Semua terjadi begitu saja, saat
semalam kita habiskan sisa waktu untuk berdebat panjang dan tidak berujung
hanya membicarakan tentang masa depan kita. Aku dan kamu. Sudah ku susun
semuanya agar masa depan aku dan kamu sempurna. Tanpa kita sadari, kita
meluapkan semuanya dan perdebatan pun mulai hadir. Semua kata yang seharusnya
ku pendam akhirnya ku muntahkan. Semua rasa yang selama ini kamu rasakan
akhirnya tumpah. Menumpahkan segalanya membuat dada ini sesak, jantungku
berdegup kencang, nafas ku mulai tidak beraturan. Aku sakit mendengarnya. Dengan
segala sisa kekuatanku, tetap saja aku tidak bisa membendung air mata untuk
keluar. Aku menyerah. Menyerah pada keadaan. Aku pasrahkan semuanya pada Tuhan,
semuanya.
Kenapa harus kamu munculkan lagi
keraguan itu?. Keraguan yang harusnya kamu buang jauh dan mulai semuanya dari
awal dengan ku. Kita bangun kembali cerita kita, setelah sekian lama tertutup. Tapi
inilah pahit yang harus kita telan. Mungkin semalam kita terlalu mementingkan
ego kita masing-masing. Aku menyesalinya, bagaimana dengan kamu?.
Tuhan tahu apa yang aku rasakan. Bahkan
Tuhan juga tahu kepada siapa aku hanya akan menaruh kepercayaan untuk
menemaniku dihari tua nanti. Harusnya kamu tahu. Bukan justru membalikkan
semuanya. Kita membutuhkan, tetapi kenapa seakan-akan kamu lebih memilih untuk
aku bersama yang lain? Padahal aku tahu jauh dipalung hatimu, kamu tidak pernah
rela aku bersama yang lain. Kamu pengecut. Sampai kapan aku harus terus berpura-pura
pada perasaan yang kamu sembunyikan?. Belasan tahun kita habiskan bersama,
separuh masa kecilku aku habiskan bersama kamu. Hanya kamu. Tapi entah kamu
tidak pernah mau tahu atau memang tidak tahu.
Aku lelah berjuang sendiri. Aku menyerah.
Bahkan aku tidak tahu jawaban apa yang akan aku berikan ketika saatnya tiba
nanti. Yaa.. saat dimana kamu akan memilihku dan memasangkan cincin itu. Kamu selalu
membuatku putus asa. Disaat semua keyakinan ini aku genapkan, tapi kenapa
justru semua kata-kata itu yang membuat keyakinanku hancur?. Aku tidak tahu
harus menunggu sampai kapan, tapi yang aku tahu, aku akan tetap disini sampai
akhirnya kamu benar-benar datang dan memenuhi janjimu. Janji untuk memasangkan
cincin itu dan membangun masa depan kita. bahkan jika suatu saat nanti aku akan pergi bersama yang lain, ketahuilah bahwa hati ku hanya untukmu, tidak ada yang benar-benar mengisi selain kamu.
Hari ini, kamu bertambah usia. Maafkan
aku yang tidak pernah bisa mengerti perasaan mu, semua sudah ku lakukan. Tapi rasanya
tidak pernah cukup untuk membuatmu percaya. Ku titipkan setumpuk doa yang sudah
ku rangkai dengan cinta dan ku ikat dengan kasih sayang. Semoga kamu bahagia
dengan pilihanmu..
Selamat Berulang Tahun, Kamu..