Siapa yang sangka dalam
sekejap semua khayalan dan rencana indah bisa hancur, tidak berbekas. Lagi dan
lagi sebuah kebodohan aku buat. Seperti terbangun dari mimpi buruk, ya.. aku
berharap ini mimpi buruk. Tetapi ketika aku tidak sengaja mengeluarkan air
mata, aku yakin ini bukan mimpi. Aku tertunduk lemas dan tidak tahu lagi apa
yang harus aku perbuat. Ternyata mempertahankan itu sulit.. melepas seseorang
pergi itu sakit. Perih itu sudah pasti. Entah sampai kapan aku menelan pil
pahit ini. Seperti hidup tetapi tidak hidup. Ini kekalahanku, aku kalah telak. Kamu
pergi menjauh dan semua hancur. Kamu bahagiaku, dan sekarang kamu pergi.
Untuk kamu yang pergi menjauh
dariku..
Aku minta maaf.. keegoisanku
menghancurkan semuanya. Bahkan aku malu untuk bertemu denganmu lagi. Mata ku
tidak sanggup rasanya untuk melihat kedalam matamu. Aku lelah untuk berbicara,
aku yakin kamu pasti merasakannya. Jika waktu menyuruhku bertemu denganmu,
sudah dipastikan kamu (mungkin) sudah bersama yang lain. Kali ini aku yang
pengecut. Aku tidak ada cara untuk mempertahankanmu untuk yang terakhir. Berjabat
tanganu saja tidak, apalagi untuk memelukmu yang terakhir kali.. Tetapi setidaknya
aku sudah mencoba.. demi kamu.Terima kasih untuk kisah sebentar kita.Semoga Tuhan mempertemukan kita lagi, entah
kapan..
0 komentar:
Posting Komentar