dear
you, entahlah siapa saja. surat ini sengaja akan ku tulis dengan huruf kecil
semua, tanpa harus menggunakan huruf besar karena aku sendiri merasa bahwa aku
hanyalah orang kecil yang tidak punya apa-apa, tapi aku hanya punya rasa cinta,
cinta yang teramat besar jika dibandingkan dengan hal-hal picisan lainnya.
surat
ini, hanya akan ku tunjukan kepada seseorang yang kelak bisa menerima cintaku
secara tulus dan apa adanya, kepada orang yang tidak begitu sempurna, tapi bisa
aku cintai secara sempurna. kepada orang yang setiap siang dan malamnya akan menyandarkan
kepalanya dipundakku ketika merasa lemah, kepada seseorang yang akan selalu
berbagi cerita bahagianya.
siapa
dia, untuk saat ini itu masih rahasia. bukan rahasiaku tapi rahasia-NYA sang
maha kuasa. suatu ketika, aku percaya akan menemukannya, entah disekitarku atau
malah jauh dari tempatku. itu tidak jadi masalah. apalah arti sebuah cinta jika
jarak yang dipermasalahkan. selama ada komitmen untuk saling menjalin hubungan
bersama, kenapa tidak harus berlandaskan pada rasa saling pengertian dan
tentunya saling mencintai juga.
dear
you, tahu enggak, beberapa waktu silam, aku pernah mencintai seseorang yang
begitu teramat berharga. saking berharganya dia, aku menjadi egois, bahkan aku
lebih mementingkan egoku sendiri dibandingkan emosi dan logika sendiri, hingga
akhirnya aku terjebak dalam sebuah lingkaran dan merasa aku sangatlah bodoh.
sebulan,
hingga akhirnya setahun kemudian, aku benar-benar tegas, dan inilah pilihanku,
bahwa aku harus benar-benar ikhlas melupakannya. ku coba untuk mencari cinta
lain, cinta yang apa adanya, cinta yang tulus. semakin aku mencari, aku tidak
pernah menemukan. tapi aku terus mencari dan terus mencari. akhirnya, aku hanya
menemukan sebuah kehampaan, sebuah kesepian akan kesendirian benar-benar aku
rasakan. tapi aku tidak pernah menyerah.
aku
tahu, begitu banyak kekuranganku, terutama dalam hal mencari cinta. tidak begitu
banyak yang bisa aku andalkan. aku hanyalah seorang wanita yang biasa saja. tapi
aku punya mimpi yang aku yakini bisa aku kabulkan dengan semangat kerja
kerasku. aku percaya hal tersebut.
dear
you, ketika aku menentukan pilihan mencintaimu, itu karena aku mencintaimu,
tanpa alasan yang harus aku jelaskan, karena aku sendiri takkan pernah bisa
menjawabnya. mungkin, kedengarannya hanyalah sebuah omong kosong belaka jika
aku mencintaimu karena ini dan itu atau sebab lainya, tapi inilah aku, orang
yang berani menentuka pilihan meskipun sering tersakiti. semakin aku tersakiti
karena cinta, maka semakin pula aku
merasa bahwa disakiti itu tidaklah menyakitkan lagi.
dear
you, ketika aku memilih untuk mencintaimu saat ini, bukannya aku tidak berharap
dan atau berharap lebih. tapi, aku yakin kamu bisa menentukan pilihan, apa siap
tidak untuk memberikan kesempatan padaku untuk saling berbagi cinta, saling
berbagi pengertian dan kasih saying. persoalan belakangan kita berasal dari
mana, rasa mana, golongan mana. tapi kalau kita sudah dipersatukan atas nama
cinta, kenapa tidak kita bisa menyatukan atau menyeragamkan berbagai karakter
kita yang berbeda-beda?kenapa tidak?.
jika
permasalahan jarak jadi kendala, ada solusi yang bisa kita pecahkan
bersama-sama. ada berbagai macam saran dan fasilitas yang kita pergunakan. kita
akan tetap saling dipersatukan jika kita percaya bahwa kita siap untuk hidup
bersama.
dear
you, surat untuk jodohku ini aku tulis dengan penuh rasa cinta dengan suasana
dingin disaat hujan sementara membasahi bumi pada seperempat malam, disaat
semua orang sementara bergerilya dengan mimpi-mimpinya, disaat orang-orang
sudah melupakan apa yang telah mereka kerjakan kemarin dan hendak apa mereka
keesokan harinya.
jika
kamu berkenan, kita akan jalani hubungan ini, hingga suatu ketika aku dengan
bangganya menerimamu sebagai imam untuk ku, untuk menunaikan sunnah Rasul,
untuk meneruskan keturunan hingga kita bisa bermain bersama anak-anak kita.
0 komentar:
Posting Komentar