Jumat, 04 Januari 2013

Cinta Itu Sesederhana Kamu

Diposting oleh Unknown di 09.45

Tepat jam dua siang kita bertemu di tempat yang sudah kita janjikan. Kamu mengenakan kaos putih, celana jeans dan sepatu converse mu. Senyum manis mu sudah bisa ku lihat dari jauh saat kamu asik membaca buku yang kamu pegang. Ahh..Aku merindukan mu. Aku memanggil namamu, kamu melihat kearah ku dan lagi-lagi kamu bersikap konyol. Kamu sama sekali tidak berubah. Aku jalan dibelakangmu, kamu sibuk mencari angkutan kota yang akan membawa kita ketempat yang mempunyai cerita tentang kita berdua. Selama diperjalanan kamu tidak ada henti-hentinya bersikap konyol disampingku, tak jarang kamu selalu memanggilku dengan sebutan yang aneh itu, tapi lucu.
Akhirnya kita sampai ditempat yang kita bicarakan. Sejak turun dari angkutan kota, aku dan kamu tidak hentinya tertawa. Aku hampir lupa dengan apa yang aku rasakan kemarin. Kamu membuatku lupa akan air mata yang sudah aku keluarkan kemarin. Bahkan didepan kakak cantik yang duduk dibalik meja tiket bioskop, kamu masih saja bisa membuat orang yang berada disekitar tertawa. Perdebatan memilih bangku bioskop itu cukup menyenangkan ya! Apalagi jika yang keluar dari mulutmu itu lelucon konyol karena alasan aku sering buang air kecil. Hahahaha… kamu konyol.
Lagi.. kejadian saat itu terulang, kita berdua jalan dibawah hujan dengan payung. Kamu merangkulku dengan erat. Kamu memegangi tanganku dengan erat. Kita tersenyum memgingat bahwa kejadian lalu terulang kembali hari ini dan kita tertawa bersama. Ada suatu janji yang belum kamu penuhi, janji yang masih melekat dipikiranku. Sampai akhirnya kamu memutuskan untuk menonton bioskop untuk kedua kalinya dengan judul yang berbeda dihari yang sama, kamu gila! Hahahaa.. keinginan mu untuk memenuhi janji itu sepertinya begitu antusias, sampai aku yang sudah lelah tiba-tiba tersenyum melihat tingkahmu yang konyol itu. Ya Tuhan.. aku bisa melihatmu dari jarak yang dekat bahkan sangat dekat. Nafasku tercekik, jantungku tidak hentinya berdegup kencang, sangat kencang.. dan sesaat sepertinya waktu berhenti. Aku bisa merasakan ketika detak jantung kita sama-sama berhenti diwaktu yang sama. Aku bisa merasakan ketika matamu dan mataku mengartikan satu kata. Aku bisa merasakan dekapan tanganmu yang hangat merangkulku.
Cinta itu memang sesederhana kamu, ketika kita berdua makan sate padang dipinggir jalan dan ditemani hujan tapi masih bisa tertawa bersama disela-sela kita makan. Cinta itu memang sesederhana kamu, ketika kita berdua tertawa didalam bus kota yang tidak nyaman tapi entah kenapa disampingmu ada yang berbeda. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kita menghabiskan waktu ditempat itu dari siang hingga malam. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kamu mengajariku tentang rasa bersyukur dalam hidup. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kamu membagi bengbeng mu itu dan kita makan bersama. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kamu tidak pernah pantang menyerah dalam hidupmu. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kita berbagi cerita dan membuat kita tertawa bersama. Cinta itu memang sesederhana kamu, ketika genggaman tanganmu menghangatkan jariku. Cinta itu sesederhana kamu, ketika kamu selalu menjadi kamu yang apa adanya.
Hujan akhirnya reda tepat jam sepuluh malam. Saatnya kita bergegas untuk pulang. Tapi bukan hujan yang menemani langkah kita berdua malam itu. Adalah pelangi dimalam hari. Yaa.. aku melihat pelangi diantara gedung-gedung kuno di jalan Cikini. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos