Senin, 12 Mei 2014

The Biggest decision of your life

Diposting oleh Unknown di 11.14 0 komentar
Iyyap! keputusan terbesar dalam hidup mu adalah menikah dan tentunya memutuskan dengan siapa kita akan menitipkan sisa hidup. Sulit memang. Cinta atau perasaan saja tidak cukup, harus ada persiapan, persiapan saja tidak cukup harus ada pemantapan, dan pemantapan itu baik dari materi maupun non materi, kalau materi kadang absurd karena wacana “menikah jika sudah mapan” itu absurd, mending kalau iya mapan, kalau sampe tua tapi ga mapan-mapan?? Hehe bukan menyepelekan tapi itu true story dan terjadi pada beberapa beberapa orang disekeliling ku, yang mereka akhirnya harus menikah di usia tua tanpa kemapanan apapun. Konsep kemapanan sendiri di tiap orang memang berbeda, sampai mana orang dikatakan sudah mapan? Apakah ketika sudah punya pekerjaan dengan gaji 10 juta? Ketika sudah punya rumah? Ketika sudah punya kendaraan banyak??, jujur aku pun saat ini memutuskan menikah jauh dari mapan, tapi aku ingat janji Allah :
“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” (QS. An Nahl (16):72)
“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka.” (Al Hadits)
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡”. (HR. Hakim dan Abu Dawud)
“Carilah rezeki dengan menikah”. (HR. Ad-Dailami)

Bagi aku itu sudah cukup menjadi landasan teoritis dan landasan hukum untuk aku menikah. Menikah itu kadang harus memakai otak kanan (coba baca buku 7 Keajaiban Rejekinya Ippho Santosa). Menikah itu bukan perkara materi tapi lebih ke perkara mental. Jujur tidak ada yang siap 100% untuk menikah, tapi jika aku tidak melakoninya kapan aku mau siap??
Jika niat sudah ada, azzam sudah terucap, persiapan sudah dimulai, tidak ada kata untuk mundur, percayalah ini adalah semata-mata godaan Setan untuk melemahkan niat ibadah dan penyempurnaan agamamu. Cobaan dan godaan suka tiba-tiba datang, dari pinggir, depan, belakang, atas, bawah. Tiba-tiba mantan yang datang lagi entah dari mana padahal dia selama bertahun-tahun tidak berkomunikasi, ataukah tiba-tiba banyak yang naksir, halangan dari keluarganya apakah saudara ataupun orang tuanya (yang padahal asalnya sudah memberi lampu hijau ke kita), tiba-tiba hubungan kita dan pasangan semakin menyebalkan ketika mendekati hari-H dan beribu lagi tipu muslihat Setan yang membisiki kita dan orang sekitar kita agar pernikahan kita gagal. Siapa yang tidak ingin menikah? siapa yang tidak ingin memiliki keturunan? siapa yang tidak ingin melakukan sesuatu yang halal?. 

Dulu aku ingin menikah muda, menikah pada saat umurku 22-23 tahun. Tapi itu hanya keinginan saja, toh buktinya aku akan melangsungkan pernikahan ku pada saat umurku 24 tahun. Dulu sebelum aku bertemu dia kembali, aku enggan rasanya ingin menikah. Aku merasa bebas dengan hidupku yang sekarang. Tanpa mengurus rumah atau mengurus suami. Hidup menjadi wanita yang mandiri. Dan aku merasa hidup jauh lebih indah jika aku sendiri dan hanya mengurus orang tuaku. Tapi setelah aku bertemu dengannya, semua pandangan pernikahan yang menakutkan menjadi sesuatu yang indah. Bayangkan saja, jika seorang isteri menyediakan air minum, adalah lebih baik dari isteri itu berpuasa setahun. Makanan yang disediakan oleh isteri kepada suaminya lebih baik dari isteri itu mengerjakan haji dan umroh. Dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat kita tertegun dan menyadari bahwa apapun yang kita lakukan untuk suami adalah sebuah ibadah, ibadah kepada Allah. Selagi kita ikhlas mengerjakan itu semua karena memang sudah kewajiban isteri, semua akan terasa mudah, Insya Allah..

Menikah adalah sebuah keyakinan. Entah memang sudah rencana Allah, aku dan dia sama-sama cinta pertama, lambat laun kami meyakini bahwa kita adalah jodoh. Seperti halnya aku, entah kenapa aku yakin dengannya dari dulu. Sifatnya yang dewasa, bisa mengerti aku, dan yang terpenting menerima kekuranganku. Perjuangan kami sampai akhirnya mendapatkan restu untuk menikah bisa dibilang susah, Bersama selama 15 tahun bukan berarti tidak sedikit halangan yang datang. Tapi lagi-lagi hanya keyakinan dan kemauan untuk memperjuangan itu semua. Percayalah.. sesuatu yang terbaik itu akan datang, jika bukan sekarang, pasti nanti. Yakin saja, yang terbaik itu yang terakhir. Dan sampai detik ini pun, aku masih tidak menyangka bahwa keyakinanku selama ini akhirnya terwujud. Bahwa lelaki menyebalkan yang selalu membuatku marah pada waktu 15 tahun yang lalu adalah calon suami ku. 

"Tak ada yang lebih baik selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan, sama-sama berhenti karena telah selesai mencari. Tak akan ada yang pergi, sebab tahu bagaimana sulitnya mencari."

"Maka orang yang beruntung adalah orang yang berpegang teguh pada tali agama, ia yang berani mengambil keputusan untuk menyempurnakan agamanya."






Selamat Bertambah Umur, Aku..

Diposting oleh Unknown di 10.36 0 komentar
3 Mei 2014

Sehari sebelum aku bertambah umur, dia pulang malem karena meeting, Sebel banget! Harusnya tuh aku bisa pulang kerja bareng kan. Tapi dari sorenya dia udah ngasih tau bakal pulang telat, bahkan sampai aku udah dirumah pun dia masih dikantor. Sedih aja ngebayangin entar gimana kalo udah serumah.
“aku ngga kebayang ntar gimana kalo udah serumah, besok ulang tahun aku tapi kamunya masih sibuk belom pulang juga..”
“sabar yaa sayang.. abis aku makan malem, aku langsung pulang kok. Kamu tidur aja, ngga usah nungguin aku”
Cuma itu bbm malam itu, sampai akhirnya aku ngantuk dan tidur juga. Tengah malem handphone aku bunyi telepon, aku terbangun dan aku lihat dia yang menelepon. Karena aku masih bête, jadi ngga aku angkat teleponnya. Bête banget tiap taun pasti ngucapinnya lewat telepon terus, pikirku.

Buka mata di umur aku yang ke 24 tahun..huuaaahh kebangun karena dicium jidatnya sama mama sambil ngucapin ulang tahun :’)) pas aku ngecek handphone ada 2 misscall dari dia dan beberapa bbm dari teman-teman dan terutama ada dia juga. Aku buka bbm dari dia.
“bidadari surganya aku, happy birthday yah. Semoga dikabulkan semua keinginannya sama Allah. Semoga kamu makin sayang sama aku. Aku ngga bisa kasih apa-apa, aku Cuma mau ngirim bunga buat kamu. Tapi kamunya capek banget, diteleponin ngga bangun-bangun. Bangun tidur langsung cek ke depan ya, diatas bangku. Mudah-mudahan bunganya ngga ilang yah.. cinta kamu banget..”
Aku langsung kaget dan loncat dari kasur cepet-cepet ke teras depan. Daaaann.. ada bucket lily dari dia!!! Aaaakkk seneng banget rasanya.. iya. Seneng banget meskipun dia sibuk sama kerjaannya tapi masih disempetin beli bunga. Kabayang ngga sih dia udah capek banget tapi masih sempetin beli bunga kesukaan aku?mwihihihiiii… aku langsung ambil handphone buat telepon dia bilang makasih udah dibawain bunga.

Sebelumnya..
Ternyata setelah aku kepo banget gimana bisa dia ngasih bunga, jadi gini.. dia awalnya bingung mau beli kue ulang tahun aku dimana karena udah tengah malem gitu mana ada toko kue yang buka. Akhirnya dia Cuma beli bunga lily kesukaan aku. Begitu dia sampai dirumah jam 11 malem, dia bersih-bersih terus ganti baju pake kemeja warna hitam kesukaan aku. Dia berdadan rapi, jalan kaki dari rumah dia kerumah aku (karena motornya udah pada dirantai) dan kebetulan rumah kita Cuma beda beberapa blok aja. Pas didepan rumah aku, dia mencoba untuk telepon aku berkali-kali, mulai dari handphone blackberry, sampai handphone yang iphone tapi ngga aku angkat-angkat. Dia menunggu lama berharap aku keluar dan dia memberikan bunga lily nya lalu mencium keningku tepat tengah malam. Tapi karena aku ngga bangun juga, alhasil dia memanjat pagar rumah ku dan menaruh bunga lily nya di bangku teras rumahku hahahahhaaaa…. Seandainya yaa.. seandainya aja aku bangun, mungkin akan terjadi episode yang kayak di ftv x))

On the way to Holicow Steak

yaa namanya juga lagi ulang taun, jadi ibu peri sehari di Holicow steak (--,)
Agak menyesal sih.. tapi yaudahlah ya mau gimana lagi. Siang harinya aku bersiap-siap pergi ke undangan temennya pacar yang nikah didaerah cipinang, ngga lama sih aku disana. Makan disana juga Cuma sepiring berdua, karena rencananya mau dinner di Holicow steak mwehehee.. tanpa berlama-lama disana aku dan pacar langsung aja meluncur ke kelapa gading. And yes, kita sampai di holicow steak, yuhuuuu… ingin rasanya minta hadiah sesuatu, tapi semua keinginanku untuk acara pernihakan sudah terpenuhi sama dia. Bahagia sekali hari ini dari pagi sampai malam aku bisa menghabiskan waktu bersamanya. Dan.. hari ini dia benar-benar memanjakan aku! Ahh thanks God!

Senin, 05 Mei 2014

Selamat Bertambah Umur, Kamu..

Diposting oleh Unknown di 13.37 0 komentar
26 April 2014,
Dua hari sebelum akhirnya kamu bertambah umur, sering banget namanya kita berdebat. Makin deket sama hari H, justru semakin banyak cobaan yang bikin suasana hati tuh jadi sensi, emosi dan ngotot. Ahhh.. entahlah karena factor kita sama-sama stress atau memang jd ‘kebiasaan’ para calon pengantin. Selama dua hari itu kita ngga sama sekali kontak-kontakan, sekedar bbm, sms, atau telepon sekalipun, ngga. Kesel banget sih emang digituin, tapi mau gimana lagi.. emang kita masih emosi juga kan. Meskipun ujung-ujung nya aku luluh juga karena bbm dari ibu nanya kenapa dia ngga bangun-bangun juga, terus yaa aku juju kalo kita emang lagi berantem. Hmmfhh… ibu malah bingung udah mau nikah masih aja berantem, yaudah akhirnya ibu menyuruh aku untuk mengalah juga. Tapi sebelum aku menghubungi dia, tiba-tiba handphone ku bunyi tanda whatsapp masuk. Dan ternyata dia mengirimkan pesan “Minggu depan unyil nikah, minggu depannya lagi aku dan keluarga kerumah kamu untuk ngelamar, terus sebulan kemudian ku pinang kau dengan Bismillah.. please follow up”. Aku yang saat itu langsung membaca, langsung makin marah dan kesel. Gimana ngga, dia lebih inget merit temen nya dari pada ulang tahun aku. Shit. Dan mulai lagi dengan debat lewat whatsapp. Sampai sore pun dia yang masih mengirim pesan dengan baik-baik, tetap saja aku balas dengan ketus.

Yah.. biar bagaimanapun besok adalah hari lahir dia. Aku ingin buat sedikit kejutan. Jadi aku putuskan setelah keluar kantor aku membeli kue ulang tahun, meskipun gerimis yang lumayan deras tapi yasudahlah.. aku akhirnya membawa kue ulang tahun dengan motor ku. Begitu sampai dirumah, kue nya agak sedikit rusak L wajar aja sih aku bawanya naik motor kan huhuhuu… tapi tenang, langsung aku benerin lagi letak coklat-coklatnya itu. Setalah lumayan ketiduran sejam untuk nunggu jam 12 malem, akhirnya aku dijemput sama adiknya. Takut banget ketauan dia, ngga lucu banget kalo sampe ketauan kan. Begitu sampai dirumahnya yang ngga jauh dari rumah aku, aku sembunyi dikamar ibu.

Jam 12 kurang aku langsung menyiapkan lilin dan naik kelantai 2. Aku tahu kayanya dia udah tidur karena lampu kamar sudah mati. Tanpa aba-aba aku langsung membuka kamarnya yang gelap dan bilang “Happy birthday honey” walau[un muka msih bête sih hahahaa… dia yang lagi tidur lama banget buat ngumpulin nyawanya. Dengan muka datar dan Cuma bilang “makasi ya sayang..” and that’s him. Senyum-senyum ngga jelas ngeliat aku bawa kue. Fiuuuhhh… akhirnya yaa hati kita baikan lagi. Jujur aja, aku baru kali pertama bawa kue ulang tahun kerumah cowok. Kalo ngga karena calon suami, aku sih ngga mau banget! Hahahaaa…  
and here we are..

tengah malem jadinya ngga sempet pake jilbab :|
Setelah make a wish, tiup lilin dan dia mencium kening aku sambil berbisik “makasi ya sayang” dan aku hanya menjawab “iyaa sayang” dengan wajah memerah karena malu. Setelah memotong kue yang akhirnya aku dipaksa makan karena disuapin sama dia, lama-lama ngantuk juga. Yaa..namanya juga tengah malem. Jadilah aku tidur dikamar dia karena aku jadi malas pulan kerumah lagi hahahaa… tapi dia jadi tidur diruangan pasien (kebetulan rumahnya ada klinik). Sebelum tidur ngga lupa pacar nyuruh aku supaya ingetin besok bangunin pagi karena kita udah janji mau ketempat undangan. Dan hari ini, 26 april 2014 kita habiskan ke tempat undangan.. ngga ada dinner, ngga ada nonton. Lagi-lagi masih ngurus soal hari H. Tapi, aku cukup bahagia dengan membuat si mamas seneng dihari ulang tahunnya.


"Hari ini umur kamu 28 dan proporsi badan kamu masih sama, muka juga sama. ajaib. Forever young mamass.. Selamat ulang tahun!!"



 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos