Kamu.. memang terasa sulit dan begitu sakit
Namun itu lebih indah daripada aku tak bisa mengenalmu
Menantimu.. memang terasa begitu lelah
Namun itu lebih bahagia bila aku harus melupakanmu
Kamu.. adalah derita terindah yang pernah kurasa
Kamu.. adalah nafas yang terhenti
Bila rasa ku juga terhenti
Kamu.. adalah keajaiban
Yang mampu membuat air mataku menetes
Setelah tertahan begitu lama
Kamu.. adalah kata yang tak bisa aku ungkapkan
Kamu.. adalah kata yang tak bisa aku lukiskan
Kamu.. begitu menyakitkan
Tapi selalu bisa membuatku menunggu
Karena aku setiamu..
Karena aku adalah setiamu..
Senin, 17 Desember 2012
Selasa, 11 Desember 2012
Omong Kosong
Kamu masih punya nyali untuk berkata ini-itu kepadaku? coba pikirkan lagi. Berapa dosa yang sudah kamu perbuat kepadaku?. Kamu pikir aku apa?. Sumpah serapah ku ucap untuk melihatmu menderita karena sikapmu. Tuhan sudah menyiapkan semuanya untukmu. Kali ini kamu bisa saja tertawa diatas tangisku, diatas sesaknya nafasku. Tapi jika waktu itu datang, aku hanya akan membalas dengan senyum yang paling manis diwajahku. Amarah ini menyeruak begitu saja setiap kali ku lihat tatapan mu yang penuh dengan bualan busuk. Dasar bajingan kerdil!!. Sayangnya aku bukan kamu, yang bisa mengemis kebahagiaan dengan yang lain. Pergilah.. menjauh dari hidupku. Aku lelah menjadi boneka kecilmu.
Kamis, 06 Desember 2012
Peluk Aku, Tuhan..
Entah harus aku mulai dari mana semuanya..
Ku kumpulkan sisa-sisa kekuatanku semalam untuk menuliskan semuanya disini..
Ku kumpulkan sisa-sisa kekuatanku semalam untuk menuliskan semuanya disini..
Semua terjadi bukan atas kehendakku, tapi aku tahu ada sang Maha Kuasa diatas segala. Lagi dan lagi aku terjatuh untuk kesekian kalinya. Hati mana yang tetap kuat menerima semua ini? raga siapa yang harus mampu tetap berdiri melewati semua ini?. Aku terus mencoba untuk berdiri, berjalan atau bahkan berlari sekalipun. Selalu ada penghalang dan selalu ada yang jatuh, dan itu aku!. Ku rangkai senyum ku diatas wajah, ku hias semuanya agar menjadi sempurna. Tapi apakah kalian tahu bahwa jauh didalam ragaku aku sakit?. Aku memang pandai bersandiwara, menyimpan semuanya dalam kotak yang tersusun rapi. Mengunci rapat-rapat dan ku buang kuncinya. Semua ku lakukan agar aku terlihat tetap berdiri.
Ku tutupi ribuan kerapuhanku, ku tutupi berjuta kesakitanku. Ku hapus setiap butiran air mata yang keluar dari mataku. Ku obati lukaku sendiri. Dan lihat, aku bahkan tetap bisa tersenyum didepan kalian!. Seperti inilah aku bersandiwara!. Apa yang kalian tahu tentang seorang aku?. Hanya serangkaian kata-kata yang tidak menyenangkan. Biarlah.. Aku hidup bukan dari persepsi orang. Cukuplah aku dengan jutaan luka dan perihnya sakit ini. Aku terjatuh, selalu. Aku rapuh, memang. Hakimi aku.. cemooh aku.. tertawai aku.. bukankah itu yang selalu kalian lakukan?. Kalian boleh saja menghakimiku, menyudutkanku, dan menyalahkan aku, tapi ingat.. kalian bukan sekelompok manusia suci. Sadari itu.
Tuhan tahu apa isi hatiku.. Untukku, cukup Tuhan yang tahu segalanya atas "Siapa aku". Bukan kalian. Setiap detik dipertengahan malam, ku tuangkan semuanya dihadapan Tuhan. Tuhan yang menciptakanku, hanya kepadaNya aku menangis didalam sujudku. Aku sendiri, dimana kalian?. Aku terjatuh, dimana kalian?. Aku berdiri, dan kalian ada didekatku, bahkan sangat dekat. Mencoba membunuhku secara perlahan dengan kata-kata yang keluar dari mulut manis kalian. Perlukah ku ucap sumpah serapahku kepada kalian?tidak perlu. Walau dada ini sesak dipenuhi amarah yang ku pendam. Walau mata ini perih selalu mengeluarkan air mata. Walau raga ini akhirnya mengatakan "Aku putus asa". Tapi lagi-lagi kususun sandiwaraku didepan kalian. Dan berhasil.
Untuk kalian yang menyakitiku.. Pernahkah menghitung berapa kali aku mengucapkan "Aku baik-baik saja" sambil tersenyum kepada kalian?. Pernahkah menghitung berapa kali aku terdiam saat kalian muntahkan semua kata-kata itu dihadapanku?. Pernahkah menghitung berapa kali aku mengacuhkan kalian dan berlalu begitu saja saat kalian mulai membunuhku secara perlahan dengan sikap munafik kalian dihadapanku?. Cobalah kalian mulai mengingat dan berhitung. Anggaplah aku tidak berarti untuk kalian. Anggaplah aku seperti yang ada dikepala kalian selama ini. Tapi aku mohon.. ketika sudah waktuku bertemu dengan Tuhan, setidaknya kalian bersandiwara dihadapanku agar tetap memasang senyum diwajah kalian. Berjanjilah kepadaku.
Tuhan.. peluk aku..
Langganan:
Postingan (Atom)