Senin, 17 Desember 2012

Kamu

Diposting oleh Unknown di 21.34 0 komentar
Kamu.. memang terasa sulit dan begitu sakit
Namun itu lebih indah daripada aku tak bisa mengenalmu
Menantimu.. memang terasa begitu lelah
Namun itu lebih bahagia bila aku harus melupakanmu

Kamu.. adalah derita terindah yang pernah kurasa
Kamu.. adalah nafas yang terhenti
Bila rasa ku juga terhenti
Kamu.. adalah keajaiban
Yang mampu membuat air mataku menetes
Setelah tertahan begitu lama
Kamu.. adalah kata yang tak bisa aku ungkapkan
Kamu.. adalah kata yang tak bisa aku lukiskan

Kamu.. begitu menyakitkan
Tapi selalu bisa membuatku menunggu
Karena aku setiamu..
Karena aku adalah setiamu..

Selasa, 11 Desember 2012

Omong Kosong

Diposting oleh Unknown di 20.05 0 komentar
Kamu masih punya nyali untuk berkata ini-itu kepadaku? coba pikirkan lagi. Berapa dosa yang sudah kamu perbuat kepadaku?. Kamu pikir aku apa?. Sumpah serapah ku ucap untuk melihatmu menderita karena sikapmu. Tuhan sudah menyiapkan semuanya untukmu. Kali ini kamu bisa saja tertawa diatas tangisku, diatas sesaknya nafasku. Tapi jika waktu itu datang, aku hanya akan membalas dengan senyum yang paling manis diwajahku. Amarah ini menyeruak begitu saja setiap kali ku lihat tatapan mu yang penuh dengan bualan busuk. Dasar bajingan kerdil!!. Sayangnya aku bukan kamu, yang bisa mengemis kebahagiaan dengan yang lain. Pergilah.. menjauh dari hidupku. Aku lelah menjadi boneka kecilmu.

Kamis, 06 Desember 2012

Peluk Aku, Tuhan..

Diposting oleh Unknown di 14.53 0 komentar
Entah harus aku mulai dari mana semuanya..
Ku kumpulkan sisa-sisa kekuatanku semalam untuk menuliskan semuanya disini..

Semua terjadi bukan atas kehendakku, tapi aku tahu ada sang Maha Kuasa diatas segala. Lagi dan lagi aku terjatuh untuk kesekian kalinya. Hati mana yang tetap kuat menerima semua ini? raga siapa yang harus mampu tetap berdiri melewati semua ini?. Aku terus mencoba untuk berdiri, berjalan atau bahkan berlari sekalipun. Selalu ada penghalang dan selalu ada yang jatuh, dan itu aku!. Ku rangkai senyum ku diatas wajah, ku hias semuanya agar menjadi sempurna. Tapi apakah kalian tahu bahwa jauh didalam ragaku aku sakit?. Aku memang pandai bersandiwara, menyimpan semuanya dalam kotak yang tersusun rapi. Mengunci rapat-rapat dan ku buang kuncinya. Semua ku lakukan agar aku terlihat tetap berdiri. 

Ku tutupi ribuan kerapuhanku, ku tutupi berjuta kesakitanku. Ku hapus setiap butiran air mata yang keluar dari mataku. Ku obati lukaku sendiri. Dan lihat, aku bahkan tetap bisa tersenyum didepan kalian!. Seperti inilah aku bersandiwara!. Apa yang kalian tahu tentang seorang aku?. Hanya serangkaian kata-kata yang tidak menyenangkan. Biarlah.. Aku hidup bukan dari persepsi orang. Cukuplah aku dengan jutaan luka dan perihnya sakit ini. Aku terjatuh, selalu. Aku rapuh, memang. Hakimi aku.. cemooh aku.. tertawai aku.. bukankah itu yang selalu kalian lakukan?. Kalian boleh saja menghakimiku, menyudutkanku, dan menyalahkan aku, tapi ingat.. kalian bukan sekelompok manusia suci. Sadari itu.

Tuhan tahu apa isi hatiku.. Untukku, cukup Tuhan yang tahu segalanya atas "Siapa aku". Bukan kalian. Setiap detik dipertengahan malam, ku tuangkan semuanya dihadapan Tuhan. Tuhan yang menciptakanku, hanya kepadaNya aku menangis didalam sujudku. Aku sendiri, dimana kalian?. Aku terjatuh, dimana kalian?. Aku berdiri, dan kalian ada didekatku, bahkan sangat dekat. Mencoba membunuhku secara perlahan dengan kata-kata yang keluar dari mulut manis kalian. Perlukah ku ucap sumpah serapahku kepada kalian?tidak perlu. Walau dada ini sesak dipenuhi amarah yang ku pendam. Walau mata ini perih selalu mengeluarkan air mata. Walau raga ini akhirnya mengatakan "Aku putus asa". Tapi lagi-lagi kususun sandiwaraku didepan kalian. Dan berhasil. 

Untuk kalian yang menyakitiku.. Pernahkah menghitung berapa kali aku mengucapkan "Aku baik-baik saja" sambil tersenyum kepada kalian?. Pernahkah menghitung berapa kali aku terdiam saat kalian muntahkan semua kata-kata itu dihadapanku?. Pernahkah menghitung berapa kali aku mengacuhkan kalian dan berlalu begitu saja saat kalian mulai membunuhku secara perlahan dengan sikap munafik kalian dihadapanku?. Cobalah kalian mulai mengingat dan berhitung. Anggaplah aku tidak berarti untuk kalian. Anggaplah aku seperti yang ada dikepala kalian selama ini. Tapi aku mohon.. ketika sudah waktuku bertemu dengan Tuhan, setidaknya kalian bersandiwara dihadapanku agar tetap memasang senyum diwajah kalian. Berjanjilah kepadaku. 

Tuhan.. peluk aku..

Jumat, 30 November 2012

Tanda Tanya

Diposting oleh Unknown di 17.21 0 komentar

 
Ku rebahkan tubuhku diatas tempat tidurku, ku layangkan pikiranku diudara. Aku mencoba berpikir, berpikir, dan berpikir. Entah apa yang ada dipikiranku saat ini. Seperti ada yang menjejalkan sesuatu didalamnya sehingga otakku terus bekerja dan bekerja. Satu persatu kulihat butiran hujan membasahi kaca jendelaku, aku mengalihkan pandanganku keluar jendela. Hujan. Yah.. seperti emosi yang terluapkan begitu saja. Lalu apa yang membuat perasaanku tidak menentu seperti ini? Aneh. Aku terbangun dan berjalan kearah jendela. Aku duduk tepat didepan jendela kamarku, memperhatikan setiap bulir-bulir hujan yang jatuh membasahi jendelaku. Sambil ditemani kopi aku berharap bisa menemukan jawaban dari setumpuk pikiran ku yang tidak menentu ini. Mungkin saja. Karena biasanya aku selalu mendapat ide ketika mensesapi secangkir kopi.

Aku masih terdiam dengan tatapan kosong. Itu bisa aku lihat wajahku dari cermin yang terpasang ditembok kamarku. Datar. Bahkan sangat datar. Tidak seekspresif seperti biasanya. Ada apa sebenarnya? bahkan si otak pun tidak bisa memecahkan apa yang aku rasakan. Suara petir dari luar cukup mengagetkan lamunanku dikamar. Hujan pun sangat deras diluar, sudah bukan bulir-bulir lagi yang jatuh tapi guyuran air yang sangat deras. Petir saling bersahutan diluar. Tapi tetap saja aku masih terdiam. Tanpa jawaban.


Sepenggal lirik lagu Sarasvati masih terngiang ditelingaku "I hear voices at my back disturbing peace for my years sake. I need a rest to hear the air..". Yaa.. Mungkin aku lelah. Aku berada tepat dibawah titik kesanggupanku akan sesuatu. Aku menyerah. Aku tidak bisa menjelaskan mengapa dan bagaimana. Aku sangat lelah. Aku ingin sendiri. Aku ingin duniaku, tanpa mereka. Aku lelah dengan mereka, mereka yang menghancurkan titik kesanggupanku saat ini. Aku masih duduk terdiam lalu menjatuhkan tubuhku diatas lantai yang dingin. Aku berpikir bahwasanya mereka lupa akan hadirnya diriku, mereka lupa atau tidak tahu menahu akan perbuatan yang mereka lakukan? aku lelah menjadi kesalahan mereka. 

Mataku terus menerawang seisi kamarku. Kosong. Seperti pikiranku. Bahkan aku sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Diam sepertinya menjadi harga mati untuk hari ini. Sudahlah.. tidak perlu memakai topeng untuk menunjukkan peduli mu terhadap ku. Aku benci omong kosong. Semua baik-baik saja sampai akhirnya kalian lah yang menghancurkan semuanya. Aku benci kalian. 

Perlahan-lahan mataku mulai terpejam. Terpejam dalam kesunyian. Gelap. Aku hanya berharap setidaknya jika aku terbangun nanti, Tuhan menunjukkan aku jawaban dari semua ini. Semoga saja..

Waktu, Realita, dan Kebodohanku

Diposting oleh Unknown di 01.26 1 komentar
Tuhan...
Malam ini aku masih saja terjaga, diseperempat malam aku masih berdoa memohon kepadaMu. Mungkin aku salah satu manusia yang selalu menuntut lebih dariMu, yaa aku sadari itu. Saat hati ini selalu bahagia, aku hanya ingin bahagia ku akan selalu ada disampingku. Setidaknya jangan terlalu menjauh dari ku. Ketika Engkau berbisik kepadaku, aku akan tetap mencoba menjadi hamba Mu yang taat. Ketika Engkau memberiku peringatan, aku tahu bahwa duka akan datang menghampiriku. Lagi-lagi Engkau memeluk ku dengan erat, dan merubah semuanya. 

Tuhan...
Hampir setiap malam aku terjaga diseperempat malam hanya untuk berbicara dengan Mu. Aku memohon segala kebaikan tidak menjauh dari hidupku, termasuk dengannya, Tuhan. Ketika Engkau tersenyum melihat kebahagiaan ku, Bahwasannya memang dia lah kebahagiaan kecil ku yang selalu ada disampingku. Bisakah Engkau hentikan waktu yang berputar disaat dia ada disampingku?. Aku begitu takut kehilangan kebahagiaan ku bersamanya. Entah apa yang merasuki ku malam ini, tapi yang jelas aku hanya ingin bahagia dengannya, titik. Begitu besar bahagia yang aku rasakan hari ini, aku merasa seperti kali pertama dicintai. Aku enggan beranjak dari bahagiaku saat bersama dia. Aku hanya ingin seperti ini setiap hari. Melihatnya dia tersenyum manis karena hadirku dan melihat dia bahagia karena cintaku. Semua yang aku rasakan malam ini seperti mimpi. Yaa.. aku benar-benar bisa merasakan tulusnya dekapan peluknya ditengah cahaya bulan. Aku bisa merasakan ikhlasnya senyumannya hanya untukku walaupun bintang mengitip dari atas langit, tapi aku tidak peduli.

Tuhan...
Aku mencintainya tanpa sebab yang jelas, konon katanya jika mencintai seseorang dengan tanpa sebab itu artinya berjodoh, apa itu benar Tuhan? jika memang iya, bolehkah aku meminta cukup dia saja yang menjadi jodohku?. Aku butuh pribadi seperti dia, pribadi yang sederhana namun bisa menjadi mataku ketika aku tidak mampu lagi untuk melihat. Begitu besar keinginanku untuk bisa menghentikan waktu hanya karena aku tidak mau kehilangan dia. Bodoh memang. Siapa yang bisa menghentikan waktu? Begitu besar rasa takutku hingga aku selalu mempertanyakanMu. Maaf Tuhan.. Lagi-lagi aku selalu menjadi bodoh. 

Tuhan...
Jika memang waktu tidak bisa dihentikan, setidaknya jangan pernah hentikan hatinya untukku. Jangan bolak-balikkan hatinya dengan yang lain. Tetapkanlah semuanya yaa Tuhan. Jika memang waktuMu untuk mengetuk palu dan keadilan ternyata tidak berpihak padaku, setidaknya dia tidak jatuh bersama orang yang salah. Setidaknya dia bersama orang yang mempunyai hati seluas samudera untuk mencintainya sepanjang waktu. Setidaknya dia bersama orang yang selalu membutuhkan matanya untuk melangkah ketika tidak bisa melihat. dan Setidaknya dia bersama orang yang selalu mendambakan senyumnya setiap hari bahwa anugerah terbesar dihidupnya.

Terimakasih Tuhan untuk waktu yang panjang malam ini, terimakasih Tuhan.. Lagi-lagi Engkau melemparkan senyum kepadaku malam ini..

Selasa, 20 November 2012

Ketika

Diposting oleh Unknown di 15.50 0 komentar
Ketika mata ku tertutup oleh senyumanmu
ketika jantungku berdetak tidak menentu disampingmu
ketika akhirnya aku dan kamu menjadi satu
ketika kamu menggenggam tangan ku erat
ketika pelukan mu menjadi penghangat dikala aku sendiri
ketika tawa mu mengukir kebahagiaan disetiap hari ku
ketika langkah kita selalu berhenti disetiap jalan
ketika aku dan kamu mencoba untuk saling mengisi
ketika amarahmu membuyarkan pikiranku
ketika aku dan kamu mencoba untuk saling mengerti
ketika cemburu menghantui setiap langkah mu
ketika aku tidak bisa membedakan senyum mu dengan 'senyum mu'
ketika aku tidak bisa membedakan ikhlas mu dengan 'ikhlas mu'
ketika hati ku sudah ku titipkan pada mu
ketika satu per satu kau tancapkan duri dihati ku
ketika perlahan kau robohkan dinding kekuatanku
ketika aku pasrah dengan jalan Tuhan
ketika semuanya terlihat abu-abu dimata ku
ketika aku hampir putus asa
ketika semua yang ku impikan tidak nyata
ketika Tuhan tersenyum kepada ku
ketika akhirnya aku memiih diam
ketika semuanya hambar
ketika aku dengan lantang berkata "Sudah..cukup!"

Sentak Pembohong

Diposting oleh Unknown di 15.48 0 komentar
Akhirnya aku tersenyum lagi, senyum yang kecil, senyum yang sama yang pernah kulempar di saat aku tahu bahwa aku memang bukan satu-satunya. Seharusnya aku lebih berekspresi, sebab kebohongan ini amat menyentak. Aku ingin melangkah mundur sambil memberimu tepuk tangan. Kau hebat. Ini panggungmu, tempat lihai bersandiwara, sementara aku terlampau merasakanmu.

Terkadang, pengakuan adalah pukulan yang telak. Terima kasih, setidaknya setelah kau ketahuan, kau tidak menyangkal. Sekarang aku harus bagaimana? kenyataannya ternyata, hatiku yang berbicara dengan otakmu dan orang terlanjur bilang kita cocok. Sial.

Aku tidak tahu harus bagaimana sekalipun aku tahu kau salah. Orang yang salah patut dihukum sebelum pintu maaf terbuka lebar. Namun hukuman apa yang pantas untuk pembohong? beri tahu aku apa! aku tidak mungkin hanya sekedar menghujan sumpah, sebab kata-kata kutuk tidak seharusnya keluar dari mulutku. Mungkin suatu hari, saat kau telah menggenggam segala keinginanmu, kau hanya akan bertanya aku dimana, sambil menyiksa diri sendiri.


Zarry Hendrik

Minggu, 18 November 2012

Aku Menumuimu, Senja

Diposting oleh Unknown di 15.42 0 komentar

Dini hari, aku terbangun karena dentingan suara alarm yang begitu menyeruak ditelinga. Aku tersentak kaget dan turun dari tempat tidurku. Aku harus segera bergegas menuju bandara, ku siapkan perlengkapan ku, kebutuhan ku dan semuanya yang akan ku bawa. Setelah siap semuanya, aku langsung menuju bandara. Sepi. Tidak terlalu banyak orang yang lalu lalang, mungkin karena masih terlalu dini hari. Aku duduk menunggu panggilan pesawat yang akan aku tumpangi. Bosan. Tidak lama pesawat yang akan aku tumpangi sudah siap untuk beranjak pergi, aku mencari tempat duduk ku dengan membawa koper serta ransel ku. Dan.. yaa aku duduk tepat disebelah jendela pesawat, terimakasih.
Apa yang bisa aku bisa lihat dari sini? Kanan-kiri orang-orang yang tidak aku kenal. Sesekali mereka melemparkan senyuman dan ku balas dengan senyuman ku meskipun mata ku ingin sekali terpejam. Kantuk ini benar-benar membunuhku secara perlahan. Tapi secangkir kopi hangat, buku filsafat kesukaan ku dan sebatang coklat  menjadi temanku selama perjalanan menuju kotamu.
Kesabaran ku seakan dipermainkan ketika aku melihat keluar jendela dan pesawat yang aku tumpangi berjalan sangat lamban, bisakah dipercepat? Aku benar-benar ingin menemuinya. Hhahaa..Seakan menjadi bodoh ketika rindu ini selalu merasuk didalam diriku. Bisakah aku duduk bersabar dan menunggu pesawat ini bekerja seperti semestinya, sepertinya susah. Ku sesapi kopi yang hangat ini, ku buka lembar per lembar buku filsafat ku, dan sesekali ku patahkan batang coklat segitiga ini untuk ku makan. Detik menjadi menit dan menit berubah menjadi jam, berjam-jam aku duduk didalam pesawat. Tidak lama setelah itu pramugari cantik memberitahu bahwa sudah tiba dikota yang akan mempertemukan kita.
Segera ku rapihkan baju ku, rambut ku dan perlengkapan ku. Sesekali aku berkaca pada lorong-lorong untuk memastikan penampilanku. Aku berjalan menyusuri lorong bandara. Ahh..lagi-lagi jantungku berulah, tidak sabar rasanya melihat senyum mu. Begitu sampai dipintu keluar, ku perhatikan satu per satu wajah mereka, tapi tidak ku lihat dirimu. Kemana kamu?. Dan disana kamu rupanya! Berdiri memperhatikanku dari kejauhan. Memakai kemeja hitam dan clana jeans kumal seperti sudah menjadi kebiasaanmu. Kamu berdiri, melambaikan tanganmu ke arah ku, dan tersenyum manis. Aku tersentak kaget melihatmu dari kejauhan, kamu berbeda. Aku mendekatiku dan kamu segera mencium keningku dan memelukku erat, seakan tidak memberiku ruang untuk bernafas. Kamu benar-benar memelukku dengan erat, kita sama-sama rindu.
Aku tiba dikotamu, aku menemuimu, aku merindukanmu, sangat. Lihat..bahkan langit dikotamu seakan menyambutku, ia menurunkan hujan. Sepertinya ini memang hariku, aku bahagia. Ada kamu disampingku dan hujan dengan setia menemani perjalanan kita menuju tempatmu. Aku menemui mu, senja..

Rabu, 07 November 2012

Dipojok Kafe

Diposting oleh Unknown di 20.15 0 komentar

Siang itu aku akan menghabiskan waktuku bersama dengan segelas kopi dikafe yang biasa aku kunjungi. Setibanya aku disana, aku memilih tempat duduk favoritku. Aku duduk tepat disebelah jendela kafe tempat dimana aku selalu menghabiskan waktu dengan aksara.  Tempat ini selalu menjadi bagian tempat favorit ku, bagaimana tidak, aku bisa melihat pemandangan dari dalam. Angin yang selalu berhembus dari luar jendela selalu membuat ku nyaman menulis seharian sampai aku terbunuh oleh waktu. Tidak lama seorang pelayan yang sudah ku kenal menawariku minuman yang selalu aku pilih, yaa.. segelas kopi coklat hangat dengan taburan coklat diatasnya. Aku mulai membuka laptop dan mengetik yang ada dipikiranku sore itu.
Sudah hampir satu jam aku disini, tiba-tiba pintu kafe terbuka dan seorang pria memakai kaca mata, dengan kemeja hitam yang dilipat tangannya, memakai celana jeans dan sepatu boots memasuki kafe. Aku memicingkan sedikit mataku, tidak pernah ku lihat sebelumnya pria itu. Tetapi pelayan yang tadi menawari ku minuman sepertinya sudah akrab dengan pria itu.

***
Hari itu aku putuskan untuk pergi ke kafe diujung jalan bandung, aku berharap bisa bertemu dengan wanita yang selalu menulis diatas tissue yang selalu aku temukan diatas meja sehabis dia meninggalkan kafe. Aku penasaran dengan wanita itu, aku jatuh cinta dengan tulisan-tulisan yang selalu dia tulis diatas tissue. Setibanya aku dikafe, aku menemukan wanita itu persis duduk ditempat favoritku juga. Hari itu aku duduk ditempat yang tidak biasa, bagaimana mungkin aku harus memaksakan diri ku untuk duduk ditempat favoritku jika sudah diisi oleh wanita itu. Biasanya aku menghabiskan waktuku dikafe ini sore sampai malam dan selalu duduk tepat dimana wanita itu duduk sekarang, tapi karena aku ingin bertemu dengan wanita itu, aku datang lebih awal.
Aku tidak menyangka wanita yang selama ini membuatku penasaran tepat didepan mataku. Dia mengenakan dress berwarna hitam, dengan kalung mawar hitam dan sepatu boots hitam. Dia menatapku cukup tajam, ada apa dengan ku? Apakah dia mengenaliku?. Ahh sudahlah.. aku tetap membuka laptop ku dan mengetik, lagipula secangkir kopi coklat sudah ada disampingku.

***
Lelaki itu.. sepertinya aku menyadari bahwa aku dan dia sering bertemu dipintu masuk kafe. Ketika aku melangkah keluar, dia melangkah masuk kedalam kafe. Siapa dia? Mengapa dia memperhatikanku dengan begitu tajam?. dari jauh aku memperhatikan lelaki itu yang sedang menulis sesuatu dilaptopnya, hey.. dia menyadari bahwa aku memperhatikannya, dan dia melemparkan senyuman manisnya dihadapanku. Aku segera membalas dengan senyuman sambil mengangkat secangkir kopi ku.

***
Baiklah.. ini saatnya aku menghampirinya, semoga saja wanita itu tidak menyiramku dengan secangkir kopi yang sedang dia sesapi. Ku berani kan diriku, walaupun rasanya jantung ini sedang tidak bersahabat.

***
“sore..boleh aku duduk dibangku kosong tepat disampingmu?”
“tentu saja, silahkan duduk..”
“sepertinya kamu selalu meninggalkan potongan-potongan tissue ini sehabis kamu duduk ditempat favoritku..”
“jadi selama ini kamu yang megumpulkan semua potongan-potongan tissue ini?terima kasih. Ternyata masih ada seseorang yang meluangkan waktunya untuk membaca potongan-potongan tissue ku”
“tulisanmu yang selalu membuatku berfikir bahwa aksara itu memang indah, semua yang kamu tulis diatas tissue ini yang membuat aku datang lebih awal ke kafe ini, hanya untuk bertemu dengan si pemilik tulisan ini..”
“kamu.. membuat wajahku seketika berwarna merah muda! Terima kasih pujiannya, itu hanya sebuah kata yang belum tentu ada orang yang mau membaca diatas potongan tissue.. jadi, siapa namamu pria berkaca mata?”
“tapi nyatanya, aku selalu membaca setiap tulisan yang kau buat diatas tissue ini.. namaku Reno dan siapa namamu wanita yang berhasil mencuri senyumku?”
“namaku kara. Hey.. jadi ternyata kamu selalu menghabiskan waktu mu di kafe ini setelah aku beranjak pergi dan duduk tepat dimana sekarang kita berada?biar aku tebak.. apakah kamu menyukai aksara juga?”
“yaa! Aku selalu datang kesini hanya untuk meluapkan apa yang ada dipikiranku..aku sangat mengagumi aksara, karena apa yang lebih indah selain kata yang dirangkai menjadi sebuah kalimat dan membuat semua itu tampak menjadi suatu keajaiban..”
“keajabian? Yaa hanya beberapa.. terkadang aksara membuat ku sesak untuk bernafas. Ada kesedihan yang sedang mengumpat disana”
“seperti pedang yang perlahan-lahan menembus dada dan hebatnya lagi, tidak ada darah yang mengucur.”
“lalu berusaha untuk mengeluarkan pedang itu tetapi dada semakin sesakdan akhirnya mati”
“hahahahaaa..”
“aku akan berterima kasih sekali pada hujan yang mengantarmu untuk datang ke kafe ini, duduk disamping ku dan.. melihatmu dari depan mataku”
“dan aku akan berterimakasih sekali pada potongan-potongan tissue ini yang selalu membuat ku penasaran dengan si pemilik tulisan”

***
Seperti itu aku dan dia bertemu hingga akhirnya kami selalu menghabiskan waktu bersama hanya sekedar minum kopi dikala senja atau berbicara tentang aksara hingga pagi menjelang.. terima kasih hujan, terima kasih tissue, dan terima kasih kafe yang selalu menjadi saksi bahwa perbincangan kami dengan aksara lambat laun menghasilkan persabatan antara si pemilik tulisan diatas tissue dengan pria berkaca mata.

***
Ku genggam potongan-potongan tissue ini,masih jelas aksara yang ia tulis..

Ku lihat ia menuangkan kesedihan; kedalam matanya sendiri, begitu tabah. (bdg 2011)
Biar saja, dalam cinta; rasa sakit dan bahagia datang bersama. Kita hanya membutuhkan waktu untuk  membedakannya. (bdg 2011)
Air mata yang jatuh adalah surat cinta yang tak pernah kau buka lipatannya—kata yang terbiar diam, tak terbaca, tak dibaca. (bdg 2011)
Ku piker, rindu hanyalah kecemasan yang disamarkan Tuhan. ( bdg 2011)
Kehilangan, kau tahu; tak pernah lebih pedih dari terlupakan. (bdg 2011)

sajak yang ia ukir  telah mengantarku menemukan wanita yang ku kagumi. Terima kasih si pemilik tulisan diatas tissue.. 

Minggu, 28 Oktober 2012

Random Thought I

Diposting oleh Unknown di 20.56 0 komentar

And when night gives you that pressure on your chest, the same with the one hits you when you dive, you know you need to sleep, badly!!

i am invincible as long as i'm alive

Diposting oleh Unknown di 20.53 0 komentar
Look at you.
You're young, and you're scared.
Why you so scared?
Stop being paralyzed.
Stop swallowing your words.
Stop caring about what other people think.
Wear what you want.
Listen to the music you want to listen to.
Play it loud and dance to it.
Stop waiting for saturday.
live now, do it now.
Take risks.
Tell secrets.
This life is yours.
When you going to realize that you can do whatever you want?


Look at you!

Rabu, 24 Oktober 2012

Ini Tentang Cinta

Diposting oleh Unknown di 20.08 0 komentar
Ini (masih) tentang cinta..
Sesuatu yang bisa mengangkat ku lebih tinggi atau bahkan menjatuhkan ku kedalam lubang yang sangat dalam. Entah ada apa dengan cinta, memahaminya pun sangat sulit. Tapi yang pasti, selalu ada harapan dibalik nama cinta. Seperti aku yang berharap pada angin, supaya angin bisa membawa rasa sedihku jauh, jauh dan aku berharap itu tidak akan pernah kembali. Aku berharap pada deburan ombak agar menyeret semua kebimbanganku ketengah lautan yang dalam, aku yang berharap pada sinar matahari agar menguapkan semua kegelisahanku hingga kering tak bersisa dan aku berharap bahwa cinta tak datang pada saat aku tidak mengharapkannya.

Ini (masih) tentang cinta..
Sesuatu yang bisa membuatku tersenyum lebar atau bahkan mengeluarkan air mata. Bodoh memang.. sampai suatu waktu aku berfikir tentang filosofi cinta. Ketika hati bertanya "Lalu cinta itu seperti apa?" dan logika ku menjawab "Bahwa terkadang cinta itu benar-benar seperti angin, tidak terlihat namun bisa dirasakan. Atau kadang cinta itu seperti kopi yang panas, saat secangkir kopi itu dingin, wangi dan rasanyan pun berubah. Tetapi, terkadang cinta itu seperti lemon, asam.. Tapi ada manis samar-samar dari dalamnya. Tetapi bisa saja cinta itu seperti cokelat, manis dimulut tapi kemudian pahit dilidah. Coba kau pahami hati, apa yang selama ini membuatmu selalu menggunakan hati mu?. Cinta itu tidak rasional..". Lalu hati pun menjawab "Ya.. Membuat ku merasa cinta itu bisa membuatku Gila dan Menderita!!"

Selasa, 16 Oktober 2012

Tentang (kita)

Diposting oleh Unknown di 22.27 0 komentar
Kamu ingat dulu kamu pernah berhasil mencuri hatiku? iyaa.. kamu berhasil mencurinya dari ku, meskipun pada awalnya aku ragu, tapi kamu berhasil meyakinkan ku dengan pengorbanan mu. Hahahaa.. bunga lily itu? cukup merepotkan yah.. maaf.. tapi aku memang suka sekali dengan bunga lily. Hari dimana aku menginginkan bunga lily dari mu dan kamu berjuang untuk mendapatkannya meskipun hasilnya kosong. Aku kecewa, tapi kamu menawarkan mawar merah untuk ku. Sekali lagi, aku minta maaf.. aku bukan seperti wanita lainnya yang menyukai bunga itu, oleh karena itu, jika aku memilih bunga mawar merah, aku menginginkan 99 tangkai bunga mawar merah. Tapi lagi-lagi kamu tidak bisa menyanggupinya, jadi aku putuskan untuk memilih bunga mawar putih berjumlah 3 tangkai, sesuai dengan angka kelahiranku. Dan akhirnya kamu memberikannya tepat ditanggal 18, yaa.. tanggal kita, aku dan kamu. Sssstt.. bunga mawar putih itu masih aku simpan sampai sekarang meskipun kering, yaa seperti luka ku, mengering sudah.

Berhari-hari kita habiskan bersama, sampai akhirnya kita lupa bahwa tahun telah membawa kita sampai ujung. Kita itu lucu.. saat diantara kita tidak mau terpisahkan, justru kesetiaan lah yang menjadi pelindungnya. Meskipun terkadang (atau justru sering) kita masih saja tergoda. Pernah terlintas di thalamus ku untuk meninggalkanmu, tapi pada akhirnya kita kembali dan bersama, mencoba tetap bertahan walau hati ini mungkin sudah tidak terbentuk, mencoba kembali mengukir senyuman dan menghapus tangisan. Aku yang selalu pandai menyimpan luka, dan kamu yang selalu berusaha untuk menyembuhkannya.  

Kita pernah bermimpi untuk selalu bersama hingga rambut menjadi putih, hingga kulit tidak lagi kencang, hingga aku atau kamu tidak lagi ada untuk menemani. Kamu ingat saat kamu dibawah hujan malam hari hanya untuk meminta maaf kepada ku, kamu ingat hampir tiap malam kamu rela menungguku pulang?. Tapi kamu melupakan satu hal, janji yang selalu kamu katakan dihadapanku, kamu tahu?suara mu saat mengeluarkan janji itu masih terngiang di kedua telingaku. 

Karena mimpi kita berpisah, yaa.. ternyata mimpi kita untuk masa depan kita berbeda. Kita sempat berhenti dipersimpangan jalan, dan pada akhirmya kita memutuskan untuk berlawanan arah. Sakit memang, tapi perjalanan ku masih panjang, sangat panjang. Jangan tanya bagaimana aku mencintaimu, Kamu.. cukup menjadi rahasia ku dengan Tuhan bagimana hati ini tetap bersembunyi dibalik luka..

Minggu, 14 Oktober 2012

Lembaran Usang

Diposting oleh Unknown di 23.02 0 komentar

Malam ini, ku kumpulkan segenap kekuatan ku untuk membuka kembali lembaran-lembaran yang sudah ku tutup rapat dari hidupku. Bukan untuk mengingat kembali, tapi ada sedikit perasaan yang selalu ku tutupi dari dalam hati, rindu. Apa kabarmu disana? Bahagiakah hidupmu sekarang? Aku harap kamu berubah, berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari yang dulu ku kenal. Ku buang rasa sakitku yang telah ku kubur dalam dihati, ku buang rasa ego ku jauh sebelum kamu pergi, hanya untuk membuka lembaran kita. Yaa..lembaran usang tentang kita, tentang rasa yang pernah ada diantara kita,tentang rindu yang sekarang hinggap dipikiranku. Bisa kamu bayangkan betapa bodohnya aku tetap membuka lembaran-lembaran ini, menatap satu per satu tentang kita tentang semua yang kita lalui bersama. Begitu bahagianya kita dulu, sampai lupa bahwa ada sakit yang tetap setia didalam hati. Ada  rasa saling memiliki yang terlalu, hingga suatu hari kita lupa bahwa kita saling memiliki.

Tidak.. aku tidak pernah menyalahkan kamu, bahkan aku tidak pernah menyalahkan takdir yang mempertemukan kita. Luka ku, luka mu.. aku yakin pasti suatu saat akan mengering dan sembuh. Dan saat malam ini pun, aku yakin kamu sudah bisa tersenyum disamping wanita yang kamu sayangi. Jika cinta dan benci itu memang tipis, mungkin benar. Selama aku disamping mu, aku tidak bisa membedakan cinta dan benci, ketika aku ingin membenci, ada cinta disana yang menunggu didalam hati. Aku, kamu, itu sama tidak ada beda. Kita mempunyai perasaan terlalu satu sama lain, tapi perasaan takut akan kehilangan itu jauh lebih besar. Kita lebih mementingkan ego dari pada perasaan yang ada didalam hati kita selama bertahun-tahun kita bersama.

Entah mengapa malam ini aku memang merindukanmu, bodoh memang.. tapi hanya sosok bodoh mu yang selalu aku inginkan. Melakukan hal-hal lucu bersama, tertawa bersama, bahkan kecupan dikening itu yang masih aku rindukan, dan panggilan yang hanya kamu berikan untukku. Berjuta tawa kita lakukan bersama, tapi seribu air mata yang keluar itu justru yang selalu kita ingat. Bagaimana mungkin satu bibir ini pernah melemparkan kecupan, mengeluarkan janji kita, tetapi satu bibir ini juga saling melemparkan cacian dan makian yang lebih menyakitkan..

Kamu yang mengajariku bahwa tidak ada yang lebih kuat selain cinta yang memahami, kamu yang mengajariku bahwa cinta itu memang selalu memaafkan, kamu yang mengajariku bahwa kesetiaan itu memang banyak pengorbanan. Kita saling berkorban untuk kita. Hingga suatu saat kita menyerah pada keadaan, keadaan dimana kita harus melepaskan ego dan perasaan masing-masing. Untukmu yang pernah dihatiku, terima kasih.. cinta mu dulu pernah menjadi lentera yang menerangkan jalanku, membangkitkan jiwaku ketika langit kelabu…

Sabtu, 13 Oktober 2012

Kanvas dan Pelangi

Diposting oleh Unknown di 19.24 0 komentar
Tuhan telah memberikan ku sebuah kanvas kehidupan, belum tergores apapun tentang hidupku. Masih putih, polos, dan tidak ada goresan tinta. Berhari-hari aku mencoba untuk mencari sesuatu yang bisa mengukir lembar-lembar dikanvas hidupku, tapi tidak ku temukan apa-apa selain sesuatu yang tidak dapat aku gambarkan. Aku masih terdiam, melihat kanvas yang tidak berubah, tanpa warna. Sore itu Tuhan membisikkan ku sesuatu. Sesuatu yang tidak ku mengerti, Tuhan menyuruhku bersabar untuk memberikan warna dalam hidupku. Tuhan berbisik bahwa aku jangan sampai mengulang kesalahan memberi warna, warna yang sudah tergores rapih lalu hancur begitu saja hanya akan menjadi kanvas yang tidak berguna dikemudian hari, hanya memberi luka, kataNYA. Aku tertunduk malu, malu akan kesalahan-kesalahan ku.

Sore itu aku memikirkan seseorang yang mungkin bisa sedikit memberi warna dikanvas ku atau memang dia sudah mulai memberi warna tanpa sepengetahuan ku?. Ah.. aku lupa memberitahu bagaimana caranya memberi warna dikanvasku! kanvas ku cukup rapuh untuk diberi warna oleh orang lain. Lalu aku harus bagaimana? membiarkan dia tetap mewarnai kanvas ku dengan warna yang dia punya? atau aku harus segera bertindak agar aku tidak mengecewakan Tuhan lagi?. Tuhan.. saat ini aku mulai bisa mengukir senyum ku kembali, aku masih tetap bisa berusaha untuk tidak membuat kanvasku rapuh kembali. Saat ini, aku percaya itu. Walaupun aku tidak tahu esok kanvasku akan seperti apa.

Sedikit demi sedikit sepertinya kanvasku mulai berwarna, hey.. coba kamu lihat! kamu memberi warna yang beragam, susunan warna yang kamu pilih cukup unik, seperti.. pelangi. Aku tersenyum setidaknya untuk saat ini, karena warna mu. Warna mu yang ada didalam kanvasku membuat ku berpikir apakah memang kamu? aku ragu. Aku ingin kanvasku ada sedikit warna tetapi disisi lain aku juga tidak ingin kanvasku rapuh kembali, atau bahkan rusak. Bagaimanapun, aku akan tetap menjaganya semampu ku.

Hari-hari yang ku lalui dengan kanvasku dan kamu memang cukup unik, ada bahagia yang sedang mengumpat dibalik kebohongan disana. Mengapa harus warna pelangi yang kamu berikan dikanvasku? aku tidak menginginkannya, satu warna saja sudah cukup untuk ku. Aku takut jika kamu memberikan begitu banyak warna, kamu lupa bagaimana cara menghapusnya dan mengembalikkan kanvasku seperti semula, putih. Dan benar saja, ketakutan ku selama ini akhirnya nyata. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, tanpa kamu sadari kamu telah memberi warna yang tidak aku suka.

Ku biarkan kanvasku terjatuh dan tergeletak begitu saja disana, biar hujan yang menghapusnya. Menghapus warna-warna yang kamu berikan diatas kanvasku, yang dulu ku sebut pelangi. Yaa.. Pelangi, dia selalu datang setelah hujan, membuatku mengerti tentang kebahagiaanku. Tapi bukankah pelangi itu susah dicari? dan berlalu sangat cepat sekali, membuatku mengerti bahwa tidak ada yang abadi. Maaf Tuhan.. ternyata aku tak kuasa untuk tetap menjaga kanvasku, aku tidak mampu. Bahkan aku terlalu lemah karena warna-warna itu. Tetapi Tuhan tetap memelukku dengan erat, membisikkan bahwa akan selalu ada hujan yang turun untuk mengapus warna-warna yang ada didalam kanvasku, biar hujan yang menghapusnya, bukan airmata ku, kataNYA. Dan aku menyadari bahwa kita sepaham dalam satu hal; Cinta itu seperti pelangi.

Jumat, 28 September 2012

Cerita Kita dipagi Hari

Diposting oleh Unknown di 13.02 1 komentar
Pagi ini aku terlalu enggan untuk membuka kedua mataku, tapi aku tahu, aku harus mengejar mimpiku tadi malam tentang kita. Aku terbangun dan melihat ada sebaris pesan darimu, sepertinya malam tadi membuatku berpikir bahwasannya kita memang satu, iya..aku dan kamu. Aku tidak peduli dengan realita, karena yang ada didalam thalamus ku hanya kita. Ahh... lagi-lagi aku membual dan mencoba lari dari realita yang sesungguhnya, biar sajalah. Sedikit bermimpi tidak apa.

"Hey.. Bangun tampan! tidakkah sinar matahari sudah membangunkan mu dari sela-sela jendela kamarmu?. Tangan ku tak kuasa untuk membangunkan mu dengan mengusap rambutmu yang tidak beraturan disana, apalagi suaraku..suaraku terlalu lemah untuk membangunkan mu lewat bisikan disalah satu telingamu"

"Pagi cantik.. Sinar matahari sudah membangunkan ku pagi ini,  kamu tahu?sinar matahari membisikkan apa yang tidak dapat kamu ucapkan. Dia memberitahuku apa yang diucapkan bulan kepadanya tentang mimpi mu semalam, tentang kita"

"Tentang kita? lalu kamu percaya begitu saja?." 

"Yaa.. Begitulah.. "

"Hahaha.. Bagaimana kamu bisa percaya dengan matahari? Matahari dan bulan, kapan mereka bisa saling bertemu? hanya saat gerhana saja. Hanya Tuhan yang tahu tentang mimpi ku, karena itu aku malu dengan Tuhan. Tuhan belum memberikan jawaban, Tuhan hanya tersenyum ketika mengetahui mimpi ku."

"Tuhan tersenyum karena Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita, bersabarlah.. Semua akan berjalan dengan apa yang membuat Tuhan tersenyum, aku yakin Tuhan juga pasti akan tersenyum melihat kita pada akhirnya nanti.."

"Yaa.. Tugas ku memang menunggu jawaban dari Tuhan. Tapi jika nanti suatu saat Tuhan membisikkan jawabanNya kepadaku, aku akan melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadaku"

"Hey cantik.. Aku hanya berharap apapun  yang Tuhan bisikkan memang yang terbaik untuk kita. Aku hanya tidak mau menyeka air yang keluar dari matamu yang selalu membuatku mematung setiap kali ku tatap.."

"Ahh.. Jika kamu menyeka air yang keluar dari mataku nanti, itu membuatku terlihat bodoh dihadapanmu. Aku sudah belajar dari sekarang untuk tidak memerintah mataku berulah.."

"Kamu lucu.. Tudak ada yang memerintah mata mu untuk berulah! . Jadi, akan pergi kemana kamu hari ini?"

"Tidak.. Bukankah berjalan-jalan dihati dan pikiranmu saja sudah cukup? :)"

"Hahaha.. Bualan  kah ini?"

"Setidaknya melihatmu tersenyum disana sudah membuatku bahagia pagi ini. Bahkan mengetahui kamu masih menyayangiku sampai pagi ini, itu sudah membuatku menjadi wanita paling bahagia pagi ini.."

"Hahahahaaha.. Lagi-lagi kamu berhasil membuat simpul senyuman dibibirku.."

"Aku tidak pernah memaksamu untuk mempercayaiku, tapi yang perlu kamu tahu, ucapanku berkata karena kamu. kamu lupa ya? aku penulis.. Menulis tentang kamu menjadi bagian favoritku.
Aku sudah menitipkanmu pada Tuhan untuk selalu menjagamu dengan cinta yang aku punya..Bolehkah aku menitipkan sedikit kecupan bibirku dibibirmu pagi ini?"

" Aku akan simpan baik-baik titipan kecupanmu.. Jika suatu saat  nanti kamu mengambilnya masih tetap dalam keadaan yang sama, disini.. dibibirku.."

"Tidakkah pagi ini terlalu membuatku sangat bahagia? berbagi aksara denganmu ternyata menyenangkan juga.."

"Kamu cantik yang membuat aku mengerti indahnya aksara jika dirangkai dengan menggunakan cinta.. Terima kasih pagi yang masih menjagamu tetap tersenyum.."

"Terima kasih matahari yang masih membangunkan mu dengan titipan ku.."

"Titipan? hey..lagi-lagi kamu menyembunyikan sesuatu dari ku, cantik!. Apa yang kamu titipkan pada matahari untuk selalu membangunkan ku setiap pagi?"

"Hanya sebuah cinta..."


Kamis, 27 September 2012

Cinta...?

Diposting oleh Unknown di 23.49 0 komentar
Hey... Malam ini aku mencoba untuk memahami apa arti cinta itu, setidaknya aku memahami sedikit apa yang kalian tahu tentang cinta. Ini hanya sekedar pemahaman ku, maaf jika tenyata pemahaman ku berbeda dengan kalian..


Menurut ku, cinta tak memberikan apa-apa kecuali keseluruhan dirinya...
penuh utuh pun tak mengambil apa-apa kecuali dari dirinya sendiri.

Menurut ku, cinta tak memiliki atau pun dimiliki...
karena cinta telah cukup untuk cinta.

Menurut ku, cinta tak mengenal sakit menyakiti, luka melukai, bohong membohongi...
karena yang diperlukan adalah kejujuran, kesetiaan, dan kepercayaan.

Maka cintailah cinta agar ia mencintainya..

Just Dream

Diposting oleh Unknown di 00.46 0 komentar
You kissed me by surprise in my dream, I knew it was just me dreaming you kissing me. But when I woke up, reality left me confused because I thought it wasn’t real and I was still dreaming.
I can hear your heart beat and breath, distant. Yet so close I can feel your warmth engulfed me with peace.
we were there together, hands tangled each other. I touched your skin, as if I touch the silent surface of a lake, deep beyond anything.
Spider threads its web above us, and beyond that sea of stars sparkling for eternity. And I am here, right beside you for a brief moment, not even my soul knows how long it is already I sleep with my wide eyes open.

Selasa, 25 September 2012

Do Not Stand At My Grave And Weep

Diposting oleh Unknown di 20.08 0 komentar
Do not stand at my grave and weep;
I am not there. I do not sleep.
I am a thousand winds that blow.
I am the diamond glines on snow.
I am the sunlight on ripened grain.
I am the gentle autumn rain.
When you awaken in the morning's hush.
I am the swift uplifthing rush
of quite birds in circled flight.
I am the soft stars that shine as night.
Do not stand my grave and cry;
I am not there. I did not die.


Kamis, 20 September 2012

Kedua

Diposting oleh Unknown di 20.54 0 komentar
Ketika kamu menaruh perasaan terlalu dalam, ketika kamu mengerti perasaan dihati ini, ketika kita sering menghabiskan waktu bersama, ketika kamu selalu memeluk ku disaat aku terjatuh, ketika kamu selalu mencoba mengukir senyuman di bibirku, ketika kamu selalu mengajariku bahwa cinta tidak selalu memiliki. Siapa yang harus disalahkan dari semua ini? aku? kamu? Tuhan? atau bahkan keadaan yang tidak tahu menahu tentang takdir, tentang pertemuan kamu..dan aku. 

Siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya kita seperti ini, bodoh rasanya aku yang selalu berpura-pura tidak mengetahui tentang keadaan sebenarnya. Atau karena aku sekuat hati untuk bersikap acuh dan tidak pernah memikirkan yang lain. Dengan kerendahan hati ini, yang aku pikirkan, yang aku rasakan, dan yang aku lihat hanya kamu dan aku, itu saja. 

Aku tahu ada wanita lain yang tetap menjaga hatimu, entah sampai kapan. Aku tahu ada cinta lain yang tetap mengisi hati mu, entah seberapa banyak. Aku tahu kamu tidak akan mungkin bisa memilih, karena kata mu, hati itu bukan untuk memilih tetapi untuk merasakan. Jika memang itu, aku siap mengisi celah yang kosong dihati mu walaupun sedikit, aku siap selalu ada disaat kamu merasa tidak diperdulikan oleh nya, aku siap menemanimu kemana pun kamu pergi saat dia sibuk dengan urusannya, aku siap memberimu pelukan setiap kali kamu merasa kesepian, aku siap menjadi lilin yang memberimu cahaya dalam kegelapan walaupun hanya seberkas, aku siap menjadi sandaran ketika kamu terjatuh. Walau pada akhirnya.. akupun harus siap jika suatu saat nanti kamu pasti akan melupakan ku dan meninggalkan ku.

Tidak kah kamu terlalu sibuk untuk mencintai aku dan dirinya? tidak kah hati mu terlalu penuh mengisi dua cinta sekaligus? tidak kah kamu menyadari ada sesorang yang terluka? tidak kah kamu berfikir bahwasannya aku berpura-pura tidak tahu tentang kamu dengan dia, sedangkan dia tidak pernah tahu menahu tentang kita. Jika suatu saat nanti dia tahu, apa yang akan kamu lakukan? melupakan ku? meninggalkan aku begitu saja?. Jika datang hari itu, aku sudah siapkan berbagai obat yang mungkin akan membungkus luka ini, luka yang sedikit demi sedikit akan mengiris dan melubang kan hati ku.

Hati kita hanya satu. Perasaan kita sama. Cinta sejati lah yang akan memilihnya. Tetapi dengan mencintaimu, separuh kebahagiaan telah ku genapkan. Separuhnya lagi, engkau lebih tahu daripada aku. Hidup itu terlalu ironis. Saat aku mengetahui bahwa kamu mengirimkan ucapan selamat pagi dan panggilan "cantik.." itu bukan hanya untuk ku saja. Cintai aku sebaik engkau mampu, sebab segala kebaikanmu telah lebih dari cukup bagi hidupku. Bahagia ku cukup karena keajaiban, keajaiban mengetahui bahwa pagi telah datang dan kau masih mencintaiku. Terlalu naif rasanya aku harus menuruti semua ego ku dan memaksamu untuk memilih.tidak sayang.. aku tidak akan sanggup melakukan itu, karena apalah arti kehadiran ku yang singkat ini bisa memberi mu kebahagiaan jika dibandingkan dengan dia yang sudah lebih dulu menemanimu.

Kesabaran ku adalah tempat dimana duka berbaring lelah, sedangkan menunggu adalah tempat dimana suka kehilangan kebahagiaannya. Aku tidak butuh kata terucap, kadang jawaban bisa terbaca melalui sikap mu. Cinta, tidak mengajariku sesuatu. Ia hanya memaafkan kebodohanku. Aku bahagia dengan caraku sendiri, sayang.. Tetapi, cepat atau lambat kamu tidak akan bisa menyimpan rahasia, yang telah dijatuhkan air mata. 

Rabu, 19 September 2012

Life Would be Perfect If..

Diposting oleh Unknown di 21.48 0 komentar

  • Sweatpants were always sexy
  • Junkfood was healthy
  • Nothing was regrettable
  • Monday were FUN
  • Guy's weren't confusing
  • Drama didn't exsist
  • Goodbyes were only meant until tomorrow
  • Wishes come true

Selasa, 18 September 2012

Random Thought I

Diposting oleh Unknown di 22.27 0 komentar
I act like such a happy person. But deep down, I am not... I know people  have it worse than me, but I still have troubles of my own..

And when night gives you that pressure on your chest, the same with the one hits you when you dive, you know you need to sleep. badly!

Minggu, 16 September 2012

You Are..

Diposting oleh Unknown di 20.37 0 komentar
You are the books you read, the films you watch, the music you listen to, the people you meet, the dreams you have, the conversation you engage in. You are what you take from these. 

You are the sound of the ocean, the breath of fresh air, the brightest light and the darkest corner. 

You are a collective of every experience you had have in your life. 

You are every single second of every single day. 

So drawn yourself in a sea of knowledge and existence. 

Let the words run through your veins  and let the colours fill your mind. 

Behind the scene videoklip “Sarasvati – Story of Peter”

Diposting oleh Unknown di 18.50 0 komentar

02 Maret 2012, Oleh Nasrul Akbar.
Pada tanggal 1 Maret 2012 yang lalu, Band Sarasvati melalui sarasvatimusic.com akhirnya mengeluarkan video klip untuk salah satu lagu mereka yaitu “Story of Peter”. Bagi yang belum melihat video tersebut bisa mengaksesnya melalui link berikut ini:Video Sarasvati – Story of Peter. Apakah saya akan mengulas video tersebut? Tentu saja tidak, karena rekan saya Frnss sudah melakukannya di link berikut ini: Review Video Saravati – Story of Peter.  Untuk kali ini saya akan mengulas apa saja yang terjadi saat proses pembuatan video tersebut. Tanpa banyak berbicara lagi mari kita mulai.
Konsep simple dan minimalis yang di buat oleh sang sutradara Nanda Febriansyah, membuat proses pengambilan gambar untuk video tersebut tidak memerlukan banyak waktu. Kurang lebih 1 hari penuh yaitu pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2012, Febian Nurrahman saktinegara selaku Director of photography (DOP) merangkap editor video, berhasil mengambil stok gambar untuk video tersebut dengan bermodalkan satu buah kamera DSLR saja. Sedangkan untuk lokasi pengambilan gambar dipilih 4 lokasi utama yaitu: Jalanan komplek, Halaman depan dan Ruang tamu rumah No.16 di jalan Ermawar,Bandung., serta Taman Kemuning.
Timeline pengambilan gambar untuk video
10.00     Make up talent video (risa dan steven)
11.00     Pengambilan gambar pertama di lokasi luar rumah
11.30     Pengambilan gambar di jalan
12.00     Pengambilan gambar terhenti karena hujan
13.00     Pengambilan gambar dilanjutkan
13.30     Istirahat dan talent video, alison datang di lokasi
14.30     Pengambilan gambar di taman
15.30     Pengambilan gambar di dalam rumah
17.30     Make up talent video (alison)
18.30     Pengambilan gambar terakhir di dalam rumah no.16
Team video
Talent: Risa sarasvati, Steven, dan Alison Victoria Thackray;
Director: Nanda Febriansyah;
Director of photography (DOP) dan editor video: Febian Nurrahman saktinegara;
Make up artist: meygador sukmana;
Lighting dan  kru video: Abimanyu, Andri hartawan, Nasrul akbar, dan Ricky Arnold.
Foto-foto dokumentasi

Sekian Laporan dari saya, nantikan liputan-liputan Spacecrocodile berikutnya….
Terimakasih

Sumber : Spacecrocodile

Sabtu, 15 September 2012

If

Diposting oleh Unknown di 11.17 0 komentar
I'm probably going to fall in love with you a little if :

  • You don't realize how good looking you are
  • You employ old fashioned terms of endearment
  • You don't bat an eye when I spontaneously launch into in different voice or accent in the middle of a sentence
  • You smell like something incredible from my childhood
  • You have enermous dreams

  • You distract me from my "real" life
  • You know how to listen
  • You are self deprecating, but it come across as funny, not uncomfortable

  • We can't stop laughing around each other
  • You fall in love with me a little

Jumat, 14 September 2012

Waves

Diposting oleh Unknown di 22.59 0 komentar
They come like waves, these feelings. 
With no regular pattern yet they are destined to come wheter I like it or not. 
At times that can't be guessed.
I am a step away from what I feared, yet surpringsly longed for; madness.

In silence I find my peace...

Kamis, 13 September 2012

Past Tense

Diposting oleh Unknown di 22.27 0 komentar
Far back to the past, when things have just about to end and the rest haven’t yet begun. When decisions haven’t made, and pieces were still scaterred.
When stars were still the compass, and snow haven’t melt. 
far back to the past, where an innocence still was an innocence.

Far back to the past, where I could touch the words with my very fingers, felt them in my chest, locked them before my lips, wrote them in the air.
when nothingness was so much appreciated, and sounds were so little around I could hear my lungs breathing.
Far back to the past far back to the past, when eyes were closed, and dreams were so believable, as if I could chant spell on night and made it my servant.
That’s when things have just about to end, the rest haven’t begun. to rewind nor forward are not within my reach to ask, far back to the past..

Kata

Diposting oleh Unknown di 19.54 0 komentar
Mungkin dunia pernah masih sedemikian sepinya. Adam belum ada. Sunyi mengisi kosong dalam hampa; huruf-huruf masih menjadi milik Tuhan.
Lalu, dihembuskan ruh pada sang ayah manusia-manusia. Aksara per aksara dibisikkan padanya, menjadi untai kata, mengurai apa maknanya, menarik berbaris-baris kalimat purba, mengisi hati dan akalnya dengan pengetahuan tentang semesta yang terbentang menjadi ujung-ujung dunia. Apa yang mengisi di antaranya. Tentang surga dan neraka. Tentang kaum-kaum yang tidak kasat mata. Tentang atom dan molekul. Tentang Ia yang mencipta semua. Tentang ia yang diciptakan-Nya dari tanah dan bangga.
Setelah langit dibuka lebar, dan Ayah serta Ibu tinggal di bumi, lebih banyak aksara ditumpahkan dari singgasana ia sang Maha Kata. Seperti hujan, namun bukan air yang tumpah ruah, tapi huruf-huruf tiada habis. Berjatuhan dengan gemuruh riuh rendah. Bersemayam dalam benda-benda, menjadi nama-nama. Mengakar urat dari rumput hingga pepohonan di empat penjuru. Menjadi gunung dan tanah, menjadi cahaya dan api, menjadi sungai dan air, menjadi badai dan angin. Menjadi singa, rusa, dan elang. Menjadi terang dan gelap. Menjadi warna. Menjadi rasa. Menjadi hari. Menjadi semua yang ada pada Ayah dan Ibu, menjadi cinta mereka, menjadi hasrat mereka, menjadi sedih dan gembira mereka. Menjadi manifestasi keberadaan mereka yang pertama kali melisankan dunia.
Hingga kini kata penuh menyeruak di sana sini. Penuh sesaki dunia dengan suara membeludak membahana kemana telinga mendengar. Tidak berhenti turun sebagai hujan, melainkan menderu badai, menenggelamkan dunia dalam gelimang makna yang bahkan beberapa tidak sempat terdefinisi dan lahir sempurna.
Sedemikian ramainya. Hingga lama setelah Ayah dan Ibu tiada, manusia tidak lagi membaca. Mereka lupa, menghambarkan segala. Mereka menerka rasa-rasa yang dulu pernah diucapkan sangat kental dan penuh, namun seperti oase yang mengalah pada teriknya matahari sahara, mengering hingga tidak bersisa.

Sabtu, 01 September 2012

So?

Diposting oleh Unknown di 21.50 0 komentar

(Pura-pura) Utuh

Diposting oleh Unknown di 21.45 0 komentar

Masih terasa, sebenarnya masih ada. Di sini. Masih di tempat yang sama.
Sebenarnya di sini masih menangis.
Sebenarnya di sini masih sakit.
Sebenarnya di sini masih ada, tempat yang sama, hanya kali ini terasa berbeda.
Bukan, bukan karena dia.
Sebenarnya aku pura-pura.
Pura-pura tidak mencintaimu…

4 Words I Never Want to Hear

Diposting oleh Unknown di 21.37 0 komentar

  • I don't love you
  • You're diagnosed with cancer
  • I found someone else
  • It was never real
  • We need to talk
  • You're going to die
  • Your ______ is dead
  • You can't have kids
  • I don't remember you
  • Let's just be friends
  • We can't be together
  • I never loved you

Jumat, 31 Agustus 2012

The Untold Ones

Diposting oleh Unknown di 22.30 0 komentar

They are being untold because at the same point they are meant to be untold.

There are times I see explanations would cause nothing but more despair, with all these hands are occupied, they would be too much to handle.

This is when I really wish that my silence speaks louder more that those the unspoken , untold ones.


Left them be, sooner or later we'll catching up again.

Untitled

Diposting oleh Unknown di 21.15 0 komentar
Take me deeper under these layers of dream, to a place where light is abundance, to a place where is unknown for the earthlings, so we can grab the hands of the untouchable one, and in silence I can tell you how much I miss you, and in silence we shall be together..

Kamis, 30 Agustus 2012

Hahaha..

Diposting oleh Unknown di 22.12 0 komentar
Girl : Hey what would you do if I just broke up with you?

     Boy : I'd go back to my Ex

Girl : THAT IT WERE DONE!! shows you care about her more than me! 
        looks like I wasted my time :(

     Boy : Hey.. want to go back out?

Girl : I thought you said you'd go back to your Ex?

     Boy : You are my Ex...


Please, Don't Act!

Diposting oleh Unknown di 21.46 0 komentar
Jangan pernah berpura-pura menjadi siapa pun. Ketika diri ini mencoba untuk keluar dari 'garis' dan ternyata memang tidak bisa, siapa yang akan lelah?. Bukan kah hidup didalam kepura-puraan itu sangat lelah?. Khusus nya saya, saya memang benar-benar menjadi apa yang harus saya lakukan. Berbicara tentang bagaimana cara untuk berperilaku yang baik, memang bukan saya ahli nya. Tapi saya bisa menilai orang-orang disekitar saya bagaimana cara mereka, berperilaku. Tapi memang ini saya, saya hanya melakukan dan bersikap seharusnya saya, bukan sebagai orang lain. Maaf.. jika memang sebagian orang-orang disekitar saya menilai saya hanya dari sisi mereka yang mungkin kebanyakan negatif nya, tapi saya tidak pernah memperdulikan orang lain. Saya hidup sebagai saya, jika memang kenyataannya (mungkin) saya seperti yang mereka bilang, lalu saya harus berbuat apa?. Apapun yang membuat hidup saya menjadi lebih indah, akan saya jalani tapi apapun yang membuat saya tidak nyaman jangan pernah untuk terus memaksa saya, saya lelah.

Saya hidup berdasarkan hati dan pikiran. Jika hati mengatakan tidak tapi kenyataan nya pikiran menjawab iya, saya akan jauh memandang kedepan mana yang baik untuk hidup saya. Jika saya tetap memaksakan kehendak untuk tetap menjalani semua, itu cukup membuat saya berteriak. Lakukan lah apa yang menurutmu baik untuk hidupmu, menjadi orang lain dan mencoba untuk keluar dari 'garis' itu benar-benar sangat lelah.. Adakah yang lebih indah selain menjadi diri sendiri? Be your self itu memang indah. Hidup menjadi orang lain atau mencoba mengikuti 'aturan' untuk menjadi orang lain itu sama saja memakai topeng kan? penuh kebohongan dan pengecut, bahkan sangat pengecut untuk menunjukkan siapa kamu sebenarnya. Jangan pernah mencoba menjadi orang lain. Setiap orang itu berbeda dan kamu unik dengan caramu. Banggalah pada dirimu.

Mungkin saya adalah seseorang yang sangat frontal untuk berbicara tentang perilaku seseorang, karena jujur saja, saya sangat benci dengan kemunafikan. Apa yang kalian lakukan dengan penuh kebohongan itu sama saja dengan munafik kan?. Tapi maaf, saya lebih baik menunjukkan apapun yang menurut saya itu bertentangan dengan hati saya. Jika memang saya tidak suka jangan pernah memaksa saya untuk harus dan bisa suka akan sesuatu tersebut, sampai kapan pun. Keras kepala? memang.. tapi itu jauh lebih baik dari pada menjadi orang munafik. Sudah lelah rasanya untuk terus mencoba mengikuti 'aturan main', tetapi jika memang harus berkata "cukup..!" katakanlah, bagai sapi yang dicucuk hidungnya harus mengikuti 'aturan main'. If I'm not what you want then don't act like I am.. 

Lucunya... ketika ada beberapa dari kalian mencoba untuk bersikap baik dihadapan saya, tapi sayangnya saya sudah tahu mana yang memang benar-benar dan mana yang tidak. Mencoba berpura-pura didepan saya itu membuat saya ingin muntah. Life is not about the people who act true to your face. It's  about people who remain true behind your back. So please don't act.. 

You

Diposting oleh Unknown di 20.52 0 komentar
I AM VERY
INDECISIVE AND I
ALWAYS HAVE A
HARD TIME PICKING
MY FAVORITE 
ANYTHINGS

BUT I KNOW FOR SURE
THAT YOU ARE 
MY FAVORITE.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Sayap-sayap Patah

Diposting oleh Unknown di 20.37 0 komentar

Namun, sekarangkah saatnya kehidupan akan memisahkan kita agar engkau bisa memperoleh keagungan seorang lelaki dan aku kewajiban seorang perempuan?

Untuk inikah maka lembah menelan nyanyian burung bul-bul ke dalam relung-relungnya, dan angin memporakporandakan daun-daun mahkota bunga mawar, dan kaki-kaki menginjak-injak piala anggur?

Sia-siakah segala malam yang kita lalui bersama dalam cahaya rembulan di bawah pohon melati, tempat dua jiwa kita menyatu?

Apakah kita terbang dengan gagah perkasa menuju bintang-bintang hingga lelah sayap-sayap kita, lalu sekarang kita turun ke dalam jurang?

Atau tidurkah cinta ketika ia mendatangi kita, lalu, ketika ia terbangun, menjadi marah dan memutuskan untuk menghukum kita?

Ataukah jiwa-jiwa kita mengubah angin malam yang sepoi menjadi angin ribut yang mengoyak-ngoyak kita menjadi berkeping-keping dan meniup kita bagai debu ke dasar lembah? Kita tak melanggar perintah apa pun; kita pun tak mencicipi buah terlarang; lalu apa yang memaksa kita meninggalkan sorga ini?

Kita tidak pernah berkomplot atau menggerakkan pemberontakan, lalu mengapa sekarang terjun ke neraka?

Tidak, tidak, saat-saat yang menyatukan kita lebih agung daripada abad-abad yang berlalu, dan cahaya yang menerangi jiwa-jiwa kita lebih perkasa daripada kegelapan; dan jika sang prahara memisahkan kita di lautan yang buas ini, sang bayu akan menyatukan kita di pantai yang tenang, dan jika hidup ini membantai kita, maut akan menyatukan kita lagi.

Hati nurani seorang wanita tak berubah oleh waktu dan musim; bahkan jika mati abadi, hati itu takkan hilang musnah. Hati seorang wanita laksana sebuah padang yang berubah jadi medan pertempuran; sesudah pohon-pohon ditumbangkan dan rerumputan terbakar dan batu-batu karang memerah oleh darah dan bumi ditanami dengan tulang-tulang dan tengkorak-tengkorak, ia akan tenang dan diam seolah tak ada sesuatu pun terjadi karena musim semi dan musim gugur datang pada waktunya dan memulai pekerjaannya..



                                                                                                                                                                 Kahlil Gibran

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos