Oh Tuhan…
Seandainya telah kau catatkan
Dia milikku tercipta untuk diriku
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titiplah kebahagiaan
Ya Allah kumohon apa yang telah kau takdirkan
Kuharap dia adalah yang terbaik untukku
Karena engkau tahu segala isi hatiku
Pelihara daku dari kemurkaan-Mu..
Senin, 30 Juli 2012
H for how (do I love)..
Sore itu, ketika aku tengah duduk
didepan ruangan aku melihatmu untuk pertama kalinya. Kita sama-sama terdiam
saling menatap mata satu sama lain. Aku terdiam, ini kah kamu yang selama ini
dibicarakan? Tanpa berpikir panjang kamu ulurkan tanganmu tanda ingin
berkenalan denganku. Aku tersenyum, malu, dan senang akhirnya aku bisa
berkenalan denganmu. Sejak saat itu pertemanan kita berlanjut hanya sekedar
basa-basi yang menurut ku standar, tapi aku tetap menyukainya. Menatap layar handphone dan tersenyum senang ketika
pesan singkatmu ku baca.
Aku tahu kamu cuek, atau mungkin
pemalu. Pembicaraan terlihat asing diantara kita, meskipun selalu aku yang
mencoba untuk mencairkan suasana karena aku ingin mengetahui tentang kamu. Kamu
sangat misterius, susah untuk ditebak. Hari berganti hari.. kamu tetap dingin,
ketika pembicaraan yang kita diskusi kan tidak terlalu penting. Suatu hari kamu
menanyakan tentang alamat blog ku, katamu tulisan didalam blogku bagus,
meskipun menurutku tulisanku masih jauh dari penulis-penulis professional. Aku
mulai menikmati pertemanan kita yang seperti ini tapi ada sisi lain didalam
diriku yang ingin mengetahui tentang kamu. Aku berusaha untuk mencari tahu
tentang kamu, walaupun aku harus terima resikonya. Tidak ada status-status yang
aneh di facebook mu, personal message di blackberry messanger mu pun biasa saja, tapi ternyata ketika aku
membaca timeline mu di twitter, terlihat jelas ada yang lain
disana. Aku hanya ingin menembus hitam dimatamu, sekedar ingin tahu, apakah kau
melihatku.
Sedikit sesak dada ini ketika
mengetahuinya, tapi tak apalah. Lalu apa yang harus aku sesakkan?perasaan
ku?ada apa dengan perasaan ku??. Yaa Tuhan.. ada apa dengan semua ini? Harusnya
aku tersenyum melihat dia telah bahagia dengan yang lain, bukan sesak seperti
ini. Sejak malam itu aku
sadar, ada yang berbeda dengan perasaan ku. Malam dimana ketika kita
menghabiskan waktu untuk berdiskusi dan makan malam bersama lalu kamu
mengantarku pulang dengan motor merah kesayanganmu. Aku tahu ini memang salah, Bodoh! Sangat bodoh.. tidak seharusnya aku
biarkan perasaan ini mengalir begitu saja, harusnya aku tidak boleh seperti
ini!. Mungkin aku memang pintar menyembunyikan perasaanku, meskipun aku tidak
bisa menahan emosi ku ketika aku harus melihat tatapan tajam dari matamu. Aku
menyukai matamu..
Cinta itu memang misteri. Yang sakit
hati, yang bergejolak perut, yang sesak dada, yang mengeluarkan semuanya adalah
mata. Tidak ada lagi senyum terukir ketika aku membaca pesan singkatmu,
seketika perasaanku menjadi hambar. Hambar karena kecewa akan hatiku sendiri.
Apalagi yang harus aku harapkan? Hanya pertemanan saja, tidak lebih. Apa yang
paling berat dari ini semua? Aku yang pura-pura tidak mengetahui akan
ketidakpedulianmu terhadap perasaanku. Aku tetap disini, mencintaimu dengan
segala keikhlasanku yang tidak dicintai olehmu. Aku mencintaimu dengan segala
pengertianku melihat kamu mencintai orang lain. Memendam adalah nama lain dari
sengaja menyimpan perasaan sakit, yaa.. sakit karena mencintaimu. Mencintaimu
dalam diam memang selalu menyakitkan, aku tahu itu. Penuh pengabaian tanpa
terungkapkan.
Tetapi awan mengajarkanku tentang
keikhlasan tanpa amarah. Terkatung-katung meneduhi dunia lalu terjatuh menjadi
hujan yang meneduhkan juga. Biarkan saja cintaku tumbuh dalam air mata, supaya
kamu tahu bahwa cintaku menua walau pengabaianmu. Semua sudah baik-baik saja.
Senyum dan tawa ku sudah mulai terukir. Hingga suatu hari nanti kamu kembali
menyapa dan seketika perih itu kembali terasa..
Jumat, 27 Juli 2012
Kalian Adalah Diorama ku
Aku... Aku hanyalah aku yang kalian tidak tahu. Aku bisa saja menjadi seseorang yang aku mau tanpa kalian sadari. Kalian tahu? ada banyak wajah yang aku simpan dengan rapih. Jika waktunya tepat, aku akan mengenakan wajah apapun. Aku lelah... bahkan sangat lelah menghadapi kalian, kalian manusia sok suci yang merasa paling benar selalu menjudge ku dengan mudahnya!. Mulut kalian itu sepeti tempat sampah, kalian telan bulat-bulat semua ucapan-ucapan orang tentang ku. Kalian pikir kalian siapa?Tuhan?? dengan mudahnya kalian menghakimi ku. Aku tidak butuh kalian. Aku memang tidak bisa tegak berdiri, karena itu aku membutuhkan Tuhan dan keluarga ku, bukan kalian!. Terkadang aku lelah selalu diam, tersenyum, dan pura-pura tidak mengetahui ada sesuatu diluar sana. Tapi sekarang aku berbeda, aku sudah mempunyai 1000 wajah yang aku punya.
Sekarang giliranku, giliranku menjadi sutradara dari semua ini, dan kalian adalah pemain yang aku rancang sesuka hatiku. Tidak ada lagi aku yang harus menjadi boneka kalian, kalian lah boneka ku!. bermain drama adalah kesukaanku, karena didalam drama aku bisa menggunakan wajahku yang beraneka ragam. Hanya saja, aku ingin kalian menjadi tokoh utama dalam skenarioku. Kalian, kalian pikir kalian manusia yang tidak pernah berbuat dosa? kalian pikir kalian hebat? kalian itu tidak ada bedanya dengan bangkai, busuk.
Tertawalah sesuka hati kalian, sebelum waktu yang aku berikan habis. Menarilah kalian dengan hebat sebelum lagu yang berikan mati. Berbicaralah kalian dengan lantang, sebelum aku jejalkan perekat dimulut kalian.
Karena aku adalah aku, menjadi siapapun itu memang hobiku. Tidak ada lagi air mata yang harus aku keluarkan dan tidak ada lagi nafas yang seketika berhenti apabila dada ini sesak oleh kalian. Sekarang hanya ada senyum simpul yang aku berikan untuk kalian. Iya.. kalian yang sebentar lagi akan MATI..
Kamis, 26 Juli 2012
Voice at my back
suara-suara dibelakang gue.. yaa suara-suara ini berasal dari teman gue, bukan 'teman' yang tidak terlihat loh yaa. gue ngetik blog ini dilorong kampus yang sepi dan itu buat gw tenang buat ngetik apa aja, terutama masalah hati gue. haaaagghh..! cape banget sih emang selalu dengar kata-kata yang menurut gue sih ngga penting dan bahkan ngga penting banget buat dipikirin, tapi gimana dong.. makin lama kok gue ngerasa kaya nya temen-temen gue entah karena ngga suka sama gue apa emang mereka iri sama gue makanya seneng banget ngomongin gue dari belakang. okelah..namanya juga manusia kali yah, awalnya sih gw cuek mau digosipin apaan aja sama temen-temen gue, tapi lama-lama gw 'gerah' juga. mulai dari gosip-gosip murahan tentang gue sama temen cwo gw, sampe gue digosipin sama dosen gue. ngga heran sih, gue emang deket sama dosen gue itu, secara udah gue anggap kaya bokap gue sendiri. terserah lah yaa mereka mau ngomong apa sama gue, yang jelas gw selalu berusaha buat tutup kuping dan ketawa aja tiap kali gue denger lagi omongan-omongan yang ngga enak tentang gue, walaupun dihati gue pengen banget tampar mukanya yang ngomong, tapi yaudah lah..itung-itung dosa gue berkurang.. :')
masalah baru bertambah pada saat pembagian dosen pembimbing buat skripsi gue, semua secara kebetulan gue dapet dosen pembimbing dosen gue itu yang sekarang menjabat sebagai ketua kampus gue. hhahaaaaha..makin aja deh gosip menjadi-jadi. mulai dari gue simpenan dosen gue, gue selalu ngeprin dikantor dosen gue, sampe skripsi gue dibuatin sama dosen gue. sumpah, ngakak abis gue dengernya!! BHAAHAHAAKK... masalah gue jadi simpenan dosen gue itu, ternyata bersumber dari karyawan kampus gue, lucu aja sih dengernya klo gue simpenan dosen. gue langsung cerita kedosen gue itu, dan dosen gue malah ketawa ngga berhenti-henti denger cerita dari gue. dosen gue bilang, biarin aja mereka mau bilang apa tentang kita tapi yang jelas kita tetap harus baik sama mereka. hhmmmm okelah. trus masalah gue selalu ngeprin dikantor dia, sumpah itu lucu banget. Dan masalah skripsi gue dibuatin sama dosen gw, itu berawal karena skripsi gue selesai lebih awal dari temen-temen gue. Sebenernya ngga cuma gue doang yang selesai lebih awal, ada beberapa temen gue yang satu bimbingan sama gue juga udah selesai. Itu semua karena dosen gue yang emang bener-bener banget ngebimbing mahasiswanya buat cepet selesai. dan dari situ lah berita nya muncul, bahwa skripsi gue dibuatin sama dosen gue. Lucu aja dengernya, sebenernya mereka itu kenapa sih? skripsi gue selesai cepet itu karena gue emang banting tulang hampir tiap malam buat ngerjain skripsi gue, lalu mereka?iri gitu gue selesai lebih cepet?!!
finally semua akan terbukti pada waktunya kok, gue ngga usah repot-repot klarifikasi kesemua orang mana yang bener dan mana yang salah. ini udah semester akhir, gue cuma ngga mau perpisahan sama temen-temen gue yang udah gue kenal 4 tahun jadi ancur cuma karena mulut-mulut iseng. empat tahun saling berbagi, perbadaan emang selalu ada diantara kita. selalu berdebat masalah yang penting sampe yang ngga penting, selalu ada disaat salah satu diantara kita merasa kekurangan, selalu setia mendengarkan curhatan salah satu dari kita, yaaa..walaupun sering curi-curi waktu belajar dipake buat curhat :D. But everything goes well.. masa-masa yang kaya gini yang bikin gue suka kangen..
dendam itu ngga akan menyelesaikan masalah kan?? marah mungkin emang bisa selalu kita luapin kapan aja, emosi yang masih labil kadang keluar gitu aja..
Whatever you do to me, good or bad, however you are still my friends around me for four years..
finally semua akan terbukti pada waktunya kok, gue ngga usah repot-repot klarifikasi kesemua orang mana yang bener dan mana yang salah. ini udah semester akhir, gue cuma ngga mau perpisahan sama temen-temen gue yang udah gue kenal 4 tahun jadi ancur cuma karena mulut-mulut iseng. empat tahun saling berbagi, perbadaan emang selalu ada diantara kita. selalu berdebat masalah yang penting sampe yang ngga penting, selalu ada disaat salah satu diantara kita merasa kekurangan, selalu setia mendengarkan curhatan salah satu dari kita, yaaa..walaupun sering curi-curi waktu belajar dipake buat curhat :D. But everything goes well.. masa-masa yang kaya gini yang bikin gue suka kangen..
dendam itu ngga akan menyelesaikan masalah kan?? marah mungkin emang bisa selalu kita luapin kapan aja, emosi yang masih labil kadang keluar gitu aja..
Whatever you do to me, good or bad, however you are still my friends around me for four years..
Langganan:
Postingan (Atom)