di parkiran kantorku. Tidak repot mencari mobilnya diparkiran kantor, Cuma ada pajero sport satu disana diantara innova, xenia dan avanza.

“Kusut banget muka kamu” dia meledek ketika aku membuka pintu mobilnya
“iya! Udah deh.. aku bete..”

Meskipun kejebak macet dulu di bundaran HI tapi akhirnya kita sampai di Plaza Senayan, tadinya sih mau nonton, Cuma lagi ngga mood banget, nanti yang ada aku malah tidur. Jadi kita Cuma makan di Paper Lunch aja. Ngobrol ini-itu sampai akhirnya kita muter-muter lagi nyari tas kerja buat dia. Berhubung ngga ketemu yang dia mau, kita mampir di kedai kopi Thailand. Seperti biasa, dia memesan kopi hitam dan aku hanya memesan teh tarik ala Thailand sambil ngemil roti srikaya.

“gimana banker?” celetuknya
“auk ah! Betee..mau resign aja..”

Dan blablabla..dia menasehatiku panjang lebar sambil aku melepaskan heels 12cm ku.

“kenapa?cape ya pake sepatu itu?lagian ngapain sih kerja pake sepatu begituan?”
Aku hanya bisa menjawab dengan raut wajah yang datar.

Malam itu aku dan dia berbicara gimana hectic-nya kerja dijakarta. Gimana orang mati-matian buat kerja dijakarta. Dan gimana susahnya orang mencari uang dijakarta. Tiba-tiba bunyi handphone nya berdering.

“aku mau ketemu orang dulu ya.. kamu ngga apa-apa kan pulang naik taksi? maaf ya sayang.. penting banget soalnya, proyek baru nih”
“hmmmm iya.. udah jam 9 juga kan..” jawabku lesu

Ternyata nyari taksinya diluar Plaza Senayan, katanya biar dia yang carikan aku taksi. Tidak jauh dari situ, ada taksi yang lagi mangkal, langsung aja aku dan dia turun dari mobilnya dan bilang aku mau kearah bekasi sama sopir taksinya. Yaa ngga lupa dengan ciuman dikening yang mendarat tiba-tiba dari bibirnya.
“Take care honey.. sampe rumah kabarin aku ya!”

Kututup pintu taksi, langsung saja aku melepaskan heels 12cm ku yang membuat kaki ku pegal, dan ku taruh blazer coklat tua diatas tumpukan berkas-berkas kantor. Agak menyebalkan kan sih masuk taksi Bl*e bird yang bau asap rokok dari si sopir. Beberapa menit aku diam karena menahan bau asap rokok, sampai akhirnya aku menegur sopir taksi. Tapi setelah itu kami berbincang-bincang dan sopir taksinya meminta maaf atas ketidaknyamanan ku. Seorang sopir taksi yang bernasib kurang beruntung (kata si sopir). Dia menceritakan tentang menderitanya menjadi sopir taksi jika tidak dapat uang. Ya intinya sih kita sama: sama-sama bawahan bos. Siapa sih yang mau begini? Semua orang pasti ingin menjadi bos yang dengan leluasa memerintah.

“lho.. bukannya kerja di bank enak ya mbak?” si sopir bertanya
“siapa yang bilang? Kalo masih jadi ‘kacung’ sih ngga enak mas.. hahahaa”


Selama perjalanan sampai bekasi, aku dan sopir taksi berbicara tentang pekerjaan yang susah dikota besar bernama Jakarta, phew!!. sopir itu terus saja bercerita tentang wanita simpanan bos yang sering meminta tolong untuk mengantar atau menjemputnya. Dia cerita panjang lebar dan membuatku tersadar betapa perihnya mencari sucuil uang halal dikota ini. Apa iya sebegini nya ya? pikirku. Aku melihat jam tanganku untuk memastikan jam berapa, pantas saja jalanan jakarta ngga macet, ini sudah larut. Seperti pembicaraan ku dengan sopir taksi dan dia yang panjang lebar tentang kerjaan. Intinya sih harus banyak-banyak bersyukur aja. Kadang jika aku sedang melamun dikereta (perjalanan ke kantor), aku sering melihat para pedagang kecil yang mungkin lebih pagi berangkat dari rumahnya demi bekerja. Sedangkan aku? hanya berangkat sekitar jam 5 pagi. Beruntunglah aku memiliki dia yang selalu ada untuk mendengarkan keluhanku tentang pekerjaan, dia menyuruhku untuk tetap jalanin apa yang ada didepan mata. Kalaupun nantinya aku benar-benar udah ngga tahan, yaudah resign asalkan sudah dipikirkan matang-matang dan sudah ada penggantinya juga. Malam yang sempit tapi bermakna sekali buat aku yang suntuk sama pekerjaan. Jumat ini, memberikan banyak arti buat ku.. 

Senin, 14 April 2014

The Wedding; Cincin Nikah

Diposting oleh Unknown di 14.54 0 komentar
Well, however the ring is a symbol of marriage. Dan sebuah simbol itulah yang membuat aku pusing untuk memilih yang terbaik. Hari sabtu kemarin aku gunakan untuk mencari cincin nikah di mall sekitar Bekasi sama pacar. Sebenarnya nyari cincin sih bisa dimana aja, justru mama ku menyarankan beli cincin dipasar jatinegara. Selain memang udah jadi langganan mama dari jaman dulu, disitu juga kadar emas nya bagus dan yang pasti pajaknya nggak mahal hehehee.. tapi berhubung aku dan pacar mau sekalian tuker tambah cincin lamarannya (yang kemarin aku dilamar di makam bocsha, Bandung) jadi ya nyoba aja liat-liat model cincin disana ada yang aku suka apa ngga.

Begitu sampai di parkiran, yaa namanya juga malem minggu tau sendiri kan parkiran mall kaya apa penuhnya. Untung lah langsung dapet parkir dilantai 2. Tanpa ba-bi-bu aku dan pacar langsung menuju toko emas yang kebutulan di lantai 2 juga. Setelah masuk ditoko yang sama waktu beli cincin lamaran, nci-nci tokonya langsung nanya kebutuhan kita dan langsung ditunjukkin cincin nya. Wehh.. banyak pilihan dan… aku bingung!. Nyari dari atas ke bawah sampai berkali-kali belum ada yang sreg dihati aku. Ngga usah nanya si pacar maunya yang kaya gimana, setiap aku Tanya pendapat Cuma jawab “Terserah ade aja maunya yang mana, abang tinggal bayar”. Kan nggaa gituuuuu juga.. hadehhh aku makin bingung. Yauda aku Cuma bisa bengong sambil bisik-bisik ke pacar soal model cincinnya dan nci-nci nya sibuk ngasih cincin ke aku sambil mulutnya tetep promosi betapa bagusnya cincin itu. Aku makin pusing dan ngga enak juga dia udah sibuk sama cincin yang berserakan di atas etalase hahaha…

“atau mau contoh yang emas kuning nya mbak?” celetuk nci-nya
Aku dan pacar langsung menghampiri etalase sebelahnya. Lagi-lagi ngga ada yang cocok sama selera aku. Aku Cuma bisa diem sambil mikir “yang mana yaa..” dan ujung-ujung nya “hmm yauda deh nci ntar kita kesini lagi yaa..” hahahahaa…  yaudah aku lanjutin aja nyari di toko lainnya. Tetep aja yaa ngga ada yang sreg. Aduh makin pusing deh padahal Cuma cincin doang, ya kan?. Tapi beneran deh nyari cincin nikah yang apalagi emas putih, itu susah banget. Udah 3 toko aku masuk dan liat-liat mana yang bagus tetep aja balik lagi ke toko yang pertama.

Sampai akhirnya aku masih penasaran sama contoh cincin yang emas kuning, aku perhatiin lagi pelan-pelan dan.. “nci, aku mau liat yang itu dong”. Aku nyoba pakai, aku kasih liat pacar dan Tanya pendapatnya. Aku langsung jatuh cinta! Aduhh.. dari tadi kemana aja mata aku sampai ngga keliatan cincin ini. Dan cincin untuk cowoknya juga bagus dan simple banget. Tapi sayangnya.. kalo buat emas putihnya beda model. Nci-nci nya bawel banget ngejelasin cincin nya, malah nyuruh ganti model. Tapi akhirnya aku bilang aja kalo buat cowoknya mata nya satu aja, ngga usah kaya punya aku. Baru deh si nci diem. Heeuhh.. lama nyari, lama juga nawar harga. Karna berhubung maksut aku mau tuker tambah kan. Aku udah ngga napsu lagi buat tawar-menawar sama nci-nci nya soal harga, jadi aku biarkan aja si pacar yang nawar. Sampai akhirnya dapet harga (ya walaupun ujungnya nombok gede juga sih) buat masing-masing cincin 5gram, selesai juga akhirnya nyari cincin hari ini, pheww!!

Lagi dan lagi aku ngga tau lagi harus bilang apa. Pacar yang benar-benar ingin membahagiakan aku, sampai dia mau aku paksa pakai cincin. Padahal kalo kata dia, dia ngga perlu pake cincin biar mahar aku bisa cincin dan kalung juga. That’s him.. dengan sabar menuruti semua mau aku apa untuk acara ini. dan satu lagi, aku lupa buat ngambil foto cincin nya. ahh.. yasudahlah.. udah keburu seneng duluan soalnya dapet cincin yang aku mau hihihiii... sekarang tingga nunggu di telepon sama tokonya buat ngasih kabar kalo cincin udah selesai. yap! berhubung ngga ada ukuran aku dan ukuran si pacar, jadinya kita harus pesen cincinnya deh.


Jumat, 11 April 2014

The Past will become My Future

Diposting oleh Unknown di 14.46 0 komentar
Apa yang akan kamu lakukan jika suatu saat nanti seseorang dari masa lalu mu hadir kembali dan menginginkan kamu untuk mendampingi hidupnya? Aku yakin kamu akan merasa terdiam sejenak untuk berpikir ulang apa yang sudah dia lakukan didalam hidupmu. Kamu akan menarik nafas yang panjang dan menghembuskan secara perlahan lalu menjawab “hah?” dengan wajah yang innocent. Berharap tidak terjadi apa-apa pada detik itu dan kamu berharap itu adalah lelucon yang paling tidak masuk akal. Karena itu yang aku lakukan saat dia mengucapkan “gue mau ngelamar lo taun ini”. . And Yes. He’s the same man who would merry me. The same man who I saw when I pray at mosque fifteen years ago. The same man who have the feeling same with me that you and me is a  first love. No matter how far the distance separating us at the time, and finally we meet here again, in Bandung.

Aku pernah menulis tentang dia. Aku pernah menulis seberapa rindunya aku saat aku ditinggal pergi keluar kota bahkan laut pun memisahkan jarak antara aku dan dia. Aku pernah menulis seberapa sakitnya mencintai seseorang yang tak kunjung hadir dalam hidupku saat aku membutuhkannya. Dan Aku pun pernah menulis tentang cerita saat aku dilamar dimakan boscha. Hampir semua tulisanku dengan inspirasi yang sama, dia. Kita pernah merasa kehilangan, bahkan aku merasakan yang kesekian kalinya hingga (untukku) kehilangan sudah menjadi hal yang biasa. Dia yang hobi selalu datang dan pergi dalam hidup ku. Tapi anehnya when I need help he always comes whenever and wherever I need him. Anytime.

Tapi sekali lagi, who knows Allah’s plan? Tuhan yang akhirnya menentukan semuanya. Aku hanya bisa melewati masa lalu ku dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian dalam hidupku. Tapi aku belajar, bahwasannya mereka membuatku belajar apa arti dari kesetiaan dan kepercayaan.  Bahwasannya hidup bukan selalu tentang cinta. Bahwasannya hidup merupakan fase dimana kita terus belajar menjadi yang terbaik. Dan pada akhirnya kita akan menemukan orang yang tepat dalam hidup kita. Jika memang Tuhan menghendaki, kenapa tidak?. Percayalah, dalam hidup tidak selalu berisi cerita tentang orang yang membuat hatimu sakit. Belajar mengambil sikap bahwa semua itu proses pembentukan diri menjadi yang lebih baik. Aku tidak tahu apa-apa tentang hidup, tapi ini yang aku jalani; berusaha mengambil arti dari setiap kejadian.
Tidak dipungkiri, aku sering merasakan sakit tentang cinta, tentang merelakan lelaki yang pindah ke lain hati, tentang lelaki yang menjauh hingga pergi dan tidak kembali, tentang lelaki yang merubah diriku sebenarnya dan membuat aku menjadi apa yang dia inginkan, tentang lelaki yang membosannkan hingga aku yang menjauh, tentang lelaki yang terlalu keras dan pada akhirnya kita berpisah, tentang lelaki yang aku tinggalkan tanpa sebab. Dan mereka lah yang membuat aku seperti sekarang. Mungkin, jika aku tidak merelakan mereka, aku tidak akan seperti ini. Terjebak di dalam hubungan dengan orang salah itu menyebalkan. Cobalah berfikir realistis, karena apapun yang lelaki itu punya (wajah, harta, title, atau apapun) tidak akan menjamin hidupmu bahagia jika kamu merasa tidak nyaman dengan hubungan yang kamu jalani. Memutuskan sesuatu didalam hidupmu adalah hak mu. Bahkan memutuskan dengan siapa nantinya kamu akan menghabiskan waktu seumur hidup pun, itu hak mu.

Memang, hidup tidak selalu Happy Ending tapi setidaknya berada disamping orang yang tepat membuat kamu merasa kamulah Happy Ending-nya. Seperti halnya dia yang aku selalu aku tanyakan “kenapa milih gue?” dan dia menjawab “karena cinta”. Jika aku tanyakan lagi mengenai cinta, ini yang dia akan katakan: “ngga tahu”. Aku menyadari satu hal; cinta sejati itu tidak pernah ada alasan. Tidak ada alasan mengapa-aku-mencintainya. Sampai detik inipun jika aku menyinggung “kalau kita ngga jodoh gimana?” dan dia menjawab “ngga mau tau. Gue Cuma mau elo. Titik. Awas aja lo kabur”. Lucu ya… dia tetap bersikeras bagaimanapun caranya, aku harus menjadi cinta terakhirnya. Lelaki yang memperjuangkan aku untuk membuatku bahagia. Lelaki yang menerimaku dengan segala keterbatasan ku. Lelaki yang mencintaiku dengan sederhana.


Sesederhana saat kita menghabiskan waktu bersama sambil menyesapi secangkir kopi.
 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos