Jumat, 21 Juni 2013

Hari Baru

Diposting oleh Unknown di 09.24
       Ketika matahari menyinari mata ku yang masih terkurung didalam mimpi mulai membangunkan ku, aku mulai membuka mata perlahan dan tersenyum. Ini adalah hari baruku. Aku mulai bangun dari tempat tidurku dan bersiap. Yaa.. mempersiapkan semuanya. Rasanya aku malas sekali membereskan semua kotak-kotak yang berserakan dikamar ku. Tapi bagaimanapun juga aku harus merapihkan didalamya. Sedih memang, harus membereskan kotak-kotak ini satu per satu. Tapi ini lah hari baruku. Ku susun semua kotak sesuai dengan urutannya. Apapun yang ada didalamnya, sepertinya aku tidak akan mau untuk melihatnya lagi.

Sekarang waktunya aku untuk mengemasi barang-barang ku dan memasukkannya ke dalam koper. Menyusun beberapa barang didalam koper memang agak sulit ternyata. Aku harus memilih mana yang memang aku butuhkan dan menempatkannya diurutan paling atas, dan sebaliknya, barang yang tidak aku perlukan, aku menaruhnya diurutan paling bawah. Dan.. aku siap untuk melangkahkan kaki ku pergi dari kehidupan masa lalu ku.
       
        Setibanya distasiun, aku menunggu kereta datang menjemputku. Aku duduk sambil mnyesapi secangkir kopi hangat yang setia menemani ku. Hampir 15 menit berlalu dan kereta yang menjemputku datang. Aku berdiri disisi kiri kereta, dengan black coat, boots, black scarf, jeans, dan tentu saja 1 buah koper.  Kaki ku melangkah memasuki kereta dan jauh didalam hati aku berdoa kepada Tuhan.. Tuhan, selamatkan diriku dari mereka yang pernah datang dan biarkan aku melupakan apa yang terjadi di masa lalu ku. Aku ingin pergi..lindungi aku, Tuhan..

       Entahlah.. ini benar atau bodoh. Tugasku sudah selesai, merapihkan kotak-kotak yang berisikan kenangan-kenangan masa lalu, ku simpan, ku kunci rapat ruangan itu dan lambat laun aku lupa bahwa pernah ada kotak-kotak itu didalam hidupku. Hari ini, aku hanya membawa satu buah koper, sudah ku susun kembali semuanya. Aku hanya membawa apa yang aku butuhkan, bukan yang aku inginkan. Seperti hidupku. Mungkin ini jalan Tuhan, sekarang aku akan mencari jalanku sendiri. Aku hanya tidak ingin hidup didalam masa lalu yang terus menghantuiku. Aku ingin mencari masa depan ku sendiri. Dari masa lalu aku belajar, bahwasannya mengikhlaskan itu memang sulit. Aku ingin terus menerus bisa menguatkan hatiku agar aku tidak selalu menjadi orang bodoh yang jatuh ditempat yang sama.


Ku hirup udara melalui kaca-kaca jendela kereta api yang akan membawaku pergi dari masa lalu. Aku lelah selalu berada di atas panggung, kali ini aku akan selalu berada dibalik layar. Keputusan ini jelas bukan karena tidak ada alasan, aku punya segudang alasan untuk berkata demikian. Lega rasanya hati ini, dan jika memang hari itu datang, hari dimana dada ku akan sesak kembali jika mengingat semuanya, sepertinya aku sudah siap. Aku sudah membawa berbagai macam obat didalam koperku, akan ku racik sendiri. Sampai akhirnya luka itu mongering dan sembuh, aku tetap tidak akan kembali dan membuka kotak-kotak itu. Pengkhianatan, kebohongan, kepura-puraan, dan kemunafikan selalu menjadi pelajaran paling berharga didalam hidupku. Tanpa luka, aku tidak akan pernah belajar untuk tetap berjalan. Tanpa sakit, aku tidak akan belajar cara untuk mengobati. Dan tanpa kalian, aku tidak akan belajar bagaimana melindungi hati ku dari luka dan rasa sakit.

       Aku berterima kasih kepada mataku, dia benar-benar bisa memilih mana yang memang pantas aku tangisi. Bersyukurnya aku, mata ku sudah lelah menangis.


When everything goes well, that’s my. Not yours. Just enjoy the show..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Story From a Silly Life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos