Jumat, 25 Januari 2013

Hanya Percakapan

Diposting oleh Unknown di 22.42 0 komentar
Cerita ini adalah percakapan antara aku dan sahabat penaku @Pradityo_R didalam social media (re: Twitter). Entahlah.. bagaikan burung yang bersahutan dan percakapan kita sepertinya sudah tidak asing lagi. Berawal dari teman ku menulis iseng di twitter dan dilanjutkan oleh permainan kata-kata ku sehingga terjadilah percakapan kami berdua. Dan seperti inilah pembicaraan kami yang dimulai oleh @Pradityo_R. 

"Setidaknya kau tau aku mencintaimu, itu cukup"

"Kau lupa ya?kau mencintai aku. Tapi kau mencintai dia jg"

"Aku Mencintainya itu benar, tapi mencintaimu itu lebih indah"

"maaf,tapi untukku itu sama saja kau berbual."

"Tulus bukan berarti harus memilih bukan? Setidak nya aku dan kau tau tanpa harus di tutupi" 

"itu sama saja kau membunuhku secara perlahan.."

"Coba untuk hilangkan persepsi dari sudut pandang mu, kekuatan ku bukan untuk melukaimu"

"iya memang bukan melukaiku, tp mematikan ku!!"

"melukaimu pun aku tak sanggup, apalagi mematikanmu? Hampir mustahil. Dimana ada cinta, disitu ada kamu"

"Ya Tuhan..seperti itu kamu mencintaiku?lalu apa kabar dengan dia yg kau cintai juga?!"

"bukankah sudah kukatakan sebelum nya, aku mencintainya memang benar, tapi mencintaimu lebih indah. Sayang"

"lalu siapa yg kau pilih? Tidakkah terlalu sesak hatimu jika diisi oleh 2 cinta sekaligus?!"

"aku tidak ingin memilih, hidup ini sudah terlalu sesak dengan pilihan. Lagipula, kau dan dia bukan untuk di pilih, tetapi di cintai"


Dan seperti itulah percakapan kami. Sampai akhirnya aku kehabisan kata-kata untuk membalasnya..  Haa!! good job @Pradityo_R.. 


Minggu, 20 Januari 2013

Surat Untuk Jodohku

Diposting oleh Unknown di 00.43 0 komentar

dear you, entahlah siapa saja. surat ini sengaja akan ku tulis dengan huruf kecil semua, tanpa harus menggunakan huruf besar karena aku sendiri merasa bahwa aku hanyalah orang kecil yang tidak punya apa-apa, tapi aku hanya punya rasa cinta, cinta yang teramat besar jika dibandingkan dengan hal-hal picisan lainnya.

surat ini, hanya akan ku tunjukan kepada seseorang yang kelak bisa menerima cintaku secara tulus dan apa adanya, kepada orang yang tidak begitu sempurna, tapi bisa aku cintai secara sempurna. kepada orang yang setiap siang dan malamnya akan menyandarkan kepalanya dipundakku ketika merasa lemah, kepada seseorang yang akan selalu berbagi cerita bahagianya.

siapa dia, untuk saat ini itu masih rahasia. bukan rahasiaku tapi rahasia-NYA sang maha kuasa. suatu ketika, aku percaya akan menemukannya, entah disekitarku atau malah jauh dari tempatku. itu tidak jadi masalah. apalah arti sebuah cinta jika jarak yang dipermasalahkan. selama ada komitmen untuk saling menjalin hubungan bersama, kenapa tidak harus berlandaskan pada rasa saling pengertian dan tentunya saling mencintai juga.

dear you, tahu enggak, beberapa waktu silam, aku pernah mencintai seseorang yang begitu teramat berharga. saking berharganya dia, aku menjadi egois, bahkan aku lebih mementingkan egoku sendiri dibandingkan emosi dan logika sendiri, hingga akhirnya aku terjebak dalam sebuah lingkaran dan merasa aku sangatlah bodoh.

sebulan, hingga akhirnya setahun kemudian, aku benar-benar tegas, dan inilah pilihanku, bahwa aku harus benar-benar ikhlas melupakannya. ku coba untuk mencari cinta lain, cinta yang apa adanya, cinta yang tulus. semakin aku mencari, aku tidak pernah menemukan. tapi aku terus mencari dan terus mencari. akhirnya, aku hanya menemukan sebuah kehampaan, sebuah kesepian akan kesendirian benar-benar aku rasakan. tapi aku tidak pernah menyerah.

aku tahu, begitu banyak kekuranganku, terutama dalam hal mencari cinta. tidak begitu banyak yang bisa aku andalkan. aku hanyalah seorang wanita yang biasa saja. tapi aku punya mimpi yang aku yakini bisa aku kabulkan dengan semangat kerja kerasku. aku percaya hal tersebut.

dear you, ketika aku menentukan pilihan mencintaimu, itu karena aku mencintaimu, tanpa alasan yang harus aku jelaskan, karena aku sendiri takkan pernah bisa menjawabnya. mungkin, kedengarannya hanyalah sebuah omong kosong belaka jika aku mencintaimu karena ini dan itu atau sebab lainya, tapi inilah aku, orang yang berani menentuka pilihan meskipun sering tersakiti. semakin aku tersakiti karena cinta, maka semakin  pula aku merasa bahwa disakiti itu tidaklah menyakitkan lagi.

dear you, ketika aku memilih untuk mencintaimu saat ini, bukannya aku tidak berharap dan atau berharap lebih. tapi, aku yakin kamu bisa menentukan pilihan, apa siap tidak untuk memberikan kesempatan padaku untuk saling berbagi cinta, saling berbagi pengertian dan kasih saying. persoalan belakangan kita berasal dari mana, rasa mana, golongan mana. tapi kalau kita sudah dipersatukan atas nama cinta, kenapa tidak kita bisa menyatukan atau menyeragamkan berbagai karakter kita yang berbeda-beda?kenapa tidak?.

jika permasalahan jarak jadi kendala, ada solusi yang bisa kita pecahkan bersama-sama. ada berbagai macam saran dan fasilitas yang kita pergunakan. kita akan tetap saling dipersatukan jika kita percaya bahwa kita siap untuk hidup bersama.

dear you, surat untuk jodohku ini aku tulis dengan penuh rasa cinta dengan suasana dingin disaat hujan sementara membasahi bumi pada seperempat malam, disaat semua orang sementara bergerilya dengan mimpi-mimpinya, disaat orang-orang sudah melupakan apa yang telah mereka kerjakan kemarin dan hendak apa mereka keesokan harinya.

jika kamu berkenan, kita akan jalani hubungan ini, hingga suatu ketika aku dengan bangganya menerimamu sebagai imam untuk ku, untuk menunaikan sunnah Rasul, untuk meneruskan keturunan hingga kita bisa bermain bersama anak-anak kita.

Aku Harap Kamu Dengar

Diposting oleh Unknown di 00.42 0 komentar

Udah berapa tetes air mata karena dia yang akhirnya aku usap buat kamu?. Udah berapa senyum yang hilang, yang akhirnya aku munculin lagi?. Kamu mungkin ngga pernah sadar apa yang aku lakuin ini selalu aja tentang kamu. Semoga kamu bukan ngga mau tahu. Aku ngga pernah ngerti sama apa yang sebenernya aku lakuin, aku selalu resah ngelakuin hal untuk kamu, bukan untuk balasannya tapi aku gelisah ngelakuin ini semua karena cinta atau terpaksa. Kemudian aku bercermin, mata aku ngga nunjukin sedikitpun keterpaksaan, aku bertahan buat  kamu. Entah ini tulus atau bodoh.. Aku ngga tahu benar tentang cinta. Namun yang aku tahu, cinta memang berkorban segininya dan pengorbanannya tak pernah berbatas. Sayangnya beberapa cinta berakhir ngga berbalas.. Tapi apa cinta yang hebat harus bertahan hingga sekarat?. Kamu selalu senyum kepadaku, tapi bukan tersenyum karena aku. Ketika kamu bahagia, yang ada cuma dia..Jangan salahin jika aku ngedoain kamu sedih terus.. Karena cuma ketika kamu sedih, aku.. kamu anggap ada..


                                                                                                                                Oka

Jumat, 04 Januari 2013

Cinta Itu Sesederhana Kamu

Diposting oleh Unknown di 09.45 0 komentar

Tepat jam dua siang kita bertemu di tempat yang sudah kita janjikan. Kamu mengenakan kaos putih, celana jeans dan sepatu converse mu. Senyum manis mu sudah bisa ku lihat dari jauh saat kamu asik membaca buku yang kamu pegang. Ahh..Aku merindukan mu. Aku memanggil namamu, kamu melihat kearah ku dan lagi-lagi kamu bersikap konyol. Kamu sama sekali tidak berubah. Aku jalan dibelakangmu, kamu sibuk mencari angkutan kota yang akan membawa kita ketempat yang mempunyai cerita tentang kita berdua. Selama diperjalanan kamu tidak ada henti-hentinya bersikap konyol disampingku, tak jarang kamu selalu memanggilku dengan sebutan yang aneh itu, tapi lucu.
Akhirnya kita sampai ditempat yang kita bicarakan. Sejak turun dari angkutan kota, aku dan kamu tidak hentinya tertawa. Aku hampir lupa dengan apa yang aku rasakan kemarin. Kamu membuatku lupa akan air mata yang sudah aku keluarkan kemarin. Bahkan didepan kakak cantik yang duduk dibalik meja tiket bioskop, kamu masih saja bisa membuat orang yang berada disekitar tertawa. Perdebatan memilih bangku bioskop itu cukup menyenangkan ya! Apalagi jika yang keluar dari mulutmu itu lelucon konyol karena alasan aku sering buang air kecil. Hahahaha… kamu konyol.
Lagi.. kejadian saat itu terulang, kita berdua jalan dibawah hujan dengan payung. Kamu merangkulku dengan erat. Kamu memegangi tanganku dengan erat. Kita tersenyum memgingat bahwa kejadian lalu terulang kembali hari ini dan kita tertawa bersama. Ada suatu janji yang belum kamu penuhi, janji yang masih melekat dipikiranku. Sampai akhirnya kamu memutuskan untuk menonton bioskop untuk kedua kalinya dengan judul yang berbeda dihari yang sama, kamu gila! Hahahaa.. keinginan mu untuk memenuhi janji itu sepertinya begitu antusias, sampai aku yang sudah lelah tiba-tiba tersenyum melihat tingkahmu yang konyol itu. Ya Tuhan.. aku bisa melihatmu dari jarak yang dekat bahkan sangat dekat. Nafasku tercekik, jantungku tidak hentinya berdegup kencang, sangat kencang.. dan sesaat sepertinya waktu berhenti. Aku bisa merasakan ketika detak jantung kita sama-sama berhenti diwaktu yang sama. Aku bisa merasakan ketika matamu dan mataku mengartikan satu kata. Aku bisa merasakan dekapan tanganmu yang hangat merangkulku.
Cinta itu memang sesederhana kamu, ketika kita berdua makan sate padang dipinggir jalan dan ditemani hujan tapi masih bisa tertawa bersama disela-sela kita makan. Cinta itu memang sesederhana kamu, ketika kita berdua tertawa didalam bus kota yang tidak nyaman tapi entah kenapa disampingmu ada yang berbeda. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kita menghabiskan waktu ditempat itu dari siang hingga malam. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kamu mengajariku tentang rasa bersyukur dalam hidup. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kamu membagi bengbeng mu itu dan kita makan bersama. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kamu tidak pernah pantang menyerah dalam hidupmu. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kita berbagi cerita dan membuat kita tertawa bersama. Cinta itu memang sesederhana kamu, ketika genggaman tanganmu menghangatkan jariku. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kamu selalu menjadi kamu yang apa adanya.
Hujan akhirnya reda tepat jam sepuluh malam. Saatnya kita bergegas untuk pulang. Tapi bukan hujan yang menemani langkah kita berdua malam itu. Adalah pelangi dimalam hari. Yaa.. aku melihat pelangi diantara gedung-gedung kuno di jalan Cikini. 
 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos