Senin, 18 November 2013

Love you both

Diposting oleh Unknown di 13.53 0 komentar
Udah beberapa hari ini aku sakit. Mungkin karena keujanan terus tiap pulang kerja, ditambah lagi emang musimnya yang lagi ga ok kaya gini. Malam hari sepulang dari kantor, aku nekat ujan-ujanan dimotor dan ga pake jas ujan, ya karena aku pikir hanya gerimis aja. Ditengah perjalanan aku merasa lapar, biasanya sih emang ga pernah lapar kalo udah malem. Yauda akhirnya aku beli kebab dipinggir jalan. Sesampainya dirumah, aku langsung bersih-bersih dan memakan kebabnya sampai habis. Salahnya aku, harusnya aku mandi dulu karena tadi abis ujan-ujanan, tapi aku malah ngga mandi. 

Begitu bangun di esok harinya, kepala ku pusing dan badan ku panas, tenggorokan ku juga sepertinya radang. Pasti ini karena makan kebab itu deh makanya jadi radang..sial. Aku masih bisa menahan sakitnya itu. Hingga siangnya aku minum obat paracetamol yang selalu standby dari ibunya pacar. Karena ibu tau banget aku suka sakit kepala. Yauda akhirnya aku tiduran dikamar yang kebetulan juga hari ini weekend. Sampai malamnya, aku masih ngerasa ngga enak sama badan aku, apalagi malamnya aku harus nganter mama ujan-ujanan ketempat biasa menunggu bis. Begitu minggu pagi, badan ku benar-benar sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Ya, aku sakit. Badan ku panas tinggi, perutku mual, kepalaku sakit, dan aku lemas. Aku hanya terbaring dikamar sambil selimutan. Aku mencoba telpon dia untuk membelikan obat batuk, tapi sudah berkali-kali dia ngga bangun juga. Ya akhirnya aku kirim bbm ke ibunya, aku bilang kalo aku sakit. Sampai akhirnya ibu khawatir dan langsung kerumah aku layaknya dokter pribadi. Begitu dirumah, aku langsung diperiksa tekanan darahku, katanya tekanan darah ku turun. Akhirnya aku diberikan obat yang..lumayan banyak. 

Sampai siang hari aku mencoba terus menghubunginya untuk minta tolong membelikan makan siang, tapi masih tidak ada jawaban. Menyebalkan sekali. Aku dirumah sendirian, tidak ada orang, dan tidak ada makanan. Oh yeah.. My life so sucks. Aku paksakan diriku untuk bangun dan memasak mie goreng instans dan 2 potong nugget. Yang penting makan lalu minum obat abis itu aku tidur. Aku yang ketiduran didepan tv sambil selimutan, tiba-tiba dia datang dan mengganti channel astro boy yang sedang aku tonton. Dengan kesal aku berkata ketus "ngapain kesini? Basi banget!" Dia yang hanya diam langsung menghampiriku dikamar dan meminta maaf. Mungkin dia sadar bahwa aku memang benar-benar sakit. Akhirnya dia membelikan makanan yang aku minta; soto ayam dan sate ayam. Dia yang mengurus semua kebutuhan ku selama sakit. Ibunya menelepon dan menanyakan bagaimana keadaan aku, ngga lupa juga buat mengingatkan aku untuk minum obat teratur. Yaa saking khawatirnya, obatnya segini banyaknya: 

And here i'am.. Aku berada ditengah orang-orang yang menyayangi aku. Kebayang ngga sih punya ibu mertua yang sebegitu carenya? Dia benar-benar sayang dan bawel masalah kesehatan aku. Bahkan sewaktu aku sedang bete dan pergi hanya untuk sekedar ngopi, dia sangat khawatir dengan keadaan ku. Khawatir aku digodain laki-laki lain, katanya. 
Iya, kita punya hobi sama; suka foto-foto. dan yang selalu jadi korban ya dia, buat jadi tukang foto hahaha. pssst untuk foto yang dibawah, itu benar-benar ngga janjian, aku dijemput dan sadar bahwa baju kita sama hihihi... 
Dan aku bersyukur memiliki keduanya. Aaaahh.. I love you, both. 

Sabtu, 02 November 2013

The Eight coffee

Diposting oleh Unknown di 20.27 0 komentar
Happy saturday night!!
Hahaha iya itu buat mereka yang merasakan indahnya malam ini. 

The eight coffee merupakan kedai kopi bernuansa etnik dengan tata ruangan yang retro, pernak-pernik yang lucu dan tempat yang nyaman untuk sekedar membuang waktu dengan secangkir kopi. Ya, malam ini aku tepat berada di kedai kopi ini. Menikmati malam ku sendiri. Duduk di pojok ruangan bersebelahan dengan jendela yang menghadap ke taman. Sangat pas untuk aku yang memang ingin menghabiskan waktu sendiri, tentunya ditemani coffee latte dengan rasa hazelnut dan sekotak rokok menthol. 

Memang ada yang salah dengan hari ini, malam ini. Merasakan sesuatu yang mungkin seharusnya tidak dipaksakan. Sampai akhirnya kejadian yang itu-itu saja selalu membuat ku pusing dan putus asa. Aku lelah. Impian yang sepertinya akan tertunda entah sampai kapan dan harapan yang semakin menipis, sampai akhirnya keyakinan mulai dipertanyakan. Masih pantaskah? Masih haruskah? Masih dipertahankan kah? Masih adakah? Dan masih-masih yang lainnya semua bersembunyi didalam hati yang akhirnya malam ini mulai muncul satu per satu hingga membuatku menarik nafas perlahan. Sesuatu yang memang harus aku pikirkan. Ini tentang hidupku. Tentang prinsip yang sedang goyah dan harus menemukan jawaban yang tepat. Tak ku hiraukan suara tawa mereka disekelilingku, aku tetap diam dalam lamunanku sambil menatap keluar jendela. Menghidup aroma menthol dari sebatang rokok disela jariku, dan sesekali menyesapi kopi hazelnut ini. Udara dari luar jendela benar-benar membuatku nyaman, hembusan angin beraroma tanah. Aku masih sibuk dengan menghirup sebatang rokok ku sambil menyesali apa yang sedang terjadi hari ini, malam ini. Apakah semua memang harus begini? Menjalani hidup tanpa tahu akan kemana dan bagaimana. Merencanakan segala sesuatu memang perlu, tapi justru ketakutan yang akan terjadi diesok hari justru lebih mendominasi otak ku, sial. Mencoba terus berfikir seharusnya aku di esok hari, tanpa sadar setengah bungkus rokok sudah habis aku hisap. Aku melihat jam di ponsel ku, masih punya banyak waktu untuk tetap disini. Jadi aku memilih untuk memesan kembali kopi dengan rasa hazelnut nya. Aku butuh tahu siapa aku sebenarnya, dan kemana harusnya aku melangkah. Bukannya hidup dalam ketakutan yang belum tentu benar terjadi, dan membuat semuanya terlihat semakin kacau. Aku benar-benar membuang setiap detik dengan ngopi dan merokok sambil terdiam. Tanpa sadar hari semakin malam. Ketika aku menghabiskan satu batang rokok terakhirku, aku menyadari akan sesuatu. Bahwa apapun yang terjadi disetiap langkah ku, itu merupakan fase sementara saja. Semua ada waktunya. Dan aku akan mencari waktu yang tepat untuk mengapus ketakutan ku dengan membiarkan diriku berpijak ditempat yang seharusnya aku berada. Terima dengan apa adanya yang terjadi sambil terus bercermin dari sisi yang berbeda. Itu saja. Meninggalkan dua cangkir kopi kosong dan sisa putung rokok yang penuh diasbak, aku meninggalkan the eight coffee malam ini tepat tengah malam. 
 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos