Sabtu, 31 Maret 2012

Semu

Diposting oleh Unknown di 21.44
Dear You..
Berapa tahun sudah kita seperti ini? seingat ku,13 tahun sudah aku mengenalmu..
kamu tahu? aku lelah menunggu mu bertahun-tahun. Aku menunggu tapi aku rasa kau tak pernah tahu. Entah lupa atau tak mengerti arti cinta. Aku tahu apa yang terjadi, aku sadar, aku tak pernah bisa. Rasanya aku ingin menjauh. Menjauh sejauh-jauhnya dari hidup mu. tapi aku tidak bisa, aku tidak sanggup..

kamu tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti. Aku lelah menunggumu, aku lelah menunggu ketidakpastian. lebih baik aku pergi dengan menjauh darimu secepatnya,yaa secepatnya!. Percuma, bahagia disampingmu hanya sesaat saja. Aku sadari itu. Ahh.. Aku benci dirimu!!. kau buat ku tidak bisa berkata-kata  ketika ada disampingku, padahal ada setumpuk kata-kata yang telah ku rangkai untuk aku sampai kan padamu. kau selalu bisa membuatku melupakan niatku ingin meninggalkanmu.. Entah sampai kapan aku harus  seperti ini. Tapi percayalah, akan tiba saatnya aku tidak lagi peduli denganmu, bukan karena mau ku, tapi karna aku tidak mampu.. 

kamu tahu? Mencintai mu itu rasanya seperti memeluk pohon kaktus, semakin erat aku memelukmu maka semakin sakit yang aku rasakan..
Aku sering disedihkan justru oleh orang yang ku kasihi dan dikecewakan oleh orang yang kupercayai. Tapi, sesungguhnya aku  mengerti, bahwa jika aku lebih patuh kepada-MU, dan memelihara diriku lebih dekat dengan kebaikan, Engkau akan menyelamatkan ku dari sakit hati yang tak perlu. Terkadang mulut ku tak mampu untuk mengucapkan rasa sakit ini. Hanya disini aku bisa meluapkan semua keluh kesah ku kepadamu. 

Tuhan ku.. Aku mohon..
jika memang aku harus sakit hati, sakitkanlah hatiku untuk menegaskanku mengakhiri yang tak baik bagiku, dan kecewakanlah aku  untuk menjauhkan diriku dari orang palsu yang hanya memberdayaku.

Ya Tuhan.. peluklah aku hingga hatiku bisa merasa tenang dan damai, hapuskanlah air mata ku hingga aku bisa merasa sabar dan ikhlas.. dan bangunkan lah aku disaat aku terjatuh hingga aku bisa merasa tegar. 

Dear You..
tidak bisakah kau mengerti sedikit saja pengorbanan ku selama ini?
tidak bisakah kau berfikir ada aku, wanita yang (masih) setia menunggu mu?
tidak bisakah kau membuka hati dan kau menyadari bahwa ternyata kita mempunyai rasa memiliki?
tidak bisakah kau menyadari bahwa aku disini menunggu kepastianmu..

Tak pernah terpikir sedikitpun olehku untuk menjadi kertas putih bagimu. Cukup jadikan aku lembaran berikutnya dan epilog yang indah untukmu.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos