Cerita ini adalah percakapan antara aku dan sahabat penaku @Pradityo_R didalam social media (re: Twitter). Entahlah.. bagaikan burung yang bersahutan dan percakapan kita sepertinya sudah tidak asing lagi. Berawal dari teman ku menulis iseng di twitter dan dilanjutkan oleh permainan kata-kata ku sehingga terjadilah percakapan kami berdua. Dan seperti inilah pembicaraan kami yang dimulai oleh @Pradityo_R.
"Setidaknya kau tau aku mencintaimu, itu cukup"
"Kau lupa ya?kau mencintai aku. Tapi kau mencintai
dia jg"
"Aku Mencintainya itu benar, tapi mencintaimu itu
lebih indah"
"maaf,tapi untukku itu sama saja kau berbual."
"Tulus bukan berarti harus memilih bukan? Setidak nya
aku dan kau tau tanpa harus di tutupi"
"itu sama saja kau membunuhku secara perlahan.."
"Coba untuk hilangkan persepsi dari sudut pandang mu,
kekuatan ku bukan untuk melukaimu"
"iya memang bukan melukaiku, tp mematikan ku!!"
"melukaimu pun aku tak sanggup, apalagi mematikanmu?
Hampir mustahil. Dimana ada cinta, disitu ada kamu"
"Ya Tuhan..seperti itu kamu mencintaiku?lalu apa
kabar dengan dia yg kau cintai juga?!"
"bukankah sudah kukatakan sebelum nya, aku
mencintainya memang benar, tapi mencintaimu lebih indah. Sayang"
"lalu siapa yg kau pilih? Tidakkah terlalu
sesak hatimu jika diisi oleh 2 cinta sekaligus?!"
"aku tidak ingin memilih, hidup ini sudah terlalu
sesak dengan pilihan. Lagipula, kau dan dia bukan untuk di pilih, tetapi di
cintai"
Dan seperti itulah percakapan kami. Sampai akhirnya aku kehabisan kata-kata untuk membalasnya.. Haa!! good job @Pradityo_R..
0 komentar:
Posting Komentar