11 Mei 2014
Pagi
hari ketika aku membuka mata rasanya rumah ku sudah sibuk dengan keluarga ku
yang sedang mempersiapkan untuk hari ini. Hari lamaran ku. Siang hari nya dia
dan keluarga nya datang ke rumah ku bermaksut menyampaikan niat baik untuk
meminang ku. Aku yang sedari tadi hanya duduk di dalam kamar, mata ku
menerawang isi kamar, dan tiba-tiba meneteskan air mata. Andai ada papah
hari ini.. papah pasti ikut bahagia melihat ku.. bisik ku didalam
hati. Air mata yang ku tahan akhirnya jatuh juga. Aku menangis rindu akan ayah
ku. Ingin rasanya memeluk ayah ku di hari pertunangan ku. Yaa Allah.. titipkan rinduku untuk papah.. kuatkan aku. Bisik ku
lirih sambil menghapus air mata.
Tidak
lama kakak ku mengetuk pintu kamar ku untuk menjemputku agar segera keluar dari
kamar karena acara akan segera di mulai. Akhirnya di mulai lah acara lamaran ku
yang diawali perwakilan dari keluarga nya menyampaikan niat baik untuk meminang
ku. Setelah beberapa menit berlangsung, aku hanya bisa tertunduk malu
mengatakan “iya” untuk menandakan bahwa aku menerima lamarannya. Dan yaa… ibu
nya menyematkan cincin di jari manis ku. Begitu juga sebaliknya, mama ku
menyematkan cincin di jari manisnya.
Hari
itu kebetulan mama ku memasak soto betawi makanan khas keluarga mama, hmmffhh…
justru aku tidak nafsu untuk makan. Terlalu banyak yang dipikirkan untuk acara
ini. Sampai akhirnya dia mengambil nasi dan lauk pauk lalu menyuruhku untuk
makan berdua. Setelah ramah tamah, keluarga ku dan keluarga nya berdiskusi soal
tanggal pernikahan kami.
Overall.. aku bahagia dengan
hari ini. Semakin dekat rasanya aku akan menjadi isteri. Semoga selalu di
permudah jalan kami.. amin.

0 komentar:
Posting Komentar