15 Juli 2014,
Mejadi
isteri itu ternyata menyenangkan yaa.. kalo kata mamas “pernikahan adalah ladang pahala untuk isteri”. Karena apapun yang
kita lakukan untuk suami, sekecil apapun, mendapat pahala. Jadi ingat waktu
pacaran kemarin, yang namanya jalan bareng ke mall, aku ngga pernah dirangkul, Cuma
digandeng aja. Katanya “malu, ngga enak di depan umum mesra-mesraan”.. emang
sih suami ku waktu pacaran kaku banget, ngga santai, aku nya jadi kebawa-bawa. Apalagi
kalo aku mau manja-manjaan, susah kayanya. Sekarang? Wuhuuuu…. Bahagia nya bisa
mesra-mesraan didepan umum tanpa rasa ngga enak lagi karena kita udah halal
hahahaaa… yaa contohnya aja, aku suka ngeledek minta cium didepan orang, dan
dia menciumku beneran. Atau ketika aku di mobil minta cium, dia pun menciumku
tanpa malu meskipun kanan-kiri mobil banyak, atau ketika aku minta rangkul
sekalipun dia mengiyakan bahkan lebih mesra. Indah yaa.. jujur aja,
mesra-mesraan dengan suami jauh lebih bahagia.
Suami
ku.. menjadi pemimpin kemana rumah tangga ku ini. Soal momongan, aku ngga
menunda-nunda sama sekali, setidaknya aku dan suami sudah berusaha, dan sisanya
kami tawakal. Suami ku sedikit keras jika aku melakukan kesalahan, dan akupun
menyadari bahwa aku melakukan kesalahan, tapi aku menerima, karena aku menurut semua perkataan/perintah suamiku selama masih dikoridor agama. Karena surga ku
kini di suami ku. Bahagia nya bisa melakukan puasa bersama.. sahur bareng,
shalat tarawih bareng, buka puasa bareng.. padahal setahun yang lalu masih
masing-masing karena status pacar.
Satu
hal yang aku pahami, bahwa menjadi isteri tidak lah mudah. Belum lagi ada
kehadiran si dedek bayi nanti, akan sangat banyak tugas yang harus dijalani
seorang isteri sekaligus ibu. Mulai dari hari pertama aku masuk kerja kembali,
aku sudah mulai mengerjakan tugas menjadi seorang isteri. Menyiapkan pakaian
suamiku, memasak sarapan untuk nya, menyiapkan bekal untuk nya. Dan setelah aku
pulang kantor, aku harus menyiapkan masakan untuk makan malam, membuatkan kopi,
menyiapkan makan malamnya dan jika semua sudah selesai, barulah aku bisa tidur.
Saat suamiku melihat aku kelelahan, dia tidak sungkan untuk membuatku tersenyum
kembali. Dan semua terasa ringan.
Tidur
di pelukan suami ku adalah hobby ku sekarang, ternyata enak hihihiiii… dan
suamiku pun jika aku tidak tidur dipelukannya, dia dekatkan bantalnya dengan
kepala ku, tidur pun ngga mau jauh yaa.. hmmm…aku paling takut
banget kalo dengar lolongan anjing tengah malam, atau suara petir tengah malam
ditengah hujan besar. Dan sekarang kalo aku terbangun karena mendengar lolongan
anjing, suamiku langsung mendekap ku suapaya aku bisa tidur kembali. Bahkan kita
bisa saja mengobrol diatas tempat tidur sampai pagi, apapun kita bicarakan. Satu
hal kecil itu saja bisa memberikan ketenangan.. sampai aku lupa bahwa aku sudah
menjadi isterinya, karena yang kita lakukan masih kebiasaan waktu pacaran dulu
:D
Yaa..
begitulah awal pernikahan ku.. satu bulan menjadi seorang isteri dari Wahyu
Sulistio. Lelaki yang dengan sabar mendidik ku menjadi isteri yang sholehah..
lelaki yang selalu dan selalu mengerti kelemahan ku. Apapun yang terjadi nanti,
aku percaya semua terjadi karena kehendak Allah.. apapun yang terjadi nanti
semoga menjadikan ku menjadi lebih dewasa, aku percaya, setiap hari adalah fase
kehidupan kita.
0 komentar:
Posting Komentar