Jumat, 26 April 2013

Selamat Ulang Tahun, Kamu

Diposting oleh Unknown di 11.30

Semua terjadi begitu saja, saat semalam kita habiskan sisa waktu untuk berdebat panjang dan tidak berujung hanya membicarakan tentang masa depan kita. Aku dan kamu. Sudah ku susun semuanya agar masa depan aku dan kamu sempurna. Tanpa kita sadari, kita meluapkan semuanya dan perdebatan pun mulai hadir. Semua kata yang seharusnya ku pendam akhirnya ku muntahkan. Semua rasa yang selama ini kamu rasakan akhirnya tumpah. Menumpahkan segalanya membuat dada ini sesak, jantungku berdegup kencang, nafas ku mulai tidak beraturan. Aku sakit mendengarnya. Dengan segala sisa kekuatanku, tetap saja aku tidak bisa membendung air mata untuk keluar. Aku menyerah. Menyerah pada keadaan. Aku pasrahkan semuanya pada Tuhan, semuanya.

Kenapa harus kamu munculkan lagi keraguan itu?. Keraguan yang harusnya kamu buang jauh dan mulai semuanya dari awal dengan ku. Kita bangun kembali cerita kita, setelah sekian lama tertutup. Tapi inilah pahit yang harus kita telan. Mungkin semalam kita terlalu mementingkan ego kita masing-masing. Aku menyesalinya, bagaimana dengan kamu?.

Tuhan tahu apa yang aku rasakan. Bahkan Tuhan juga tahu kepada siapa aku hanya akan menaruh kepercayaan untuk menemaniku dihari tua nanti. Harusnya kamu tahu. Bukan justru membalikkan semuanya. Kita membutuhkan, tetapi kenapa seakan-akan kamu lebih memilih untuk aku bersama yang lain? Padahal aku tahu jauh dipalung hatimu, kamu tidak pernah rela aku bersama yang lain. Kamu pengecut. Sampai kapan aku harus terus berpura-pura pada perasaan yang kamu sembunyikan?. Belasan tahun kita habiskan bersama, separuh masa kecilku aku habiskan bersama kamu. Hanya kamu. Tapi entah kamu tidak pernah mau tahu atau memang tidak tahu.

Aku lelah berjuang sendiri. Aku menyerah. Bahkan aku tidak tahu jawaban apa yang akan aku berikan ketika saatnya tiba nanti. Yaa.. saat dimana kamu akan memilihku dan memasangkan cincin itu. Kamu selalu membuatku putus asa. Disaat semua keyakinan ini aku genapkan, tapi kenapa justru semua kata-kata itu yang membuat keyakinanku hancur?. Aku tidak tahu harus menunggu sampai kapan, tapi yang aku tahu, aku akan tetap disini sampai akhirnya kamu benar-benar datang dan memenuhi janjimu. Janji untuk memasangkan cincin itu dan membangun masa depan kita. bahkan jika suatu saat nanti aku akan pergi bersama yang lain, ketahuilah bahwa hati ku hanya untukmu, tidak ada yang benar-benar mengisi selain kamu.

Hari ini, kamu bertambah usia. Maafkan aku yang tidak pernah bisa mengerti perasaan mu, semua sudah ku lakukan. Tapi rasanya tidak pernah cukup untuk membuatmu percaya. Ku titipkan setumpuk doa yang sudah ku rangkai dengan cinta dan ku ikat dengan kasih sayang. Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu..

Selamat Berulang Tahun, Kamu..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos