Kamis, 06 Desember 2012

Peluk Aku, Tuhan..

Diposting oleh Unknown di 14.53
Entah harus aku mulai dari mana semuanya..
Ku kumpulkan sisa-sisa kekuatanku semalam untuk menuliskan semuanya disini..

Semua terjadi bukan atas kehendakku, tapi aku tahu ada sang Maha Kuasa diatas segala. Lagi dan lagi aku terjatuh untuk kesekian kalinya. Hati mana yang tetap kuat menerima semua ini? raga siapa yang harus mampu tetap berdiri melewati semua ini?. Aku terus mencoba untuk berdiri, berjalan atau bahkan berlari sekalipun. Selalu ada penghalang dan selalu ada yang jatuh, dan itu aku!. Ku rangkai senyum ku diatas wajah, ku hias semuanya agar menjadi sempurna. Tapi apakah kalian tahu bahwa jauh didalam ragaku aku sakit?. Aku memang pandai bersandiwara, menyimpan semuanya dalam kotak yang tersusun rapi. Mengunci rapat-rapat dan ku buang kuncinya. Semua ku lakukan agar aku terlihat tetap berdiri. 

Ku tutupi ribuan kerapuhanku, ku tutupi berjuta kesakitanku. Ku hapus setiap butiran air mata yang keluar dari mataku. Ku obati lukaku sendiri. Dan lihat, aku bahkan tetap bisa tersenyum didepan kalian!. Seperti inilah aku bersandiwara!. Apa yang kalian tahu tentang seorang aku?. Hanya serangkaian kata-kata yang tidak menyenangkan. Biarlah.. Aku hidup bukan dari persepsi orang. Cukuplah aku dengan jutaan luka dan perihnya sakit ini. Aku terjatuh, selalu. Aku rapuh, memang. Hakimi aku.. cemooh aku.. tertawai aku.. bukankah itu yang selalu kalian lakukan?. Kalian boleh saja menghakimiku, menyudutkanku, dan menyalahkan aku, tapi ingat.. kalian bukan sekelompok manusia suci. Sadari itu.

Tuhan tahu apa isi hatiku.. Untukku, cukup Tuhan yang tahu segalanya atas "Siapa aku". Bukan kalian. Setiap detik dipertengahan malam, ku tuangkan semuanya dihadapan Tuhan. Tuhan yang menciptakanku, hanya kepadaNya aku menangis didalam sujudku. Aku sendiri, dimana kalian?. Aku terjatuh, dimana kalian?. Aku berdiri, dan kalian ada didekatku, bahkan sangat dekat. Mencoba membunuhku secara perlahan dengan kata-kata yang keluar dari mulut manis kalian. Perlukah ku ucap sumpah serapahku kepada kalian?tidak perlu. Walau dada ini sesak dipenuhi amarah yang ku pendam. Walau mata ini perih selalu mengeluarkan air mata. Walau raga ini akhirnya mengatakan "Aku putus asa". Tapi lagi-lagi kususun sandiwaraku didepan kalian. Dan berhasil. 

Untuk kalian yang menyakitiku.. Pernahkah menghitung berapa kali aku mengucapkan "Aku baik-baik saja" sambil tersenyum kepada kalian?. Pernahkah menghitung berapa kali aku terdiam saat kalian muntahkan semua kata-kata itu dihadapanku?. Pernahkah menghitung berapa kali aku mengacuhkan kalian dan berlalu begitu saja saat kalian mulai membunuhku secara perlahan dengan sikap munafik kalian dihadapanku?. Cobalah kalian mulai mengingat dan berhitung. Anggaplah aku tidak berarti untuk kalian. Anggaplah aku seperti yang ada dikepala kalian selama ini. Tapi aku mohon.. ketika sudah waktuku bertemu dengan Tuhan, setidaknya kalian bersandiwara dihadapanku agar tetap memasang senyum diwajah kalian. Berjanjilah kepadaku. 

Tuhan.. peluk aku..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos