Ketika matahari menyinari mata ku yang masih terkurung didalam
mimpi mulai membangunkan ku, aku mulai membuka mata perlahan dan tersenyum. Ini
adalah hari baruku. Aku mulai bangun dari tempat tidurku dan bersiap. Yaa..
mempersiapkan semuanya. Rasanya aku malas sekali membereskan semua kotak-kotak
yang berserakan dikamar ku. Tapi bagaimanapun juga aku harus merapihkan didalamya.
Sedih memang, harus membereskan kotak-kotak ini satu per satu. Tapi ini lah
hari baruku. Ku susun semua kotak sesuai dengan urutannya. Apapun yang ada
didalamnya, sepertinya aku tidak akan mau untuk melihatnya lagi.
Sekarang
waktunya aku untuk mengemasi barang-barang ku dan memasukkannya ke dalam koper.
Menyusun beberapa barang didalam koper memang agak sulit ternyata. Aku harus
memilih mana yang memang aku butuhkan dan menempatkannya diurutan paling atas,
dan sebaliknya, barang yang tidak aku perlukan, aku menaruhnya diurutan paling
bawah. Dan.. aku siap untuk melangkahkan kaki ku pergi dari kehidupan masa lalu
ku.
Setibanya distasiun, aku menunggu kereta datang menjemputku.
Aku duduk sambil mnyesapi secangkir kopi hangat yang setia menemani ku. Hampir
15 menit berlalu dan kereta yang menjemputku datang. Aku berdiri disisi kiri
kereta, dengan black coat, boots, black scarf, jeans, dan tentu saja 1
buah koper. Kaki ku melangkah memasuki
kereta dan jauh didalam hati aku berdoa kepada Tuhan.. Tuhan, selamatkan diriku dari mereka yang pernah datang dan biarkan aku
melupakan apa yang terjadi di masa lalu ku. Aku ingin pergi..lindungi aku,
Tuhan..
Entahlah.. ini benar atau bodoh. Tugasku sudah selesai,
merapihkan kotak-kotak yang berisikan kenangan-kenangan masa lalu, ku simpan,
ku kunci rapat ruangan itu dan lambat laun aku lupa bahwa pernah ada
kotak-kotak itu didalam hidupku. Hari ini, aku hanya membawa satu buah koper,
sudah ku susun kembali semuanya. Aku hanya membawa apa yang aku butuhkan, bukan
yang aku inginkan. Seperti hidupku. Mungkin ini jalan Tuhan, sekarang aku akan
mencari jalanku sendiri. Aku hanya tidak ingin hidup didalam masa lalu yang
terus menghantuiku. Aku ingin mencari masa depan ku sendiri. Dari masa lalu aku
belajar, bahwasannya mengikhlaskan itu memang sulit. Aku ingin terus menerus
bisa menguatkan hatiku agar aku tidak selalu menjadi orang bodoh yang jatuh
ditempat yang sama.
Ku hirup udara melalui kaca-kaca jendela kereta api yang akan
membawaku pergi dari masa lalu. Aku lelah selalu berada di atas panggung, kali
ini aku akan selalu berada dibalik layar. Keputusan ini jelas bukan karena
tidak ada alasan, aku punya segudang alasan untuk berkata demikian. Lega
rasanya hati ini, dan jika memang hari itu datang, hari dimana dada ku akan
sesak kembali jika mengingat semuanya, sepertinya aku sudah siap. Aku sudah
membawa berbagai macam obat didalam koperku, akan ku racik sendiri. Sampai
akhirnya luka itu mongering dan sembuh, aku tetap tidak akan kembali dan
membuka kotak-kotak itu. Pengkhianatan, kebohongan, kepura-puraan, dan
kemunafikan selalu menjadi pelajaran paling berharga didalam hidupku. Tanpa
luka, aku tidak akan pernah belajar untuk tetap berjalan. Tanpa sakit, aku tidak
akan belajar cara untuk mengobati. Dan tanpa kalian, aku tidak akan belajar bagaimana
melindungi hati ku dari luka dan rasa sakit.
Aku berterima kasih kepada mataku, dia benar-benar bisa
memilih mana yang memang pantas aku tangisi. Bersyukurnya aku, mata ku sudah
lelah menangis.
When everything goes well,
that’s my. Not yours. Just enjoy the show..



0 komentar:
Posting Komentar