Jumat, 30 November 2012

Waktu, Realita, dan Kebodohanku

Diposting oleh Unknown di 01.26
Tuhan...
Malam ini aku masih saja terjaga, diseperempat malam aku masih berdoa memohon kepadaMu. Mungkin aku salah satu manusia yang selalu menuntut lebih dariMu, yaa aku sadari itu. Saat hati ini selalu bahagia, aku hanya ingin bahagia ku akan selalu ada disampingku. Setidaknya jangan terlalu menjauh dari ku. Ketika Engkau berbisik kepadaku, aku akan tetap mencoba menjadi hamba Mu yang taat. Ketika Engkau memberiku peringatan, aku tahu bahwa duka akan datang menghampiriku. Lagi-lagi Engkau memeluk ku dengan erat, dan merubah semuanya. 

Tuhan...
Hampir setiap malam aku terjaga diseperempat malam hanya untuk berbicara dengan Mu. Aku memohon segala kebaikan tidak menjauh dari hidupku, termasuk dengannya, Tuhan. Ketika Engkau tersenyum melihat kebahagiaan ku, Bahwasannya memang dia lah kebahagiaan kecil ku yang selalu ada disampingku. Bisakah Engkau hentikan waktu yang berputar disaat dia ada disampingku?. Aku begitu takut kehilangan kebahagiaan ku bersamanya. Entah apa yang merasuki ku malam ini, tapi yang jelas aku hanya ingin bahagia dengannya, titik. Begitu besar bahagia yang aku rasakan hari ini, aku merasa seperti kali pertama dicintai. Aku enggan beranjak dari bahagiaku saat bersama dia. Aku hanya ingin seperti ini setiap hari. Melihatnya dia tersenyum manis karena hadirku dan melihat dia bahagia karena cintaku. Semua yang aku rasakan malam ini seperti mimpi. Yaa.. aku benar-benar bisa merasakan tulusnya dekapan peluknya ditengah cahaya bulan. Aku bisa merasakan ikhlasnya senyumannya hanya untukku walaupun bintang mengitip dari atas langit, tapi aku tidak peduli.

Tuhan...
Aku mencintainya tanpa sebab yang jelas, konon katanya jika mencintai seseorang dengan tanpa sebab itu artinya berjodoh, apa itu benar Tuhan? jika memang iya, bolehkah aku meminta cukup dia saja yang menjadi jodohku?. Aku butuh pribadi seperti dia, pribadi yang sederhana namun bisa menjadi mataku ketika aku tidak mampu lagi untuk melihat. Begitu besar keinginanku untuk bisa menghentikan waktu hanya karena aku tidak mau kehilangan dia. Bodoh memang. Siapa yang bisa menghentikan waktu? Begitu besar rasa takutku hingga aku selalu mempertanyakanMu. Maaf Tuhan.. Lagi-lagi aku selalu menjadi bodoh. 

Tuhan...
Jika memang waktu tidak bisa dihentikan, setidaknya jangan pernah hentikan hatinya untukku. Jangan bolak-balikkan hatinya dengan yang lain. Tetapkanlah semuanya yaa Tuhan. Jika memang waktuMu untuk mengetuk palu dan keadilan ternyata tidak berpihak padaku, setidaknya dia tidak jatuh bersama orang yang salah. Setidaknya dia bersama orang yang mempunyai hati seluas samudera untuk mencintainya sepanjang waktu. Setidaknya dia bersama orang yang selalu membutuhkan matanya untuk melangkah ketika tidak bisa melihat. dan Setidaknya dia bersama orang yang selalu mendambakan senyumnya setiap hari bahwa anugerah terbesar dihidupnya.

Terimakasih Tuhan untuk waktu yang panjang malam ini, terimakasih Tuhan.. Lagi-lagi Engkau melemparkan senyum kepadaku malam ini..

1 komentar:

Hitori on 30 November 2012 pukul 23.04 mengatakan...

Hope this is for me ... @.@

Posting Komentar

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos