Selasa, 15 Juli 2014

Satu Bulan Sudah

Diposting oleh Unknown di 10.22
15 Juli 2014,

Mejadi isteri itu ternyata menyenangkan yaa.. kalo kata mamas “pernikahan adalah ladang pahala untuk isteri”. Karena apapun yang kita lakukan untuk suami, sekecil apapun, mendapat pahala. Jadi ingat waktu pacaran kemarin, yang namanya jalan bareng ke mall, aku ngga pernah dirangkul, Cuma digandeng aja. Katanya “malu, ngga enak di depan umum mesra-mesraan”.. emang sih suami ku waktu pacaran kaku banget, ngga santai, aku nya jadi kebawa-bawa. Apalagi kalo aku mau manja-manjaan, susah kayanya. Sekarang? Wuhuuuu…. Bahagia nya bisa mesra-mesraan didepan umum tanpa rasa ngga enak lagi karena kita udah halal hahahaaa… yaa contohnya aja, aku suka ngeledek minta cium didepan orang, dan dia menciumku beneran. Atau ketika aku di mobil minta cium, dia pun menciumku tanpa malu meskipun kanan-kiri mobil banyak, atau ketika aku minta rangkul sekalipun dia mengiyakan bahkan lebih mesra. Indah yaa.. jujur aja, mesra-mesraan dengan suami jauh lebih bahagia.

Suami ku.. menjadi pemimpin kemana rumah tangga ku ini. Soal momongan, aku ngga menunda-nunda sama sekali, setidaknya aku dan suami sudah berusaha, dan sisanya kami tawakal. Suami ku sedikit keras jika aku melakukan kesalahan, dan akupun menyadari bahwa aku melakukan kesalahan, tapi aku menerima, karena aku menurut semua perkataan/perintah suamiku selama masih dikoridor agama. Karena surga ku kini di suami ku. Bahagia nya bisa melakukan puasa bersama.. sahur bareng, shalat tarawih bareng, buka puasa bareng.. padahal setahun yang lalu masih masing-masing karena status pacar.

Satu hal yang aku pahami, bahwa menjadi isteri tidak lah mudah. Belum lagi ada kehadiran si dedek bayi nanti, akan sangat banyak tugas yang harus dijalani seorang isteri sekaligus ibu. Mulai dari hari pertama aku masuk kerja kembali, aku sudah mulai mengerjakan tugas menjadi seorang isteri. Menyiapkan pakaian suamiku, memasak sarapan untuk nya, menyiapkan bekal untuk nya. Dan setelah aku pulang kantor, aku harus menyiapkan masakan untuk makan malam, membuatkan kopi, menyiapkan makan malamnya dan jika semua sudah selesai, barulah aku bisa tidur. Saat suamiku melihat aku kelelahan, dia tidak sungkan untuk membuatku tersenyum kembali. Dan  semua terasa ringan.

Jadi ya gini, ditempat tidur aja ngga bisa jauh x)

Tidur di pelukan suami ku adalah hobby ku sekarang, ternyata enak hihihiiii… dan suamiku pun jika aku tidak tidur dipelukannya, dia dekatkan bantalnya dengan kepala ku, tidur pun ngga mau jauh yaa.. hmmm…aku paling takut banget kalo dengar lolongan anjing tengah malam, atau suara petir tengah malam ditengah hujan besar. Dan sekarang kalo aku terbangun karena mendengar lolongan anjing, suamiku langsung mendekap ku suapaya aku bisa tidur kembali. Bahkan kita bisa saja mengobrol diatas tempat tidur sampai pagi, apapun kita bicarakan. Satu hal kecil itu saja bisa memberikan ketenangan.. sampai aku lupa bahwa aku sudah menjadi isterinya, karena yang kita lakukan masih kebiasaan waktu pacaran dulu :D


Yaa.. begitulah awal pernikahan ku.. satu bulan menjadi seorang isteri dari Wahyu Sulistio. Lelaki yang dengan sabar mendidik ku menjadi isteri yang sholehah.. lelaki yang selalu dan selalu mengerti kelemahan ku. Apapun yang terjadi nanti, aku percaya semua terjadi karena kehendak Allah.. apapun yang terjadi nanti semoga menjadikan ku menjadi lebih dewasa, aku percaya, setiap hari adalah fase kehidupan kita. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos