Pagi ini aku terlalu enggan untuk membuka kedua mataku, tapi aku tahu, aku harus mengejar mimpiku tadi malam tentang kita. Aku terbangun dan melihat ada sebaris pesan darimu, sepertinya malam tadi membuatku berpikir bahwasannya kita memang satu, iya..aku dan kamu. Aku tidak peduli dengan realita, karena yang ada didalam thalamus ku hanya kita. Ahh... lagi-lagi aku membual dan mencoba lari dari realita yang sesungguhnya, biar sajalah. Sedikit bermimpi tidak apa.
"Hey.. Bangun tampan! tidakkah sinar matahari sudah membangunkan mu dari sela-sela jendela kamarmu?. Tangan ku tak kuasa untuk membangunkan mu dengan mengusap rambutmu yang tidak beraturan disana, apalagi suaraku..suaraku terlalu lemah untuk membangunkan mu lewat bisikan disalah satu telingamu"
"Pagi cantik.. Sinar matahari sudah membangunkan ku pagi ini, kamu tahu?sinar matahari membisikkan apa yang tidak dapat kamu ucapkan. Dia memberitahuku apa yang diucapkan bulan kepadanya tentang mimpi mu semalam, tentang kita"
"Tentang kita? lalu kamu percaya begitu saja?."
"Yaa.. Begitulah.. "
"Hahaha.. Bagaimana kamu bisa percaya dengan matahari? Matahari dan bulan, kapan mereka bisa saling bertemu? hanya saat gerhana saja. Hanya Tuhan yang tahu tentang mimpi ku, karena itu aku malu dengan Tuhan. Tuhan belum memberikan jawaban, Tuhan hanya tersenyum ketika mengetahui mimpi ku."
"Tuhan tersenyum karena Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita, bersabarlah.. Semua akan berjalan dengan apa yang membuat Tuhan tersenyum, aku yakin Tuhan juga pasti akan tersenyum melihat kita pada akhirnya nanti.."
"Yaa.. Tugas ku memang menunggu jawaban dari Tuhan. Tapi jika nanti suatu saat Tuhan membisikkan jawabanNya kepadaku, aku akan melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadaku"
"Hey cantik.. Aku hanya berharap apapun yang Tuhan bisikkan memang yang terbaik untuk kita. Aku hanya tidak mau menyeka air yang keluar dari matamu yang selalu membuatku mematung setiap kali ku tatap.."
"Ahh.. Jika kamu menyeka air yang keluar dari mataku nanti, itu membuatku terlihat bodoh dihadapanmu. Aku sudah belajar dari sekarang untuk tidak memerintah mataku berulah.."
"Kamu lucu.. Tudak ada yang memerintah mata mu untuk berulah! . Jadi, akan pergi kemana kamu hari ini?"
"Tidak.. Bukankah berjalan-jalan dihati dan pikiranmu saja sudah cukup? :)"
"Hahaha.. Bualan kah ini?"
"Setidaknya melihatmu tersenyum disana sudah membuatku bahagia pagi ini. Bahkan mengetahui kamu masih menyayangiku sampai pagi ini, itu sudah membuatku menjadi wanita paling bahagia pagi ini.."
"Hahahahaaha.. Lagi-lagi kamu berhasil membuat simpul senyuman dibibirku.."
"Aku tidak pernah memaksamu untuk mempercayaiku, tapi yang perlu kamu tahu, ucapanku berkata karena kamu. kamu lupa ya? aku penulis.. Menulis tentang kamu menjadi bagian favoritku.
Aku sudah menitipkanmu pada Tuhan untuk selalu menjagamu dengan cinta yang aku punya..Bolehkah aku menitipkan sedikit kecupan bibirku dibibirmu pagi ini?"
" Aku akan simpan baik-baik titipan kecupanmu.. Jika suatu saat nanti kamu mengambilnya masih tetap dalam keadaan yang sama, disini.. dibibirku.."
"Tidakkah pagi ini terlalu membuatku sangat bahagia? berbagi aksara denganmu ternyata menyenangkan juga.."
"Kamu cantik yang membuat aku mengerti indahnya aksara jika dirangkai dengan menggunakan cinta.. Terima kasih pagi yang masih menjagamu tetap tersenyum.."
"Terima kasih matahari yang masih membangunkan mu dengan titipan ku.."
"Titipan? hey..lagi-lagi kamu menyembunyikan sesuatu dari ku, cantik!. Apa yang kamu titipkan pada matahari untuk selalu membangunkan ku setiap pagi?"
"Hanya sebuah cinta..."
1 komentar:
I Will Always Love YOu
Posting Komentar