Minggu, 18 November 2012

Aku Menumuimu, Senja

Diposting oleh Unknown di 15.42

Dini hari, aku terbangun karena dentingan suara alarm yang begitu menyeruak ditelinga. Aku tersentak kaget dan turun dari tempat tidurku. Aku harus segera bergegas menuju bandara, ku siapkan perlengkapan ku, kebutuhan ku dan semuanya yang akan ku bawa. Setelah siap semuanya, aku langsung menuju bandara. Sepi. Tidak terlalu banyak orang yang lalu lalang, mungkin karena masih terlalu dini hari. Aku duduk menunggu panggilan pesawat yang akan aku tumpangi. Bosan. Tidak lama pesawat yang akan aku tumpangi sudah siap untuk beranjak pergi, aku mencari tempat duduk ku dengan membawa koper serta ransel ku. Dan.. yaa aku duduk tepat disebelah jendela pesawat, terimakasih.
Apa yang bisa aku bisa lihat dari sini? Kanan-kiri orang-orang yang tidak aku kenal. Sesekali mereka melemparkan senyuman dan ku balas dengan senyuman ku meskipun mata ku ingin sekali terpejam. Kantuk ini benar-benar membunuhku secara perlahan. Tapi secangkir kopi hangat, buku filsafat kesukaan ku dan sebatang coklat  menjadi temanku selama perjalanan menuju kotamu.
Kesabaran ku seakan dipermainkan ketika aku melihat keluar jendela dan pesawat yang aku tumpangi berjalan sangat lamban, bisakah dipercepat? Aku benar-benar ingin menemuinya. Hhahaa..Seakan menjadi bodoh ketika rindu ini selalu merasuk didalam diriku. Bisakah aku duduk bersabar dan menunggu pesawat ini bekerja seperti semestinya, sepertinya susah. Ku sesapi kopi yang hangat ini, ku buka lembar per lembar buku filsafat ku, dan sesekali ku patahkan batang coklat segitiga ini untuk ku makan. Detik menjadi menit dan menit berubah menjadi jam, berjam-jam aku duduk didalam pesawat. Tidak lama setelah itu pramugari cantik memberitahu bahwa sudah tiba dikota yang akan mempertemukan kita.
Segera ku rapihkan baju ku, rambut ku dan perlengkapan ku. Sesekali aku berkaca pada lorong-lorong untuk memastikan penampilanku. Aku berjalan menyusuri lorong bandara. Ahh..lagi-lagi jantungku berulah, tidak sabar rasanya melihat senyum mu. Begitu sampai dipintu keluar, ku perhatikan satu per satu wajah mereka, tapi tidak ku lihat dirimu. Kemana kamu?. Dan disana kamu rupanya! Berdiri memperhatikanku dari kejauhan. Memakai kemeja hitam dan clana jeans kumal seperti sudah menjadi kebiasaanmu. Kamu berdiri, melambaikan tanganmu ke arah ku, dan tersenyum manis. Aku tersentak kaget melihatmu dari kejauhan, kamu berbeda. Aku mendekatiku dan kamu segera mencium keningku dan memelukku erat, seakan tidak memberiku ruang untuk bernafas. Kamu benar-benar memelukku dengan erat, kita sama-sama rindu.
Aku tiba dikotamu, aku menemuimu, aku merindukanmu, sangat. Lihat..bahkan langit dikotamu seakan menyambutku, ia menurunkan hujan. Sepertinya ini memang hariku, aku bahagia. Ada kamu disampingku dan hujan dengan setia menemani perjalanan kita menuju tempatmu. Aku menemui mu, senja..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos